37

873 111 11
                                        

Ulang tahun perusahaan berlangsung pada hari ini. Rosé masih berada di dalam kamarnya. Irene menatap pintu kamar Rosé, lalu membukanya terlihat Rosé yang sedang melamun menatap keluar jendela. Irene memberikan dress yang harus dipakai saat pesta ulang tahun perusahaan berlangsung. "Pakailah di acara nanti." ucap Irene membuat Rosé menoleh dan menatap datar Irene. "Sudah ku katakan aku tidak akan pergi ke acara tidak berguna itu."

"Kau!" Irene menarik nafasnya menahan emosi, kepribadian Chaeyoung yang satu ini benar-benar sangat menyebalkan. "Dengar Chaeyoung, maksudku Rosé, aku tahu kau bukan Chaeyoung, kau adalah kepribadiannya yang lain, tapi apakah dengan bersembunyi dan mengurung diri semua akan selesai? Aku sudah lama tahu dari sikapmu yang aneh, walaupun tidak tinggal satu rumah dalam waktu lama aku sangat tahu bahwa Chaeyoung tidak akan membantahku. Aku diam bukan karena takut, aku hanya menghormatimu dan menunggumu yang datang."

"Omong kosong, aku bahkan tidak memiliki tempat di dunia ini. Semua orang menghianatiku, jika bukan aku sebagai Rosé yang hadir, Chaeyoung tidak akan kuat. Bahkan saat ini dia memberikan seluruh kendali atas tubuhnya untukku." jawab Rosé tersenyum angkuh namun dengan tatapan menyedihkan.

Tanpa Irene dan Rosé sadari semua saudarinya sudah berkumpul di balik tembok mendengar percakapan Irene dan Rosé sedari tadi.

"Ternyata aku benar selama ini, ada yang aneh dengan kepribadiannya." ujar Lisa yang diangguki oleh Joy.

"Mengapa Chaeyoung banyak sekali rahasia." ujar Jennie.

"Aku merasa gagal menjadi seorang kakak." ucap Wendy menatap sendu kearah Rosé. Mendengar ucapan Wendy, Seulgi pun merasa bersalah karena pernah merasa kehadiran Chaeyoung adalah sumber masalah.

"Aku sedih mendengarnya." gumam Yeri melarikan pandangannya ke arah yang lain tidak ke arah Rosé lagi.

"Apalagi yang kau sembunyikan Chaeng." batin Jisoo

"Meskipun kau berbeda tapi kau juga adikku, kamu lebih kuat dari Chaeyoung, kau yang menyelamatkannya saat dia tidak bisa berdiri sendiri seperti saat ini. Rosé bisa kau izinkan kami untuk menjagamu?" Irene merasa ini saatnya untuk mengungkapkan rasa sayang yang sesungguhnya, menyatakan bahwa dirinya dan yang lain tidak peduli Chaeyoung atau Rosé adik kandung atau bukan. Bukankah selama ini semua baik-baik saja, bahkan Chaeyoung membantu setiap permasalahan yang ada.

Rosé tersentak dan terdiam, selama ini keberadaannya disembunyikan karena semua orang ingin menghilangkannya, dan merasa dirinya membawa pengaruh buruk dan merusak Chaeyoung, bahkan Chaeyoung sendiri pernah menentang dirinya bahkan menghilangkannya, hingga dirinya kembali hadir karena tanpa sadar Chaeyoung merasa ketakutan.

"Irene Eonnie benar biarkan kami menjagamu." ucap Wendy keluar dari persembunyiannya dan diikuti dengan yang lain satu-persatu.

"Kalian sejak kapan ada di sana?" pertanyaan Irene mewakili Rosé yang cukup terkejut dengan kehadiran mereka.

"Kami sudah mengetahui semuanya Eonnie." ucap Seulgi mewakili semuanya.

"Terimakasih dan cukup untuk hari ini keluar dari kamarku." ucap Rosé mendorong Irene beserta yang lain untuk bisa keluar dari kamarnya.

"Rosé, tunggu dulu.." ucap Irene menahan pintu, "Kami serius dengan ucapan kami, Jangan lupa untuk hadir malam ini."

Brakk

Suara menutup pintu cukup keras membuat mereka semua yang mendengarnya mundur. "Anak itu benar-benar." ucap Seulgi menggelengkan kepalanya.

"Wow, karakter Rosé kerenn." ucap Lisa yang disetujui oleh Yeri. "Dari semua kakak-kakakku tidak ada yang sekeren dirinya." ucapan Yeri berhasil membuat semua yang mendengar menatap dirinya. "Eumm, sepertinya aku harus mandi." lanjut Yeri dan berlari menuju kamarnya.

BlackVelvet || That's Me ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang