Tiga Belas

2.4K 145 20
                                        

CEKREK!

CEKREK!

CEKREK!

Seorang dengan penutup kepala lengkap dengan jubah hitam serta masker yang menutupi setengah wajahnya ternyata sedang mengamati kedekatan Doni dan Arda sore harinya, tidak ada yang tau siapa orang misterius ini. Yang jelas, bahwa pria dengan jubah hitam ini tengah mengawasi kedua orang itu  yang baru saja tiba di sebuah toko bunga. Tentunya itu rumah kediaman Arda karena Doni baru saja selesai mengantarkan anak itu ke keluarganya untung makan siang bersama. Terlihat kedua pasangan itu sangat bahagia bahkan sampai Doni mencium kening Arda, nah orang Jubah Hitam ini berhasil mengambil gambar kemesraan mereka berdua dengan sangat jelas. Bermodal kamera digital, orang misterius berjubah ini terus mengambil gambar dengan lihai tanpa sepengetahuan Doni ataupun Arda. Siapa dia sebenarnya?

"Makasih ya untuk siang ini, setidaknya kita sudah dapat lampu hijau dari kedua keluarga kita kan." Doni sangat senang sekali, ternyata memang awalnya sulit bukan berarti tidak bisa, melainkan inilah perjuangan dirinya untuk bisa terus bersama dengan Arda. Rasa sayangnya pada Arda tidak main-main.

Arda juga merasa bahagia, dirinya bisa sedikit lega dengan semua ini, bahkan keluarga Doni sudah sangat menerimanya. "Aku juga makasih, dan maaf kalau ada hal yang mungkin salah di pandangan orangtuamu soal aku kedepannya." Arda menjawab demikian karena jujur dia masih khawatir,

"Nggak Sayang. Tenang aja, kamu udah lakukan yang terbaik dan aku harap kita bisa bersama terus, oke?" Doni meyakinkan kembali anak itu, bahkan kali ini Doni mencubit pipi Arda dengan gemas.

CEKREK!

CEKREK!

CEKREK!

Orang misterius berjubah hitam ini kembali memotret kedekatan Arda dan Doni, pokoknya orang ini pandai banget mengambil moment pas kedekatan dua sejoli itu. Nah, sekiranya sudah cukup memotret, orang berjubah ini pergi secara perlahan tanpa ketahuan sedikit pun oleh Arda ataupun Doni. Jaraknya memang cukup jauh, namun hasil jepretan nya mungkin cukup bagus untuk bisa membuktikan sesuatu.

"Mau mampir dulu nggak? Ibu mungkin sedang di dalam, toko juga sepi kayaknya." Arda mau masuk ke dalam, namun sebelum itu dia menawarkan Doni untuk singgah sebentar.

"Kayaknya besok aja deh, soalnya aku juga ada urusan sama Ibuku. Mau nemenin belanja malam ini, biasalah nemenin shopping." Doni menolak karena ada sebabnya. "Yaudah kamu masuk gih, istirahat ya. Jaga diri baik-baik buat aku. Oke?"

Aih~ hati Arda rasanya mau meleyot dibilang begitu. Hatinya kayak lagi terjun ke lubang penuh dengan bunga yang harum semerbak. "Iya, kamu juga jaga diri ya, salam buat Ibu dan Ayahmu. Hati-hati." Arda melihat Doni yang mulai kembali mengenakan helm, kemudian melihat kekasihnya itu pergi dengan motornya.

Arda pun masuk ke dalam toko atau rumahnya tersebut, tokonya sangat sepi atau mungkin memang belum ada orderan siang ini.

•••
•••
•••

Sepertinya makan mie malam ini sangatlah lezat, ditambah telur setengah matang yang kuningnya meleleh di permukaan mie. Itu adalah favorit banget sih, kebanyakan orang suka dengan makanan murah meriah ini, selain murah juga ini mudah dibuat. Begitu juga dengan Arda, ditemani mie instan yang ia buat sendiri, ia menikmatinya sambil menonton acara Drama Korea di situs aplikasi ponselnya.

"Arrgghhh! Sedap sekali, terbaik." Arda baru makan sesuap saja udah asap mengepul dari dalam mulutnya, nikmat sekali.

Dirinya mulai sibuk menonton Drama Korea di layar ponselnya, sambil terus menyeruput mie instan tadi. Sungguh nikmat duniawi benar kan.

The RebellionCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang