Dua

9.4K 812 15
                                        

Keesokan harinya...

Disinilah Caca sekarang, berdiri di depan mansion yang bisa dibilang sangat mewah. Pilar-pilar tinggi membuat kesan mansion tersebut seperti istana dan mobil-mobil sport pun berjejer rapi di halaman mansion.

"Ayo masuk sayang"Ajak Cia yang dibalas anggukan kepala oleh Caca.

Caca dan Cia pun melangkahkan kakinya memasuki mansion dan tidak lupa juga mereka untuk mengucapkan salam.

"Assalamualaikum"Ucap Caca dan Cia barengan

"Waalaikumsallam"Jawab semua orang yang ada di dalam

Cia membawa Caca menuju ke ruang keluarga, disana sudah berkumpul seluruh keluarganya dan juga gadis itu. Caca hanya memandang datar ke semua orang yang ada disana, ia memutar bola matanya malas ketika melihat tatapan tajam dan sinis dari mereka.

"Mom Ara kekamar dulu ya"Pamit Caca

"Iya sayang, kamu istirahat dulu aja nanti mommy bangunin"Jawabnya sambil mengelus rambut Caca.

Caca mengangguk dan pergi ke kamarnya tapi sebelum dia pergi dia melihat kearah seorang gadis dengan tatapan meremehkan.

'Sial, kenapa gak mati aja sih lo!'-batin gadis itu

Zolanca yang mendengar batinnya pun hanya tersenyum miring. Lalu dia segera melangkahkan kakinya ke kamar, tak sulit baginya untuk mencari kamar Ara karena terbekali dari ingatan sang pemilik tubuh. Ketika ia membuka pintu kamar....

Ceklek.....

Pintu pun terbuka dan terlihatlah seluruh isi kamar dengan bernuansa hitam putih. Zolanca pun dibuat terkejut dengan kamar yang sekarang dia tempati.

'Kenapa kamarnya bukan pink? Bukannya cewek manja suka nya berbau seperti itu?'-batin Caca heran

Caca menghendikan bahunya acuh sambil berjalan kearah ranjang, setelah itu ia merebahkan badannya ditempat tidur dan dia pun tertidur dengan pulasnya.

☘️☘️☘️

Malam hari sudah datang, tetapi gadis cantik nan imut itu masih setia dengan tidurnya. Ya dia Ara/Caca.

Sedangkan disisi lain, kini keluarga Ara tengah bersiap-siap untuk makan malam.

"Bang panggilin adek kamu dong, pasti dia masih tidur"Ucap mommy

Para abang Ara yang mendengar itu berdecak kesal. Terlalu malas bagi mereka jika harus berurusan dengan Ara. Baru saja mereka ingin melayangkan protes, suara seseorang mengalihkan perhatiannya.

"Gak perlu aku udah disini"Sahut Ara yang baru tiba di belakangnya sambil mencium pipi Cia.

Mereka menatap tak percaya apa yang mereka lihat. Penampilan Ara berubah yang biasanya berpakaian seperti jalang dan ber makeup tebal kini sekarang menjadi lebih cantik dan sedikit dewasa.

"Ini lo dek?"Tanya Daniel tak percaya.

Ara yang melihat itupun langsung menaikan sebelah alisnya.

"Dek?? Apa kita pernah saling kenal...?"Tanya balik Ara yang membuat Daniel diam tak berkutik.

Cia tersenyum tipis saat melihat kelakuan sang putri. Seolah menyetujui atas semua tindakannya, Para abang dan juga seluruh keluarga menatap Cia serempak. Sang ibu yang mengerti arti tatapan tersebut mencoba menjelaskan. "Ara amnesia"Jelasnya singkat

Zolanca Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang