Brisia menunggu di meja makan dengan gelisah, jari-jari tangannya tanpa henti mengetuk meja makan dengan brutal. Sikap berisik tersebut mendapat tatapan tajam dari Junhoe. Sedangkan Jungkook hanya menatapnya datar. Dia seolah tidak terganggu sedikitpun dengan suara berisik yang berasal dari Brisia. Merasa ada yang menatapnya, Brisia menegakkan kepalanya. Dan betapa terkejutnya Brisia kala matanya bertatapan dengan manik sehitam kelam yang sedang menatap tajam ke arahnya. Bukannya terintimidasi justru Brisia merasa tertantang. Dibalasnya tatapan tajam tersebut sama tajamnya membuat lawan pandangnya mengerjap kaget.
“Kenapa ahjussi menatapku begitu. Bukankah seharusnya ahjussi mengetuk kamar di atas dan mengeluarkan kakakku dan calon kakak iparku.”
“Ahjussi? Berani sekali kau bocah memanggilku seperti itu.” Jungkook yang berada di samping Junhoe hanya menikmati suasana panas yang tercipta tanpa sedikitpun ingin melerai.
“Junhoe.”
“Brisia.”
Kedua panggilan tersebut berhasil menghentikan perdebatan yang akan dimulai oleh Junhoe dan Brisia. Brisia yang akhirnya melihat kakaknya segera menghampiri dan memeriksa keadaan sang kakak dengan cara memutar-mutar badan sang kakak. Mata bulat lucunya dengan teliti mengamati setiap jengkal tubuh sang kakak. Bibir yang mengerucut menambah keimutan yang lebih muda. Alicia hanya tersenyum menanggapi sikap Brisia terhadapnya. Setelah memastikan kakaknya dalam kondisi yang baik dan utuh keduanya duduk dengan manis di meja makan. Akhirnya mereka bisa memulai sarapan yang tertunda.
“Hari ini aku akan pergi ke kantor bersama dengan Alicia. Aku akan mengumumkan kepada seluruh karyawan bahwa aku akan bertunangan dengan Alicia. Sore hari nanti aku juga akan mengadakan press conference untuk hal yang serupa.” Mingyu memulai pembicaraan setelah mereka menyelesaikan sarapan. Junhoe dan Jungkook hanya mengangguk menyetujui rencana boss mereka.
“Lalu Brisia bagaimana?” Mingyu tersenyum menatap Brisia.
“Brisia ingin melakukan apa, hari ini kakak ipar akan mengijinkan Brisia melakukan apapun?”
“Benarkah?”
“Iya, tapi Brisia harus ditemani Jungkook. Dia bisa menunjukkan tempat-tempat bagus untuk dikunjungi.” Brisia mengangguk antusias mendengarnya. Dia tidak ingin pergi ke kantor hanya untuk melakukan pengumuman. Hal itu akan terasa sangat membosankan baginya. Dan karena sudah mendapatkan ijin, maka dia tidak boleh melewatkan kesempatan ini. Kesempatan tidak akan datang dua kali, pikirnya.
Kedatangan Mingyu menimbulkan kehebohan di kantor. Terlebih kini dia menggandeng wanita cantik di sampingnya. Para karyawan terus bergosip satu dengan yang lain membicarakan siapa gerangan yang dibawa oleh CEO mereka. Rasa penasaran mereka terjawab kala semua kepala divisi kembali dari panggilan Mingyu. Kantor yang semula heboh kini menjadi semakin heboh oleh berita bahwa CEO mereka yang most wanted telah memiliki kekasih dan akan segera bertunangan. Sore harinya, aula utama kantor menjadi ramai dengan kedatangan beberapa awak media yang akan meliput secara langsung press conference dari CEO MG Group. Setelah memperkenalkan wanita di sampingnya sebagai kekasih dan akan menjadi calon tunangannya, Mingyu mendapatkan beberapa pertanyaan mengenai awal mula keduanya bertemu. Mingyu hanya menjelaskan bahwa mereka telah dijodohkan sejak kecil oleh keluarga dan sekarang sudah waktunya mereka untuk merealisasikan rencana tersebut. Setelah melakukan press conference, Mingyu dan Alicia kembali ke rumah yang ada di Seoul. Mingyu belum membawa Alicia ke rumah utama, dia akan menanti waktu yang tepat untuk itu.
“Apa kau lelah, mate?”
“Sedikit, apakah kau merasa lapar. Bagaimana kalau aku memasak sesuatu untuk makan malam?”
“Kau bisa memasak, tentu aku akan senang memakan masakanmu.” Alicia tersenyum dan setelah keduanya berganti pakaian, mereka menuju dapur untuk membuat makan malam. Tadi Brisia sempat memberi pesan bahwa dia tidak akan makan malam di rumah. Dia ingin mengunjungi kawasan myeongdong dan berburu street food. Jadi kini Alicia dan Mingyu hanya memasak untuk mereka berdua saja.
Junhoe juga tidak akan pulang untuk makan malam karena dia diminta menemani Jungkook untuk menjaga Alicia. Jungkook sedikit kewalahan menjaga gadis yang tingkahnya seperti bocah. Dia bergerak kesana kemari mengikuti rasa penasarannya tanpa memedulikan Jungkook yang bertugas menjaganya. Bersyukurlah pada indra penciuman werewolf yang tajam, jadi apabila sosok gadis tersebut tidak telrihat oleh mata maka hidung Jungkook masih dapat menemukannya. Kini gadis yang dijaga dua manusia serigala tersebut tengah menikmati makanan di stan makanan ringan. Dia menikmati tteokboki, eomuk, dan jajanan lainnya. Mulut kecilnya tidak berhenti mengunyah dan memberikan pujian atas rasa makanan yang disantapnya. Bibir kecil tersebut juga tidak lupa mempromosikan makanan tersebut pada pejalan kaki yang lain.
Dia mempromosikan dalam segala bahasa yang dikuasainya, sehingga pengunjung domestik maupun lokal akan mengerti perkataannya. Dan karena promosi yang dilakukan Brisia berhasil menarik banyak pelanggan, maka ahjumma penjual makanan pun memberikan porsi gratis dalam jumlah yang lumayan banyak padanya. Hal tersebut tentu tak akan ditolak Brisia yang seorang pecinta makanan, apalagi gratis. Berbeda dengan Brisia yang kegirangan, kedua manusia serigala yang menjadi pengawal dadakan merasa jengkel dibuatnya. Di kedua tangan mereka sekarang menenteng beberapa bungkus makanan yang dapat dipastikan punya Brisia. Yeah, demi dewi bulan kini mereka merangkap menjadi babu untuk gadis kecil ini. Jika tidak mengingat gadis kecil ini adalah adik dari calon luna mereka, sudah dipastikan mereka melempar gadis ini ke jurang.
Junhoe dan Jungkook mendesah lega kala Brisia memutuskan untuk pulang. Dia bilang dia sudah kenyang dan merasa bosan dan lelah, jadi waktunya untuk istirahat di atas kasur yang empuk. Jungkook meminta keduanya menunggu saat dia pamit ingin ke kamar mandi. Junhoe dan Brisia menunggu di bawah pohon tak jauh dari kamar mandi umum yang dimasuki Jungkook. Setelah Jungkook menyelesaikan panggilan alamnya, dia keluar dan dikejutkan dengan sesosok lelaki yang merupakan musuh alami klan werewolf, vampir. Sebenarnya sedari awal dia datang dia sudah mencium bau busuk lelaki di depannya. Akan tetapi dia tidak berhasil menemukan keberadaanya. Siapa sangka jika dia akan menunjukkan dirinya sendiri seperti ini.
“Sejak kapan kau berubah menjadi pengawal manusia Jungkook. Ah, aku lupa kau adalah anjing yang tentunya sangat suka mengekor kemanapun majikannya pergi. Apakah kau sedang mengenang masa lalumu?”
“Tutup mulut kotormu lintah, dan apapun yang kulakukan bukanlah urusanmu.”
“Kenapa galak sekali, bukankah dulu kau sangat menyukai berada di sampingku. Kau bahkan sering mengikuti kemanapun aku pergi.”
“Masa lalu yang kau sebut telah lama ku kubur dalam-dalam dan sekarang yang ada di ingatanku adalah penghianatan yang dilakukan oleh kaummu. Cih, memang mahkhluk licik seperti kalian sampai kapanpun tidak akan berubah. Bodoh sekali dulu kami memberimu kepercayaan.”
Yugyeom, lelaki vampir tersebut ingin membalas perkataan Jungkook sebelum sebuah suara menghentikan niatnya. Dilihatnya gadis yang berjalan menuju mereka berdua. Dia menampilkan seringaiannya kala mengetahui bahwa gadis ini adalah gadis yang dikawal oleh Jungkook dan Junhoe. Dia sungguh penasaran akan identitas manusia di depannya ini. Siapa dia yang bisa membuat Jungkook dan Junhoe dengan sukarela menjadi pengawal.
“Kenapa ahjussi lama sekali, Sia sudah mengantuk. Junhoe ahjussi sudah menyiapkan mobil. Apakah dia teman ahjussi?” Brisia menatap lelaki yang berseberangan dengan Jungkook. Dia terlihat aneh dengan seringaian di bibir. Kulitnya begitu pucat dengan bibir yang merah.
“Aku tidak berteman dengan anjing, nona muda.”
“Aku juga tidak berteman dengan lintah sepertimu, ayo Sia kita pergi.”
Jungkook dan Brisia pergi dari kamar mandi umum dan meninggalkan lelaki vampir itu sendirian. Seringaian di bibir Yugyeom berganti dengan senyuman miris kala mengingat betapa dekatnya dia dengan sosok yang dipanggil anjing tadi. Kini yang tersisa hanyalah dendam dan kebencian tak berujung. Jika ada pilihan, tentunya dia akan memilih kembali seperti dulu. Akan tetapi dia tidak mengerti harus bagaimana. Seperti tidak ada celah bagi mereka untuk kembali berdamai. Andai ada cara untuk mewujudkan itu, dia pasti akan membayarnya dengan apapun termasuk dengan nyawanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Golden Rose
FantasiKematian kakek yang merupakan orang tua satu-satunya yang dimiliki membuat kehidupan Alicia dan Brisia berubah. Surat wasiat terakhir milik kakek mengharuskan mereka menjemput lelaki yang telah dijodohkan dengan Alicia bahkan sebelum dia lahir. Hijr...