39

652 88 15
                                        

Alarm kebakaran telah berbunyi, semua panik terdengar suara dari earpiece yang digunakan oleh Rosé.

" Chaeyoung kau dengar aku?" suara Jaehyun terdengar oleh telinga Rosé, Rosé memperbaiki posisi earpiece-nya. "Ya. aku dengar."

"Bagus, sekarang dengarkan aba-aba dariku, lihat pintu di arah jarum jam 3 dan tekan tombol warna hijau di remote control yang aku berikan, aku akan mengarahkan dari belakang agar semua orang selamat."

Rosé mengikuti pengarahan dari Jaehyun dan membukanya pintu yang ternyata terhubung dengan lorong bawah tanah. "Chae.. tutup kembali jika semua orang sudah masuk dan selamat. Pintu itu akan mengarah ke lorong dan terhubung ke jalan besar." 

"Baik." Setelah menjawab Jaehyun, Rosé mengarahkan semua orang untuk masuk ke dalam pintu itu, melihat semua orang masuk Rosé mencari para saudarinya yang juga sedang kelimpungan. Irene sedang mengumpulkan para saudari mereka menjadi satu, begitupun dengan Jaehyun yang juga menuntun orang lain dan orang terdekatnya untuk mengikuti semua arahannya.

Mata Irene melihat Rosé yang sedang mengarahkan dengan berteriak. Irene menghela nafasnya lega dan pada akhirnya mengikuti semua arahan dari Jaehyun. "Eonnie dan kalian semua masuk dulu. Aku akan menunggu Jaehyun."

Yunho yang melihat Rosé, menepuk pundaknya . "Hati-hati nak.." Rosé menganggukan kepalanya membalas Yunho.

Melihat semuanya sudah masuk. "Jaeee! cepat!!" Rosé berteriak melihat Jaehyun yang masih mengedarkan pandangannya memantau semua tamu sudah selamat. Keadaaan semakin tidak kondusif beberapa barang yang berada di plafon sudah berjatuhan dengan tempo yang semakin cepat.

"JAEEE AWASSS!" Rosé berteriak dan berlari menghampiri Jaehyun yang akan tertimpa plafon bangunan, mendorong Jaehyun. "CHAEYOUNG!!!"

Rosé meringis dan memegang bahunya yang tertimpa plafon. "Kau tidak apa-apa?" tanya Jaehyun menghampiri Rosé.

"KALIAN CEPATTT!" teriak Lisa yang membuat Jaehyun menggendong Rosé dengan bridal style sambil berlari. 

🌹

Setelah semuanya selamat, Rosé merasa tenang. Dia memejamkan matanya dan hadirlah Chaeyoung dengan nafas yang tidak beraturan. "Hey.. kau tidak apa-apa?" tanya Jaehyun panik mendengar nafas Chaeyoung yang naik dan turun dengan cepat.

"A..kuuu...." ucap Chaeyoung terbata-bata rasa sesak dan pusing menyerang, tubuhnya sangat lelah bahkan bahu di sebelah kanannya sangat sakit. Sepertinya Rosé terlalu tiba-tiba mengganti kepribadian menjadi dirinya.

"Chaeyoung kau kembali?" tanya Irene menatap mata Chaeyoung dalam.

Chaeyoung tidak menjawab Irene tak lama dirinya pingsan.

"Apa maksudnya Chaeyoung kembali? bukannya dia sedari tadi bersama kita?" timbul tanda tanya di benak Jaehyun.

"Sudah nanti saja, akan dijelaskan bawa Chaeyoung ke rumah sakit cepat!" ucap Jennie menepuk pundak Jaehyun cukup keras.

"Ndee, Noonnaa..." ucap Jaehyun langsung bergerak.

📍

Setelah tiba di rumah sakit, semua menunggu Chaeyoung diperiksa oleh dokter. Kecuali Yunho dan Hae In mengurus Jae Wook yang  telah resmi menjadi buronan dari kepolisian. Yunho dan Hae In memberi keterangan dan membantu penangkapan dari Jae Wook terlebih lagi setelah kebakaran terjadi yang telah menjadi bukti nyata kejahatannya serta bukti-bukti yang dikumpulkan oleh Jaehyun.

BlackVelvet || That's Me ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang