07. jeje bukan anak papa?

4.1K 527 39
                                        

"Papa kecewa sama kamu, Dam." Kata Kyle menatap putra tunggalnya dengan tatapan kecewa.

"Jadi ini alasan kamu ngilang waktu itu? Karna masalah ini?" Tanya Jieun yang terisak dalam pelukan Kyle.

Dia syok setelah mengetahui fakta jika anaknya sudah melakukan hal yang tak sepantasnya dilakukan dengan orang lain bukan dengan Doyoung.

"Hiks.. maafin Yedam, Pa, Ma." Kata Yedam dengan isakkannya.

Kyle menghela nafas. "Papa gak tau bisa maafin kamu atau gak, Dam."

Sementara itu di sisi lain. Lebih tepatnya di balkon, Doyoung terlihat menundukkan kepalanya dengan Wooyoung yang terus-terusan mengucapkan kata 'kecewa' dan Hyuna yang mencoba untuk menenangkan suaminya.

"Kenapa kamu nyembunyiin fakta ini dari kami, Doy?" Tanya Wooyoung. Entah sudah keberapa kalinya laki-laki paruh baya itu menanyakan hal yang sama.

"Yah, udalah. Kita gak perlu bahas masalah ini lagi. Kasian kak Yedam, Yah. Ini juga bukan salah kak Yedam, ini salah laki-laki brengsek itu." Ucap Doyoung masih tak ingin menatap wajah sang Ayah.

"Ayah sebenarnya sudah merasa ada yang janggal, Do." Kata Wooyoung menggantung.

"Pertama, yang paling kentara adalah kamu sama Jeongwoo gak ada kemiripan sama sekali dan kedua DNA kalian berdua sama sekali gak cocok," lanjut Wooyoung sukses membuat Doyoung menatap kearahnya.

"Sayang udahlah, kita bisa bicarain masalah ini baik-baik." Kata Hyuna berusaha menenangkan sang suami.

"Buat apa kamu bohong waktu itu?" Tanya Wooyoung dengan wajah datarnya.

Doyoung terdiam. Kejadian lima tahun lalu kembali berputar di otaknya.

Flashback.

"Doyoung yang udah bikin kak Yedam kaya gini dan Doyoung siap buat tanggung jawab."

Doyoung yang saat itu masih berumur sembilan belas tahun berucap lantang di depan kedua orangtua nya dan orangtua Yedam.

"Jangan berbohong, Kim Doyoung." Marah Wooyoung.

"Doyoung gak bohong, Yah. Anak yang kak Yedam kandung emang anaknya Doyoung,"

PLAKK

Yedam, Hyuna dan Jieun refleks memekik kaget ketika Wooyoung menampar pipi Doyoung hingga membuat wajah sang anak tertoleh dan meninggalkan bekas kemerahan di pipi seputih susu itu.

"Kamu membuat Ayah malu, Kim!" Bentak Wooyoung dengan wajahnya yang memerah menahan amarah.

"Maafin Doyoung, Ayah." Ucap Doyoung yang saat itu hanya bisa menundukkan kepalanya.

"Ayah benar-benar kecewa sama kamu, Kim Doyoung." Kata Wooyoung.

Seminggu setelah kejadian tersebut, Wooyoung dan Kyle sepakat untuk menikahkan Doyoung dan Yedam karna demi menjaga nama baik keluarga masing-masing.

Acara pernikahan nya digelar cukup mewah dengan beberapa tamu undangan yang hadir dan rata-rata teman bisnis dari kedua belah pihak keluarga.

"Kenapa kamu ngelakuin ini, Doy?" Tanya Yedam lirih. Mata berkaca-kacanya menatap Doyoung yang tengah melepas jas nya.

"Karna saya cinta sama kakak," jawab Doyoung santai sambil memakai kaos berwarna hitam polos sebatas siku miliknya.

"Tapi kamu seharusnya gak ngelakuin ini, Doy." Ucap Yedam yang sudah terisak.

"Ini bukan tanggung jawab kamu, anak ini anak ha--"

"Kak! Jangan ngomong gitu, saya gak suka." Bentak Doyoung memotong ucapan Yedam.

papa, dodam [end]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang