"Stop!! Ada apa ini, bubar-bubar!! Ini lagi kenapa kalian baku hantam hah!!"Suara menggelegar itu mampu membuat semua murid langsung berhamburan meninggalkan tempat itu.
"Kalian semua bubar!! dan untuk kalian bertiga ikut saya ke ruang BK!"Tunjuk guru tersebut ke arah Ara, Valia, dan juga Daniel.
"Kok bertiga doang sih pak? Ck, gak asik ah si bapak mah"Ucap Reena pada guru tersebut sebut saja namanya pak botak karena rambutnya hanya tumbuh setengah di bagian pinggir dan botak di bagian tengah.
"Emang mau siapa lagi kalau bukan mereka bertiga? Secara disini yang terlibat baku hantam hanya mereka"Ucap pak botak
"Zevin juga terlibat baku hantam karena nampar Ara hingga sudut bibirnya berdarah"Jelas Valia datar membuat pak botak spontan melihat kearah sudut bibir Ara
"Oke, Zevin kamu juga ikut saya"Ucapnya lalu berlalu pergi
"Huft..tunggu dulu dong pak kan Aurell juga terlibat, tuh dagunya aja berdarah"Ucap Keyla tiba-tiba membuat Daniel dkk dan yang lainnya spontan menoleh kearah Aurell dan yaps mereka terkejut saat darah segar keluar dari dagu Aurell.
"Kalian ini ya ada-ada saja, sudah sekarang kalian berempat ikut saya"Ucap tegas pak botak lalu berlalu pergi
Saat ini mereka berempat sedang berada di ruang BK bersama pak botak.
"Kenapa kalian bikin ulah?"Tanya pak botak
"Kita gak bikin ulah pak, tapi mereka tuh yang baru dateng langsung main nampar Ara"Jelas Valia
"Apa benar itu?"Tanya pak botak ke Daniel, Zevin, Aurell
"Dia duluan pak yang bikin masalah. Kenapa mereka bully aurell di toilet"Ucap Zevin sinis
"Heh, lu jangan asal nuduh ya!"tunjuk Valia emosi
"Gue gak nuduh, tapi emang kenyataan kan?"Ucap santai Zevin
"Sudah-sudah, kenapa kalian jadi berantem gini"
"Dia dulu pak yang mulai"Ucap Valia ga terima
"Sudah-sudah, bapak pusing dengerin kalian bicara. Sekarang juga kalian bapak hukum, kamu Ara bersihin taman belakang, Valia Bersihin Gudang, Aurel bersihin toilet cewek, dan buat Daniel dan juga Zevin kalian bersihin kolam renang sampai bersih, sekarang!"Ucap tegas pak botak membuat mereka mau tak mau langsung bergegas pergi.
☘️☘️☘️
Dengan wajah datarnya Ara berjalan kearah lapangan basket dengan membawa sapu di tangannya. Baru ingin memulai tiba-tiba sebuah bola basket melayang mengenai jidatnya.
Pingsan? Jelas tidak! Baginya lemparan tersebut tidak berarti apa-apa. Ara segera mengambil bola basket itu dan sedikit berjalan kearah lapangan.
"Mm...ma..maaf...ak..aku gak sengaja tadi"Ucap seseorang terdengar gugup
"Lo yang ngelempar bolanya?"Tanya Ara dengan wajah datarnya lalu menunjukan bola basket itu
"I..iya"
"Ada apa Stev? Dimana bolanya?"Tanya temen cowok itu yang tiba-tiba berdiri di sebelah cowok yang melempar bola
"Aku gak sengaja ngelempar bola kearah dia"Tunjuknya pada Ara membuat teman cowok itu menoleh dan terkejut
"Ara? Eh, lo gapapa ra?"Tanya teman cowok itu terkejut saat melihat perubahan gadis di depannya ini
"Gak"
"Kok lo gak pingsan? Biasanya kan cewek kalau habis kena bola basket langsung pingsan?"Tanya cowok yang lainnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Zolanca
FantasyBagaimana jika seorang gadis misterius yang memiliki sifat dingin tiba-tiba saja terbangun ditubuh seorang gadis yang sifatnya sangat manja dan angkuh?? . . . Apa yang akan ia lakukan? Apakah ia akan tetap menjadi dirinya yang dulu atau menjadi oran...
