Suho masuk ke dalam ruangan Irene dengan santai dan duduk di sofa tanpa menyapa Irene.
Irene yang sedang fokus mengetik, menghentikan kegiatannya dan menaruh perhatian penuh pada Suho. "Bisakah untuk bersikap sopan tuan?"
"Ku dengar perusahaan adikmu sedang kacau."
"Bukan urusanmu!"
Suho tersenyum. "Sepertinya membuatmu marah akan menjadi hobi baruku."
"Sepertinya mengusirmu juga akan menjadi hobi baruku." Irene menatap tajam suho.
"Keluar sekarang!" usir Irene
"Investor Tenchu saat ini menarik diri karena proyeknya gagal, Saham Tenchu menjadi turun drastis, lalu kau tau apa yang akan terjadi?"
Wajah Irene menjadi khawatir mendengar penjelasan Suho.
Suho bangkit dan menuju meja Irene. "Tenchu akan segera bangkrut, jika tidak mendapatkan tusukan dana dari investor."
"Aku bisa membeli saham Tenchu." jawab Irene.
Suho menganggukan kepalanya. "Bisa...."
"Tapi apakah kau yakin? ku dengar kau baru menghabiskan uang untuk membeli saham perusahaan lain dengan jumlah yang besar, bisa dibilang kau baru saja mengakusisi perusahaan tersebut."
Irene bangkit dan berhadapan dengan Suho. "Katakan apa maumu?"
🌹
Chaeyoung berada dikamarnya saat ini, melamun, menatap langit-langit kamar dan memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan. Jaehyun merupakan saudaranya, Oh My God tidak pernah terpikirkan oleh dirinya jika akan mempunyai saudara kandung apalagi seusia dengan dirinya.
Karena merasa suntuk Chaeyoung berniat untuk mencari makanan di dapur, saat keluar dari kamar Chaeyoung tidak sengaja melihat Irene masuk ke dalam kamar Jisoo. Pintu yang tidak tertutup sempurna membuat Chaeyoung penasaran.
Chaeyoung berdiri di balik tembok tepat disamping pintu dan mendengar pembicaraan Irene dengan Jisoo.
"Mian, Eonnie minta maaf." ucap Irene yang membuat Chaeyoung semakin penasaran.
"Untuk apa?" tanya Jisoo yang bingung dengan kehadiran Irene secara tiba-tiba meminta maaf.
"Ani," Irene mengenggelengkan kepalanya lalu tersenyum, duduk disamping Jisoo yang sedang bersandar diranjang dengan berbagai berkas ditangannya juga laptop dipangkuannya.
Jisoo menyingkirkan laptop yang berada dipangkuannya. "Katakanlah." menatap Irene, menunggu jawaban.
"Geunyang, merasa tidak berguna sebagai Eonniemu."
"Kemarilah." Jisoo menarik Irene untuk berada dipelukkannya. "Nan, Gwenchana. Eonnie adalah yang terbaik."
Irene merasakan matanya saat ini berkaca-kaca, "Kau seharusnya memarahiku Jisooyaa. Aku seharusnya membantumu."
"Wae? itu hanya akan membuat semuanya semakin buruk, lagipula kau tidak mengetahui jika akan seperti ini keadaannya, begitupun aku." Jisoo menepuk-nepuk pundak Irene.
Hening hingga Jisoo memanggil Irene.
"Eonnie...."
"Eumm?" Irene mengeratkan pelukkannya pada Jisoo.
"Aku merasakan pundakku basah."
KAMU SEDANG MEMBACA
BlackVelvet || That's Me ✔️
FanfictionPark Chaeyoung, seseorang yang menyembunyikan identitas dirinya dari Kakak dan juga adiknya. 9 bersaudara dan anak ke-7 namun dia memiliki ayah yang berbeda dengan ke delapan saudaranya. Chaeyoung juga memiliki kepribadian ganda yang diberi nama Ros...
