Setelah melakukan adegan yang bisa dibilang cukup private, Arda terbilang cukup awam namun ternyata bisa sangat memuaskan Doni kala itu. Bahkan tingkat orgasme Doni bisa memuncak tiga kali. Memang awalnya sulit, namun Arda harus terbiasa mulai sekarang, melayani Doni lahir dan batin itu sudah menjadi tanggung jawabnya. Tibalah sekarang hari dimana Doni, Arda dan serta kawannya yang lain mengadakan acara touring bersama. Subuh ini Arda sudah selesai melaksanakan ibadah, melihat Doni yang mulai pergi ke kamar mandi untuk segera mandi wajib lalu segera pergi solat.
Arda menyiapkan sarapan seperti biasa, roti panggang lengkap dengan toping selai atau keju terserah Doni mau pilih yang mana nantinya. Kemudian Arda menyiapkan segelas susu hangat. Dirinya sedikit membereskan kamar tidur yang cukup berantakan akibat perbuatan mereka berdua semalam, menyambungnya dengan menyapu sekitaran halaman rumah supaya bisa segera bersih sebelum Doni siap. Arda tidak mau rumahnya berantakan saat ditinggal, setidaknya setelah mereka berdua kembali rumahnya masih dalam keadaan bersih.
Membersihkan gelas kotor bekas kopi, mengelap barang-barang hiasan dinding, dan tidak lupa juga Arda mencuci pakaian bekas mereka berdua bersenggama sebelumnya. Dicuci sebentar lalu di keringkan di dalam rumah saja, karena cukup beresiko kalau jemur diluar kalau rumah akan ditinggal. "Assalamualaikum... Ardaaaaa..." Aduh, Arda mendengar suara seseorang yang memanggil dari arah luar rumah, bahkan sambil mengetuk pintu rumahnya beberapakali.
Segera Arda berlari untuk mengecek siapa tamu yang datang itu, dan ternyata itu adalah Hanum dan Bastian yang sudah siap dengan pakaian rapih serta motornya yang terparkir di halaman. Bastian juga membawa perlengkapan lainnya di tas tenda besar, sedangkan Hanum membawa sisanya seperti makanan ringan dan lainnya. "Hey, kamu udah siap belum? Sebentar lagi Gandi, Yoga, dan Amar bakalan siap ke sini loh." Hanum bicara demikian agar Arda segera bersiap. Padahal Arda saja masih mengenakan pakaian biasa sambil memegang lap kotor.
"Oh iya ini aku abis siap cuci-cuci aja sih sebelum berangkat, Doni nya masih mandi. Kalian masuk dulu aja, aku biar ganti pakaian dulu." Nah Arda mempersilakan Bastian dan Hanum untuk masuk ke dalam dan duduk di sofa ruang tengah. Sedangkan Arda langsung kembali masuk ke kamar untuk segera mengganti baju.
Sambil menunggu Hanum melihat ruangan di dalam rumah kediaman Arda dan Doni itu, tertata rapih dan meski tidak begitu luas namun nyaman, belum lagi semua barang-barang tertata dengan rapih. Memang nggak salah sih kalau Doni pilih Arda sebagai kekasihnya, toh memang menurut Hanum meski si Arda itu lelaki tapi jiwa mengayomi layaknya seorang ibu dalam diri Arda itu patut diacungi jempol. Bersih, resik, cekatan, dan memang terkenal bukan anak yang malas-malasan saja.
"Kamu udah hubungi Gandi suruh bawa sisanya? Jangan sampai lupa," Bastian duduk di sofa sambil bicara dengan pacarnya itu.
Hanum cuman mengangguk menjawab pertanyaan pacarnya itu, nah lagi asik lihat-lihat nggak sengaja Hanum langsung tutup wajahnya dengan kedua tangan. Karena di sana lewat Doni hanya mengenakan handuk dari pusar hingga lutut yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Weh, udah Dateng Lo bro, tunggu ye, gue siap-siap dulu." Doni dengan santai jalan melewati kedua orang itu dan masuk ke dalam kamar,
Nah di dalam kamar si Arda malah lagi telanjang dada dan hanya mengenakan celana jeans. Sungguh pemandangan yang sangat memanjakan mata Doni tentunya. Dengan nakal Doni memeluk kekasihnya itu dari belakang dan menciumi lehernya dengan lembut.
"Eh, udah selesai mandi?" Arda dengan santai mengelus tangan kekar Doni yang melingkar di perutnya. "Pakai baju gih, itu Bastian sama Hanum udah nunggu." Lanjutnya bicara.
Namun Doni masih menciumi leher kekasihnya itu bahkan memeras bagian dada Arda beberapakali, pria itu berbisik nakal di telinga Arda. "Bisa main satu ronde lagi nggak?" Begitu katanya,
KAMU SEDANG MEMBACA
The Rebellion
RomanceArda, yang cuman seorang anak biasa berbakti dengan ibunya yang berjualan bunga di toko, kehidupan anak itu tidak akan begitu-begitu saja karena dirinya mulai didekati oleh pria bernama Doni ketua dari Genk The Rebellion. Doni, Pria dengan sejuta ke...
