Athena dan her star.

630 96 8
                                        

Brukk!!

Yah, tertabrak 'kan.

Athena mengusap dahinya pelan, walaupun itu cuma tabrakan yang ga terlalu kencang, tetapi motor yang ditabrak Jeffery oleng kearah trotoar. Athena seketika tersadar ketika mendengar suara rintihan dari luar, takut-takut jika si pengendara motor terlindas mobil papanya.

Amit-amit.

Athena pun melirik sang papa yang malah terlihat shock seolah nyawanya menghilang dalam sekejap. Lihat saja bagaimana Jeffery sama sekali tidak bergeming, kulitnya yang putih pucat itu seakan lebih terlihat pucat lagi. Jeffery cocok menjadi Vampire, pikirnya.

"Papa, ini kita nabrak orang," Athena terlihat gusar, melepaskan sealbelt nya, kemudian Athena turun dari mobil meninggalkan papa nya yang masih saja dalam keterkejutannya. 'Papanya ngga mendadak jadi gila 'kan?'

Bersyukur ketika turun dari mobil dan melihat pengendara yang ditabrak, masih dalam keadaan utuh dan tidak kelindas mobil Jeffery. 'Alhamdulillah'. Athena pun menghampiri dan agak terkejut ternyata pengendara ini memakai baju seragam yang sama seperti dirinya, seragam Harvest Jakarta School.

"Sorry, are you okay?" Athena menatap was-was, pemuda itu masih menunduk dan memegangi kepalanya. Berbagai kemungkinan negatif menyapa pikiran Athena, bagaimana jika pemuda ini gila atau bahkan Amnesia karena terbentuk trotoar? Eh tetapi mustahil rasanya karena pemuda itu memakai helm dan tertabraknya tidak terlalu parah.

Merasa cuma diabaikan, Athena jongkok dan memegang bahu pemuda itu, betapa terkejutnya melihat dahi pemuda itu mengeluarkan darah. "Eh, kenapa lo ga bilang kalau berdarah," Athena pergi kedalam mobil mengambil tas tanpa menghiraukan Jeffery lagi, biarkan saja mungkin Jeffery juga shock dengan apa yang terjadi hari ini.

Ia mengeluarkan tas antiseptik-nya dan mendekati pemuda itu dengan raut wajah sedikit khawatir, pemuda itu juga terkejut ketika maniknya bertemu dengan manik indah milik Athena, seolah-olah jantungnya berdegup sangat cepat sampai mau copot rasanya.

Sial, Athena kenapa terlihat sangat cantik?

Selesai mengobati dan memberinya dengan plester, Athena berkerut heran melihat pemuda ini masih menatapnya walaupun terlihat seperti malu-malu, Athena memilih untuk diam dan tidak menghiraukannya. Ia bangkit setelah merapihkan tasnya lagi, menyerahkan tangannya untuk membantu pria itu berdiri.

"Lo bareng gue aja mau, ga? Motor lo ringsek gini, yang ada nanti malah makin parah kalo lo paksain buat jalan" Athena menjeda, kemudian beralih melihat kedatangan mobil lain yang diduga pasti supir pribadi di rumahnya untuk mengantar sang papa. "Tapi kita naik taksi aja, oke 'kan?"

Melihat pemuda didepannya diam aja, membuat Athena jengah. Athena memilih membantu sang papa dulu, yang ternyata kaki papa terasa tegang karena kecelakaan kecil tadi. Jeffery juga sudah minta tolong kepada Athena untuk menyampaikan maafnya kepada pemuda yang ditabraknya itu, urusan motor dan mobil mereka, biar itu menjadi tanggu jawab montir pribadi keluarga Deftero.

"Athena.." Merasa dipanggil, Athena menoleh sinis. 'Oh, jadi dia tau nama gue?'

Ya, iyalah. Siapa yang ga kenal keluarga Deftero yang tajir 7 turunan, oke.

Athena menghampiri pemuda itu dan bersikap datar seperti biasanya, tiba-tiba taksi online pesanan Athena datang, mengalihkan perhatian Athena dari pemuda dihadapannya ini.


"So, lo mau bareng gue ga, Sirius Pramasta?"

*

Suasana canggung menimpa mereka, selama perjalanan sampai menuju sekolah. Athena yang cenderung jarang berbicara memilih untuk mengabaikan pemuda disampingnya ini, mereka tadi sempat membicarakan tentang motor Sirius yang sedikit koyak bagian belakangnya, itu urusan papa.

Sirius, pemuda itu hanya dia tak bergeming sedikit pun. Sejujurnya Sirius sedang mengontrol dirinya saat ini, jantungnya terus berdebar, ia terlihat seperti orang keringat dingin disamping Athena. Sirius tampak bodoh.

Padahal Athena ga berbuat sesuatu buruk padanya.

Sirius tidak pernah berpikir akan menjadi sedekat ini atau bahkan Athena tahu tentang dirinya. Melihat Athena yang begitu cantik walaupun tak ada senyum menghiasi wajahnya, Sirius udah cukup senang dalam situasi seperti ini.

Athena tahu presensi dirinya.

Hingga pada akhirnya mereka tiba di sekolah dan turun dari taksi yang bersamaan. Mendadak pusat perhatian menyoroti keduanya, apalagi ketika tiba-tiba Athena menghampiri Sirius dengan langkah yang agak tertatih, kemudian memeluk pinggang Sirius dan membawa tangan pemuda itu untuk melingkari bahunya.

"Jangan ngomong apapun, gue ngerasa bersalah karena kecelakaan tadi. Anggap aja ini permintaan maaf bokap gue yang gabisa ngomong langsung sama lo. Gausah berisik!"

Tanpa Athena sadari, Sirius mengulum senyum dalam tunduknya.



Sirius Pramasta Balthazar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sirius Pramasta Balthazar

Sirius naik mobil, nguenggggg~~~

My UniverseCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang