"Kau tidak apa-apa?" tanya pengendara tersebut.
"YA!" teriak Seulgi
"Tidak apa-apa bukan?" tanya pengendara itu lagi tanpa takut mendengar teriakkan Seulgi.
"Pecundang!" ucap Seulgi menatap pria itu.
Merasa tidak ada masalah apa-apa, pria itu kembali menyalakan mesin motornya, pergi melaju cepat. Membuat Seulgi melototkan matanya.
"Tidak masalah, aku tidak apa-apa." ucap Wendy sambil bangkit berdiri agar Seulgi meredakan emosinya.
"Seharusnya dia meminta maaf, tidak ada sopan santun!"
"Sudah, nanti kau cepat tua." Wendy berjalan dengan melihat sikunya yang terluka dan lebih dulu meninggalkan Seulgi.
"Yakk!" Seulgi mengejar langkah Wendy yang sudah lebih dulu di depan.
🌹
Yeri yang sedang bermain ponsel dengan posisi terlentang di sofa, memusatkan perhatiannya pada Wendy yang baru saja masuk dengan kantung plastik di tangannya.
"Eonnie.. sikumu kenapa?" Yeri menegakkan tubuhnya, begitupun dengan Joy yang sedang memakai masker kecantikan diwajahnya.
Mendengar ucapan Yeri membuat Lisa yang juga sedang memejamkan matanya karena lelah mengerjakan tugas sekolah, menoleh.
Lisa yang melihat darah di siku Wendy terpaku dan tiba tiba dadanya terasa sesak, dengan memori kelam yang juga bersamaan muncul di ingatannya, Lisa saat ini berusaha menetralkan pernafasannya.
Seulgi yang baru muncul menyadari perilaku Lisa yang tidak seperti biasanya dengan cepat menutupi Wendy dengan tubuhnya. "Jenn!.... Lisa!" ucap Seulgi menarik Wendy dan menyadarkan Jennie yang sedang melihat foto Kai bersama wanita lain.
Melihat Lisa memegang dadanya, Jennie dengan cepat menghampiri Lisa dan memeluknya "Lisa... dengarkan Eonnie... Atur nafasmu..."
Kaki Joy dengan cepat mencari sendal berbulu miliknya, tergesa-gesa memakainya lalu menyusul Seulgi dan Wendy yang menuju ke arah dapur.
"Mian, aku lupa.." sesal Wendy yang tidak menutupi lukanya dan membuat Lisa merasa tidak nyaman.
Seulgi yang melihat Joy masuk ke dalam dapur sedikit tersentak dengan tangan yang berada di dadanya. "Joy!!"
"Eonnie..!" ucap Joy yang juga kaget dengan teriakkan Seulgi.
"Maskermu membuatku terkejut!" sungut Seulgi mengambil p3k.
Joy mengerucutkan bibirnya dan melepaskan masker kecantikkan yang berada diwajahnya, jujur saja dia lupa sedang menggunakannya.
Wendy menahan tawa, lalu meringis karena Seulgi mengobati lukanya.
"Lihat saja pria itu, jika bertemu denganku. Pengecut!" ucap Seulgi sambil mengobati Wendy.
"Ada apa dengan Wendy Eonnie?" tanya Joy setelah mendekat dan memperhatikan Seulgi yang mengobati Wendy.
"Ya! pelan-pelan! kau mengobatiku bersamaan dengan melampiaskan emosimu, sakit jika kau menekannya!" ucap Wendy menyingkirkan sikunya dari pegangan Seulgi.
Seulgi melempar kapas yang telah diberikan alkohol ke meja bar dapur. "Aku tidak sengaja, kemarikan.." lalu mengambil obat merah bersiap untuk menuangnya di luka Wendy.
KAMU SEDANG MEMBACA
BlackVelvet || That's Me ✔️
FanfictionPark Chaeyoung, seseorang yang menyembunyikan identitas dirinya dari Kakak dan juga adiknya. 9 bersaudara dan anak ke-7 namun dia memiliki ayah yang berbeda dengan ke delapan saudaranya. Chaeyoung juga memiliki kepribadian ganda yang diberi nama Ros...
