HAPPY READING 🌹
Flashback ON
Seorang wanita terduduk di kursi roda, terlihat anak laki-laki berusia 10 tahun menghampiri wanita itu dengan bergembira. "Ibu.. lihatlah aku berhasil memenangkan pertandingan basket." ujar anak kecil tersebut membawa piala juara 1 antar sekolah.
Wanita tersebut tetap bergeming tidak membalas anak tersebut. "Ibu, aku tau kau senang meskipun kau tidak berbicara. Ibu.. aku merindukanmu, cepatlah sembuh dan bermain denganku." lanjutnya.
"Jaehyun.." panggil seorang pria yang bernama Yunho. Ya, anak kecil tersebut adalah Jaehyun. Dirinya kehilangan kasih sayang ibu pada 2 tahun lalu setelah mendengar pertengkaran sang ibu dan ayahnya. Jaehyun saat itu tidak mengerti tapi kalimat yang dia ingat dari mulut ibunya adalah penghianatan dari sang ayah.
Ibunya mengalami stroke diakibatkan darah tinggi yang menghambat aliran darah pada saat itu. Gejolak emosi menjadi pengacu ibunya mengalami stroke dan mengakibatkan meninggal dunia beberapa tahun setelahnya.
"Bermainlah dengan Haein samchon dia sudah di depan." ujar Yunho menuntun Jaehyun untuk keluar dari ruangan istrinya.
Hingga beberapa tahun kemudian setelah ibunya meninggal, semuanya terjawab.
Suatu malam Jaehyun mengetahui bahwa dirinya memiliki adik perempuan, dan mendengar percakapan Jung Yunho dengan bawahannya. Jaehyun mengepalkan tangannya kuat, selama ini Ibunya menderita dikarenakan penghianatan dari sang ayah.
Jaehyun mulai menyusun rencana untuk bisa membalaskan dendam dan rasa sakitnya selama ini. Yunho memang seorang ayah yang baik, tapi tidak dapat dipungkiri bahwa dirinya juga membutuhkan sosok ibu. Puncaknya adalah saat melihat Chaeyoung yang dia yakini adalah adiknya ternyata juga merupakan anak kesayangan dari ayahnya. Ayahnya seringkali mencari putrinya itu dan tanpa sadar juga sering mengabaikannya.
Jaehyun menyusun beberapa rencana dengan mendekati Chaeyoung, dan membantu rencana-rencana Chaeyoung yang tanpa sadar juga merupakan ulah darinya. Namun seiring berjalannya waktu Jaehyun juga menjadi tidak tega dengan Chaeyoung karena memang pada dasarnya Chaeyoung tidak salah. Takdir yang membuat semuanya seperti ini.
Pada awalnya tujuan Jaehyun adalah satu, yaitu membuat lawannya merasakan penghianatan yang sama seperti apa yang ibunya rasakan.
Jaehyun seringkali menyendiri memikirkan hal ini, hati kecilnya berkata untuk berhenti membuat semuanya semakin rumit. Tapi dorongan dari seseorang yang sejak awal membuat Jaehyun berada di tengah jalan kebimbangan. Oleh karena itu dia hadir di dalam perayaaan ulang tahun perusahaan Park untuk mengakhiri semuanya.
Flashback OFF
Setelah Irene memberikan kata sambutan, seseorang maju ke depan menggantikannya. Irene mengerutkan keningnya saat Jaehyun maju dan menggantikannya.
Rosé yang sedang mengunyah permen karet berhenti mengunyah dan memperhatikan apa yang akan Jaehyun sampaikan.
"Ini saatnya." gumam Rosé mengingat obrolannya dengan Jaehyun sebelum acara ini di mulai.
Flashback ON
"Chaeyoung, tunggu." Rosé yang sedang melangkah menuju ballroom acara terhenti saat melihat Jaehyun memanggilnya.
"Kau Rosé?" tanya Jaehyun memastikan karena tatapannya yang masih sama, seperti terakhir kali saat dirinya sendiri sengaja membongkar penghianatannya. Jaehyun masih ingat Rosé sendiri yang memperkenalkan dirinya.
"Tidak perlu basa-basi ada perlu apa?" tanya Rosé dengan dinginnya.
"Aku ingin meminta maaf, dan aku akan menjelaskannya semua." jawab Jaehyun menatap Rosé dengan tatapan penuh harap, karena berharap Rosé akan mau mendengarkannya."
KAMU SEDANG MEMBACA
BlackVelvet || That's Me ✔️
FanfictionPark Chaeyoung, seseorang yang menyembunyikan identitas dirinya dari Kakak dan juga adiknya. 9 bersaudara dan anak ke-7 namun dia memiliki ayah yang berbeda dengan ke delapan saudaranya. Chaeyoung juga memiliki kepribadian ganda yang diberi nama Ros...
