Sembilan 🖤

7.6K 448 54
                                        


Happy Reading ♥️

"Gak tau juga,gue lupa,"jawab Kaisen,ia sengaja berbohong. Entah mengapa, Kaisen merasa jika ia membicarakan perihal wanitanya kepada teman-temannya akan ada hal buruk yang terjadi

Mungkin, merahasiakan tentang wanitanya perihal yang tepat. Yah mungkin

"Lah?kok lupa sih,Lo di bius?atau gimana?"Liam masih bertanya,sangat penasaran

"Gue lupa anjiirr,kayaknya waktu itu gue lagi mabuk deh. Makanya lupa"

"Ya udah biarin aja sih,am. Lu kepo amat heran gue,"ucap Joshua pada Liam

"Ya...ya gue kepo aja gitu gimana ceritanya si Kai bisa gituin dan sekarang tu cewek jadi pacarnya dia"

Kaisen menolehkan kepalanya menghadap jendela,melihat Bryan yang sedari tadi hanya diam menyimak pembicaraan

"Astaga Bry,Lo makan kue banyak banget. Kalo Lo sakit gigi nanti abis gue sama Mak lo"Kaisen menatap horor jejeran piring di dekat Bryan

Bukan satu atau dua piring,jika dihitung itu bahkan sudah lebih dari sepuluh piring

"Lah,Bry?ini susu kotak juga banyak banget. Mana pada kosong semua?

"Lo laper apa doyan,Bry?"

"Eh?hehe. Gue laper Jo,semalem gak sempet makan. Gue maraton nonton drakor,eh ketiduran"

"Haha hehe haha hehe,gue sleding ye pala Lo Bry,"ucap Kaisen

"Ini siapa yang bayar,Kai?"Liam bertanya,tangannya sibuk membersihkan tangan Bryan yang belepotan cream kue

"Biar gue aja,"ujar Altezza,seraya berdiri dari duduknya dan menuju kasir

"Ck,baik bener tuh orang kaya satu. Gak kayak Lo, Liam,"ucap Joshua dengan kekehan pelan

"Iyee dah,Al yang terbaik"

•••••o0o•••••

Kaisen berjalan gontai menuju pintu apartemennya, lobby apartemen sudah sangat sepi karena waktu menunjukkan pukul sebelas malam

Membuka pintu,Kaisen segera membuka sepatu dan langsung menuju kamarnya

Namun,langkah kakinya terpaku pada ambang pintu kamarnya. Wangi ini,wangi yang ia tunggu-tunggu kedatangannya

Bergegas masuk,Kaisen terpaku pada sosok yang kini tengah berbaring di atas kasur miliknya

Sedikit berlari,Kaisen berdiri di samping Tinuviel yang tengah tidur. Kaisen mendudukkan dirinya, tangannya terangkat untuk mengusir rambut-rambut nakal yang menutupi kecantikan wanitanya

Ah,dia sangat merindukan Tinuviel. Sangat, hingga gila rasanya

Seakan sadar,ia berdiri dan menuju kamar mandi. Setidaknya,ia harus terlihat segar di depan wanitanya

Tinuviel terbangun dari tidurnya, telinganya yang tajam sebenarnya sudah mendengar Kaisen mengotak-atik password apartemen

Namun karena nyaman, Tinuviel enggan untuk membuka matanya

Klik

Bunyi pintu kamar mandi mengalihkan perhatian Tinuviel

"Nghh..."melihat tubuh yang hanya berbalut handuk itu,langsung membuat Tinuviel bergairah

Aroma darah Kaisen yang sangat menggoda,menyeruak masuk Indra penciuman tajam Tinuviel

Tinuviel segera bangkit, menghampiri Kaisen yang masih diam dengan tubuh kakunya

Segera, wanita cantik itu melingkarkan tangannya pada leher Kaisen. Mengusap leher belakang Kaisen,berusaha menggoda pria tampan itu

Tanpa basa-basi Kaisen merengkuh erat tubuh ramping Tinuviel. Menenggelamkan wajahnya pada leher Tinuviel, menghirup rakus aroma milik perempuannya. Sangat sangat wangi, batinnya

"Kau kemana saja,hmm?kau menghilang seperti di telan bumi,kau meninggalkanku seolah-olah tidak akan kembali,"ucap Kaisen lirih,di samping telinga Tinuviel

"Aku harus pulang,ada sesuatu yang harus ku urus,sayang"jawab Tinuviel, tangannya menangkap wajah Kaisen. Menatap penuh damba wajah kekasihnya

"Kau merindukanku,sayang?"

"Kau bertanya karena tidak tau?tentu saja aku merindukanmu,Viel. Sangat sehingga aku akan gila rasanya..."

"Jadi,bisakah kau memberikan sebuah ciuman?selain merindukanmu,aku juga merindukan sentuhan mu,Viel"

"Tentu,sayang. Mari kita lakukan malam yang panas. Akan aku berikan apa itu surga dunia padamu,nghh"jawab Tinuviel dengan sedikit desahan di akhir kalimatnya

To be continued

Lanjut gak nih?

Untuk next kayaknya bakal gue up hari Jum'at deh
Kalau bisa 50vote dan 30 komen,gue bakal double up

Salam hangat ♥️

Queen of VampireCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang