5

28.6K 2.6K 24
                                        

Prang... Sina melempar gelas kaca yang ada di genggamannya ke sembarang arah. Sialan, benar-benar para bajingan sialan. Raut wajahnya sangat menunjukkan kemarahan yang memuncak di hatinya.

Bagaimana bisa dia terjebak di negara ini sendirian. Sepertinya Oma Cristal tidak main-main dalam memainkan kekuasaannya sebagai salah satu keluarga yang berkuasa di negara ini.

"Adu kekuasaan hee, sialan!" Prank...
Sekali lagi Sina melemparkan barang-barang di kamar hotelnya ke sembarang arah.

Kemarin ketika ia dan ibunya ingin membeli tiket untuk keberangkatan kembali, ternyata Card izin tinggal untuk dirinya tidak bisa digunakan karena telah ditahan pihak negara. Melihat kondisi kurang meyakinkan, ibunya memutuskan untuk kembali memperpanjang Card izin tinggal miliknya untuk menemani Sina.

Alih-alih mendapatkan izin perpanjangan Card izin tinggal. Ia malah dinyatakan sebagai pengunjung ilegal dan di kembalikan ke negara asal dengan paksa. Lebih parahnya lagi, akses telekomunikasi Sina semuanya terputus.

Sina tidak tahu jika neneknya akan sangat mengerikan seperti ini, ketika menginginkan sesuatu. "Ayo berpikir Sina, berpikir. Sebelum nanti kita juga ditarik paksa keluar dari hotel ini," gumam Sina mencoba menenangkan pikirannya.

***

Setelah memikirkan segala pertimbangan. Satu-satunya cara adalah menyerah melawan neneknya. Dia terjebak, itu artinya tidak boleh semakin menyusahkan diri sendiri.

Sejauh ini, alasan yang ia tangkap dari neneknya adalah karena bajingan Arka. Oke, lihat saja. Ia akan menyingkirkan bajingan itu dengan tangannya sendiri, cukup sekali kibas, hushh. Dan boom, pria sialan itu akan menghilang dari pandangannya.

Haa... Andai bertindak semudah ia berbicara.

"Ayo kita putuskan. Siapa kira-kira yang bisa melindungi ku dari ide gila Oma," gumamnya serius berpikir.

Sina mengotak atik laptopnya, mencari informasi tentang orang-orang berpengaruh di Selatan ini. Dan semuanya hanya tertuju ke tiga keluarga besar. Itu artinya tetap saja ia akan terjebak dengan keluarganya sendiri.

Tapi tunggu dulu. Bukankah itu ide yang cemerlang, jika ditimbang-timbang kembali. Antara tiga keluarga besar, dan orang luar seperti Arka, siapa yang akan lebih memukau di mata neneknya.

Jawabannya tentu saja para sepupunya itu. Tapi masalahnya sekarang, kakak sepupunya ini tidak ada yang benar satu pun.

"Agam Pradhika, putra pertama keluarga Pradhika. Seorang aktor terkenal, tidak tertarik di dunia bisnis. Namun masih memiliki beberapa resort yang dikabarkan tempat pribadi untuk berlibur bersama kekasihnya. Cihh, katanya enggak tertarik bisnis. Ini artikel benar enggak sih!" Gerutu Sina sembari meminum soda yang ada di tangannya.

"Playboy, suka bergonta-ganti pasangan, pernah dikabarkan menghamili wanita tetapi tidak bertanggungjawab. Ihh, ngeri juga," cetus Sina merinding seketika.

"Cheryl Cole Pra--. Dia cewek, masa lesbi. Skip!

Raga Andaran, putra tunggal keluarga Andaran. Memiliki perusahaan pribadi yang akhir tahun ini dinyatakan sebagai perusahaan terbesar di Kota Selatan versi majalah penyebar gosip.

Lah, namanya aja penyebar gosip. Bisa dipercaya enggak sih ni artikel." Gumam Sina dengan alis yang tertaut.

Jari-jarinya kembali menggulir ke artikel yang lainnya. "Dikatakan tidak pernah terlihat bersama wanita manapun. Tidak ada jejak skandal selain pertunangan dengan sepupunya yang tiba-tiba dibatalkan. Emang iya?" tanya Sina bermonolog sendiri.

Ragasina Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang