supermarket

389 62 10
                                        

Hai haiii


Mata bulat itu bersinar terang kala melihat berbagai jajanan dan juga buah-buahan yang menarik perhatian nya.

Yahh keluarga harmonis itu tengah berada di salah satu pusat berbelanjaan bertepatan dengan ziel yang libur dan persediaan dapur yang sudah habis memutus kan mereka untuk membeli segala keperluan yang di butuh kan.

Dengan tangan yang mendorong troli belanjaan dan tangan satu nya yang membawa jagoan kecil nya membuat ziel tampak gagah dengan pakaian kasual nya di tambah zia yang juga sangat cocok dengan shirt dan cardingan serta sepatu sneakres putih bahkan diri nya tak tampak seperti seorang ibu yang sudah memiliki anak.

"Papapa"

"Hmm apa"balas ziel sambil menatap attar yang ingin menatap buah apel merah itu penuh minat mungkin warna merah terang itu yang membuat si anak kecil ini tertarik.

"Ni satu ambil dah"

Attar bertepuk tangan senang kala ziel mendekat kan apel itu ke wajah nya menempel kan ke pipi chuby itu membuat attar kaget saat pipi nya terasa dingin ziel tertawa melihat ekspresi yang di buat attar.

Zia yang sedang serius memilih sayuran itu hanya bisa ikut tertawa semua pengunjung yang datang seketika menatap je arah pasangan muda itu apalagi melihat attar yang begitu menggemaskan dan ziel yang juga sangat menarik perhatian.

"Aduhh pasangan muda"ucap seorang ibu-ibu dengan teman nya.

"Maklum lah masih muda masih mesra"ucap ibu satu nya.

"Iyalah ntar kalau udah lama paling juga pisah maklum anak muda pikiran nya nikah main main hahaha"

Zia hanya diam hati nya terasa sedikit sakit mendengar ucapan ibu-ibu tadi yang seakan memprediksi bahwa rumah tangga nya tak bertahan lama.

Ziel yang mendengar ucapan itu menatap datar segerombolan ibu-ibu itu membiar kan attar yang kesusahan mengigit apel yang hanya bisa mengandal kan kedua gigi nya yang masih kecil.

"Udah gak usah di denger mereka gak tau apa-apa tentang masa depan kita"ucap ziel menenang kan zia paham zia adalah orang yang mudah termakan omongan orang lain walau tak langsung berekspresi tapi zia akan menahan dan terus memikir kan omongan apa saja tentang diri nya.

"Iya"

"Majanmamajan"

"Apa sayang"tanya zia tak paham.

Di umur attar yang mulai pandai berbicara kadang membuat zia dan ziel bingung apa sebenar nya yang di ucap kan oleh putra mereka.

"Janpajann"attar menatap orang tua nya kesal tangan kecil nya sudah berusaha untuk menggapai apa yang ia mauu tapi tertahan oleh ziel yang langsung membenarkan gendongan nya.

"Jantarjannn!"

"Apa ngomong yang bener"

"Janpa jann"

"Jan apa to janc*k?"

Plakk

"Awshh sakit sayang"

"Omongan nya depan anak nya jugaa!" Sentak zia sambil kembali menampar mulut ziel keras.

"Sini attar sama mama papa mu edan"

Zia merebut attar dari gendongan ziel berjalan menuju kasir meninggal kan ziel sendiri dengan troli belanjaan yang sudah penuh akan kebutuhan mereka.

Selesai mengurus pembayaran mereka keluar dengan attar yang sudah fokus dengan jajan nya dan ziel yang berjalan di belakang dengan 3 kantong plastik.

Setelah memasuk kan semua belanjaan ke mobil ziel pun menyusul istri dan juga anak nya yang sudah duduk manis di dalam mobil.

"Langsung pulang?"tanya ziel sambil menyalakan mobil nya.

"Iya udah jam 12 attar waktu nya tidur siang"balas zia yang di angguki ziel.

Tapi sebelum itu ziel dengan iseng malah mencomot es krim attar yang langsung membuat sang empu menatap nya tajam zia hanya terkekeh melihat raut wajah putra nya.

"Papa!"

"Gak boleh pelit ntar pantat nya lebar loh"ucap ziel sambil mencolek pipi tembem attar.

"iarin pa kal ma"

"Ntar mama gelindingin sampe rumah sekarang habisin terus tidur"

Zia mengambil tisu basah yang ada di tas nya membersihkan wajah attar yang penuh dengan es krim dan tangan yang sangat lengket.

"Udah sekarang bobok"ucap zia sambil menyender kan kepala attar ke dada nya menepuk nepuk pantat attar sambil sesekali mengelus lembut rambut tebal putra nya itu.

Ziel yang melihat itu hanya tersenyum hangat jarang sekali diri nya mendapat moment seperti hampir separuh waktu nya ia habisi di kantor bahkan saat pagi diri nya jarang sekali berpamitan dengan attar.

Dan hanya akan menghabisi waktu di sore hari yang singkat hanya di waktu libur diri nya bisa membrikan seluruh waktu nya kepada putra nya itu.

Putra yang akan menjadi kebanggaan nya.

Sekarang dan di masa yang akan datang.





Jangan lupa vote sama komen nya yaaa
Berhubung besok masih libur aku update sekarangg!
Karena senin aku udah mulai PTA🤧

Jaga kesehatan yaaa.







Xgarden


after marriage [AlKANDRA]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang