Sepuluh🖤

7.7K 449 30
                                        

Oke,gue mau ngucapin thank you so much buat yang udah support cerita gue. Sebenarnya gue gak berekspektasi tinggi sama ni cerita,tapi gue kaget banget cerita gue bisa tembus 5k pembaca
OH MY!!!gue seneng banget😭
Sekali lagi terimakasih untuk kalian guys,love you♥️

Happy Reading ♥️

Awalnya Kaisen merasa ini hanya halusinasi, merasakan bagaimana lembutnya tangan halus itu membelai tubuhnya. Membuat tubuhnya merinding keenakan

Mulut mereka saling bertautan,bertukar Saliva. Lidah mereka saling melilit enggan melepaskan. Suara decapan terdengar nyaring di kamar sunyi milik Kaisen

Mengangkat tubuh ramping Tinuviel,berjalan menuju tempat tidur. Kedua kaki Tinuviel melilit pinggangnya

Kaisen merebahkan tubuh Tinuviel dengan lembut pada kasurnya. Mengangkat wajahnya sejenak,menatap wajah indah wanitanya

Benang saliva terlihat jelas diantara keduanya,kedua mata mereka benar-benar berkabut akan gairah

"Kau sangat indah sayang,aku bersumpah akan hal itu,"Kaisen berucap dengan menyatukan keningnya pada kening Tinuviel

Kedua tangan Tinuviel beralih membelai lembut pipi Kaisen. Kemudian,mengecup seluruh permukaan wajah Kaisen

"Aku mencintaimu,Kaisen. Aku sangat-sangat mencintaimu"ucap Tinuviel lirih di samping telinga Kaisen

Kaisen menatap kedua pupil merah milik Tinuviel,tidak ada kebohongan disana. Kaisen dapat melihat ketulusan dan penuh damba pada pupil tersebut

"Aku...aku juga. Aku juga mencintaimu, Tinuviel"

"Kau tau aku bukan manusia biasa? cinta kita bisa saja tidak bertahan lama,Kaisen?"

"Persetan dengan siapa dan apapun kau,Viel. Akan aku lawan takdir jika itu untuk selalu bersama denganmu,"Kaisen mengecup kening Tinuviel lama

"Bahkan jika kau mencintaiku karena darah di tubuhku,maka akan aku berikan sampai di tetes penghabisan,"Kaisen berucap dengan terkekeh pelan,merasa geli dengan apa yang baru saja diucapkannya

"Hahaha,baiklah. Kalau begitu bagaimana jika kita lawan takdir itu bersama-sama?akan lebih mudah jika kita bergandengan tangan bukan?"

"Tentu,sayang"

•••••o0o•••••

Keduanya sudah tidak berbusana sekarang,Kaisen yang berada di atas tubuh Tinuviel bergerak aktif memanjakannya

Bibirnya mengecup apa yang bisa ia kecup,tangannya mengusap apa yang bisa ia usap

Menegakkan badannya dengan kedua lutut menjadi tumpuan. Kaisen meraih salah satu kaki jenjang Tinuviel, dikecupnya ujung kaki Tinuviel terus hingga sampai pangkal paha

Tinuviel menatap Kaisen dari atas,memberikan tatapan menggoda pada kekasihnya itu. Kaisen yang kini tengah sibuk memberikan tanda kepemilikan pada pahanya benar-benar terlihat menggoda

Keringat sudah membasahi tubuh keduanya,sebagai bukti seberapa panas kegiatan mereka

Kaisen kembali beralih ke atas,menciumi ganas bibir Tinuviel. Tinuviel tidak ingin kalah,ia balas dengan seimbang apa yang dilakukan prianya

"Bolehkah aku mulai,sayang?"

"Ahh...yahh"

Hentakan demi hentakan diberikan Kaisen pada milik Tinuviel,membuat wanita itu dibuat keenakan. Keringat bercucuran menambah kesan menggoda bagi Tinuviel

Bibir mereka kembali bersatu,membelit lidah satu sama lain. Satu tangan Tinuviel merengkuh leher Kaisen,tangan yang lainnya bekerja merusak tatanan rambut Kaisen

Desahan Tinuviel benar-benar membuat Kaisen bertambah semangat,suara Tinuviel seakan candu bagi Indra pendengarannya

"Ahh...yashh...say...sayang"

"Ah..ah,"desahan berat Kaisen terdengar,pria itu dengan semangat menggempur wanitanya

Mendekatkan kepalanya pada telinga Tinuviel,Kaisen jilat dengan sensual telinga wanitanya. "Nikmat,hmm?"Kaisen bertanya tanpa menghentikan gerakan pinggulnya

"Yah...sayang...faster please,"Tinuviel menatap manik gairah Kaisen

"Tentu,sayang"

Pergulatan mereka benar-benar panas malam itu,mereka melakukannya berulang kali. Berulang kali

Hingga fajar menampakkan sedikit cahayanya, Kaisen baru merobohkan tubuhnya di atas tubuh Tinuviel

Tinuviel benar-benar takjub pada stamina Kaisen,bagaimana bisa manusia biasa memiliki stamina sekuat ini

"Kau lelah?"

"Jika kau belum puas,aku masih bisa menggempur milikmu. Lagi dan lagi,"jawab Kaisen,yang kini sudah berbaring di samping Tinuviel. Kepalanya dimiringkan menghadap Tinuviel yang tengah menatap langit apartemennya

"Tidak,aku sudah sangat puas sayang. Terima kasih,"ucap Tinuviel,beralih menghadapkan kepalanya ke arah Kaisen

Melihat seberapa mempesonanya wajah pria itu. "Kau sangat tampan,sayang,"ujarnya

Kaisen tersenyum lebar mendengar pujian sang kekasih,"karena aku kekasihmu,"sahutnya tanpa melunturkan senyum lebarnya

To be continued

Next?kalo malam ini bisa 20vote dan 15komen,aku bakal up chap selanjutnya malam ini juga

Salam hangat ♥️

Queen of VampireCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang