"BIG NO!!" teriak Jennie mendekat ke arah Chaeyoung yang sama terkejutnya dengan yang lain.
"Why.. Eonnie?" tanya Chaeyoung sedikit gugup, Jennie sangat menyeramkan saat ini.
"Sendirian?" tanya Jisoo yang dibalas mengangguk oleh Chaeyoung.
"Syarat tidak diterima!" tegas Irene
Wendy menghela nafasnya lelah. Menggeser Jisoo dan Jennie mendekati ranjang Wendy dan mengelus kepala Chaeyoung dengan sayang. "Chaeng, katakan pada kami mengapa kau ingin pergi?"
Chaeyoung menatap mereka satu-persatu dan merasa memang sudah waktunya untuk berkata jujur. "Aku ingin memulihkan diriku dan pastinya melanjutkan kehidupanku di sana, aku cuti kuliah selama semester ini."
Semuanya kembali terkejut. "Kuliah? bukan-kah kau masih Senior High School?" tanya Jaehyun terkejut.
"Chaey! kami terlalu banyak terkejut hari ini" ujar Jisoo seperti lelucon.
"Eonnie, kau benar-benar banyak rahasia." ucap Yeri yang mengerjapkan matanya agar bisa menyimak percakapan ini lebih dalam.
"Dengarkan aku dulu.." ucap Chaeyoung gemas, salah dirinya juga menyembunyikan banyak hal.
"Setelah menyelesaikan semuanya di sini, aku memang berniat kembali..." lanjut Chaeyoung.
Lisa yang siap membuka mulut untuk bertanya, tidak jadi karena Chaeyoung mengangkat tangannya agar Lisa diam terlebih dahulu.
"Jangan ada yang berbicara setelahku berbicara okey?" tanya Chaeyoung memastikan. Semua menganggukan kepalanya, dan Chaeyoung melanjutkan ucapannya.
"Pertama, selama aku tinggal di Australia, aku mengikuti kelas akselerasi dan kedua.. alasan ku pindah adalah karena paman Hee Jin, Ketiga aku tau sedari awal aku bukan bagian dari kalian seutuhnya.... Halmeoni mengatakan semuanya padaku... aku selalu salah di mata Appa bahkan Eomma tidak terang-terangan membela ku, Eomma selalu berkata maaf, saat itu aku masih kecil..." ucapan Chaeyoung terhenti semua diam sesuai dengan arahan Chaeyoung dan masing-masing terkejut dalam diam.
Chaeyoung merasakan berat di kepalanya, Seperti ada yang melawan kesadarannya. "Chaeyoung, kau tidak apa-apa?" tanya Lisa memegang pundak Chaeyoung.
Chaeyoung memejamkan matanya dan mengerutkan keningnya. "Se..bentar.." Chaeyoung menunduk dan memegang kepalanya yang tiba-tiba pusing dan sesak di dadanya.
"Panggil dokter cepat!" ucap Irene panik. Jaehyun yang sigap ingin berlari tidak jadi karena Dokter Suzy sudah tiba bersama Seulgi dibelakangnya, tanpa disadari oleh yang lain, Seulgi sudah berlari keluar memanggil dokter saat merasakan gerak-gerik yang aneh dari Chaeyoung.
Dokter Suzy memilih untuk menidurkan melalui suntikan obat penenang karena Chaeyoung yang berusaha keras melawan kesadarannya. Dokter Suzy menghela nafasnya "Apakah ada yang memicu kondisi Chaeyoung menjadi seperti ini?"
"Kami tidak tau, tapi yang jelas tadi kami baru saja berbagi cerita, dan terputus saat dia ingin menceritakan masa lalunya pada kami.." ucap Wendy mewakili yang lain.
Dokter Suzy menghela nafasnya. "Sepertinya itu masa lalu yang buruk. Jangan pernah memaksanya untuk menceritakan hal seperti itu jika dia tidak siap. Kondisi mentalnya tidak stabil dan kalian juga mengetahuinya."
"Baik dok, maaf kami tidak memperhatikannya tadi." Irene memilin kedua tangannya cemas.
Dokter Suzy menganggukan kepalanya. "Tunggu dia bangun tidak akan lama, Saya permisi. Oh iyaa jika boleh turuti apa yang dia mau karena pasti dia memiliki alasan untuk itu semua, dan jangan terlalu memaksanya biarkan semua hal mengalir sebagaimana semestinya hingga mentalnya siap dia akan menceritakan semua hal pada kalian. Saya pamit ada jadwal praktik sebentar lagi."
KAMU SEDANG MEMBACA
BlackVelvet || That's Me ✔️
FanfictionPark Chaeyoung, seseorang yang menyembunyikan identitas dirinya dari Kakak dan juga adiknya. 9 bersaudara dan anak ke-7 namun dia memiliki ayah yang berbeda dengan ke delapan saudaranya. Chaeyoung juga memiliki kepribadian ganda yang diberi nama Ros...
