Corolla VIII : Pitfall (2/3)

439 28 2
                                        

Pitfall

1. Noun (plural pitfalls)

- a potential problem, hazard, or danger that is easily encountered but not immediately obvious.

- A type of trap consisting of a concealed hole in the ground: victims fall into the hole and are unable to escape

- (computing) An anti-pattern.
synonyms

- (potential problem, hazard, or danger): trap

- (computing: anti-pattern): anti-pattern, dark pattern

[(~_~メ)]

Penelope, Chris, Warren, Ian, and Olivia

Author's POV

Di kerajaan Sieen, salah satu kerajaan Seirenes, kelima manusia itu sedang asik bermain-main di laut itu.

"Sudahlah Ollie, nanti kita akan bantu untuk menyelamatkan Peter, kau jangan sedih lagi ya!" Ucap Pene sambil mengelus-elus pundak Ollie yang bergetar

"Ya. Terima kasih. Kau baik sekali!" ujar Olivia menghapus air matanya yang telah bercampur dengan air laut

"Sama-sama. Kau mau jalan-jalan?" Tawar Penelope dan mengulurkan tangannya pada Olivia

"Boleh" Ollie meraih uluran tangan Pene dan berenang bersama

"Kau tahu. Aku suka sekali menjadi Seirenes. Ini asik!!" ucap Pene dan berputar-putar di sekitarnya

"Ya. Ini asik sekali!!" Ollie menyuruh Pene memegang tangannya. Setelah tangan mereka bertautan, mereka pun berputar-putar seperti Komedi Putar.

"Hei hei hei. Woah, kalian sepertinya asik sekali yah" sambar Ethan, Seirenes bersisik warna kuning cerah dengan rambut oranye menyala.

"Ya. Ini sangat menyenangkan!" Ucap mereka berbarengan.

"Hey Chris, Ian, kalian mau kemana?" Tanya Ethan yang melihat Chris dan Ian menjauh

"Hanya jalan-jalan"

"Oh yasudah.. hati-hati"

Chris dan Ian berenang mengelilingi kerajaan Sieen. Dengan latihan yang tadi ia lakukan, kini mereka sudah bisa berenang dengan fasih. Ekornya melenggak-lenggok mengikuti aliran air.

"Eh yan, stop dulu deh" Chris memberhentikan renangnya, begitu pula Ian.

"Ada apa Chris?"

"Liat tuh. Itu apaan ya?" Tunjuk Chris pada sebuah goa yang besar. Sebelum masuk ke dalam goa itu, kita sudah disambut dengan batu-batu karang yang sangat cantik di sekelilingnya. Warna batu karang itu berupa Merah, Biru, Hijau, Kuning, Ungu, bahkan Hitam pun ada.

"Wah!!! Cantiknya... Boleh gak ya aku bawa pulang?? Ya gak yan?" Tanya Chris sambil memanjakan tangannya, menikmati kulit kasar dan lembut batu-batu karang.

Yang ditanya pun tidak menjawab, Ian malah semakin mendekat masuk ke dalam goa.

"Yan, balik yuk.. Eh Yan ngapain masuk-masuk??!!" Chris histeris melihat Ian yang masuk ke dalam goa yang menyeramkan tersebut

"Udah ah gausah berisik.. Ayo ikut aku!!" Ian menyahut. Tangannya menyentuh permukaan goa yang kasar.

"Ta-tapi yan..."

"Ikut aja.. Daripada sendirian di luar"

"Pulang aja yuk" Chris mencabut batu-batu karang di sana dan menaruhnya di dekapan tangannya

"Udah ayo masuk.. Kalau tidak, aku sendiri saja, dan kau pun juga"

"Baiklah aku ikut" Chris menyusul sambil mendekap batu-batu karang yang menurutnya cantik itu.

Adventure in Another WorldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang