BAGIAN V

13 1 0
                                    

Jungkook benar-benar memacu mobil dengan kecepatan penuh. Dengan gesitnya mobil yang dikendarai olehnya menyalip beberapa macam kendaraan di depannya. Klakson yang terus ditekan agar pengemudi di depan memberikan jalan. Sebenarnya akan sangat cepat kalau mereka dalam mode shifting. Serigala mereka akan berlari dengan kecepatan seperti cahaya tanpa membuang-buang waktu seperti ini.

Akan tetapi tidak ada jalan alternatif yang bisa mereka lalui yang mendukung mode shifting. Jadi mereka harus terima dengan keadaan ini. Setelah beberapa kali hampir menabrak akhirnya mereka telah sampai di sungai Han. Mingyu dengan segera membuka pintu mobil dan berlari memasuki area sungai Han.

Waktu telah menunjukkan pukul setengah satu dini hari. Sudah lewat setengah jam dari waktu yang ditentukan oleh pengirim paket. Namun, Mingyu belum putus asa dan terus menelusuri area sungai Han. Di belakangnya dengan setia Jungkook dan Junhoe mengikutinya.

Mingyu menghentikan langkahnya saat dirasa kepalanya pening. Bukan karena rasa lelah atau hal lainnya, melainkan dari aroma manis madu bercampur lemon yang tercium di indra penciumannya. Aroma tersebut sangat memabukkan. Di langkahkan kakinya perlahan untuk menelusuri dari mana aroma ini berasal. Instingnya meminta dia menemukan sumber aroma.

Serigala yang mendiami tubuhnya mengaum dan menyerukan kata mate dengan kaki yang melonjak-lonjak senang. Kaki yang melangkah mengikuti indra penciuman itu mendekati tepi sungai yang dihiasi bermacam-macam lilin yang diapungkan. Di tepi sungai juga terdapat lampion yang turut menghiasi sungai.

Matanya menatap tajam ke arah wanita yang sedang tersenyum memperhatikan seorang wanita yang sepertinya lebih muda. Yang lebih muda dengan gembira meniup gelembung-gelembung dengan berlari memutar.

Mingyu berjalan mendekati keduanya untuk memastikan sumber dari aroma yang memabukkannya. Jungkook dan Junhoe yang berada di belakang Mingyu dengan waspada mengawasi gerak-gerik sang alpha. Mereka tidak ingin sang alpha bertindak gegabah karena di depan mereka saat ini ada dua wanita yang bisa dipastikan manusia.

Belum sempat keduanya menghentikannya, Mingyu dengan gerakan cepat berlari menuju wanita yang duduk di kursi dan segera mendekapnya dalam pelukan yang erat. Keduanya berhenti sekitar dua meter dari sang alpha dan wanita yang dipeluknya. Melihat sang alpha yang memeluknya dengan ekspresi penuh kerinduan menyadarkan mereka bahwa wanita yang dipeluk sang alpha adalah luna mereka, mate dari sang alpha.

Brisia yang melihat lelaki asing memeluk kakaknya tiba-tiba tentu tak tinggal diam. Dia segera menghampiri sang kakak namun belum sampai dia memisahkan keduanya, sang kakak memberikan tanda untuk berhenti dengan mengangkat tangannya.

Ditatapnya lekat-lekat wajah sang kakak, setelah memastikan kakaknya baik-baik saja dia hanya berdiri diam dan menunggu instruksi sang kakak. Matanya beralih menatap dua lelaki lainnya yang sepertinya datang bersama dengan lelaki yang memeluk kakaknya. Matanya tanpa henti menatap ke arah dua insan yang sedang berpelukan seperti dunia milik berdua dan melupakan eksistensi yang lain.

Pelukan tersebut akhirnya terlepas dan terganti dengan genggaman tangan di dalam mobil. Mingyu akhirnya memutuskan untuk membawa belahan jiwa dan adiknya menuju kediamannya yang ada di Seoul. Sesampainya di kediaman, Mingyu bersikeras meminta satu kamar dengan Alicia yang tentu mendapat tentangan dari Alicia juga Brisia.

Akan tetapi Mingyu memberikan alasan bahwa ada yang harus dibicarakan dengan Alicia dan dia berjanji tidak akan berbuat tidak baik padanya. Dia bahkan sempat memohon yang mana membuat Jungkook dan Junhoe membesarkan kedua bola matanya karena terlalu terkejut dengan sikap sang alpha.

Demi dewi bulan, mereka tidak pernah melihat atau mendengar bahwa alpha mereka memohon pada orang lain sebelumnya. Setelahnya keadaan kembali damai dengan Mingyu yang kegirangan karena keinginannya terpenuhi.

Di dalam kamar, Mingyu membaringkan Alicia di kasur dan dia turut serta berbaring di sampingnya. Dia memeluk Alicia erat dan tak melonggarkan sedikitpun, justru pelukannya semakin erat saat Alicia akan melepaskannya.

Golden RoseTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang