Tania berjalan ke arah toilet dengan muka masamnya. Dia sangat kesal karen harus menjdi model di next projek, padahal Tania sudah bermalas malasan untuk foto tapi malah dilanjut untuk nexk projek.
Tania menatap pantulan dirinya di cermin wastafel, "yang benar aja, masa gue disuruh jadi model lagi? beneran gak waras!" ucapnya dengan kesal.
"Siapa yang gak waras?"
"Ehh," Tania terdiam melirik cermin wastafel guna melihat siapa yang berbicara, tapi sayangnya orang itu tidak masuk dalam pantulan cermin, kemungkinan besar orang itu berdiri di depan pintu toilet. Dengan cepat Tania berusaha memikirkan siapa pemilik suara yang menurutnya aneh.
Kayanya disini gak ada deh teteh teteh yang suaranya ngebas gitu, apa lagi serak ya?, pikir Tania.
"Ekhm,"
Refleks Tania balik badan menghadap pemilik suara itu.
Detik itu juga mata Tania seperti ingin keluar, bagaimana mungkin seorang laki laki ada di dalam toilet perempuan. Apa lagi laki laki itu bosnya, Raka Emilio.
"Mas ceo," gumam Tania sangat lirih. "Kenpa ada disini?" lanjutnya.
Raka yang mendengar pertanyaan itu menatap Tania heran. Kenapa ada disin? bukan seharusnya dirinya yang bertanya seperti itu?
"Emm,,, pak?" panggil Tania yang berusaha agar dirinya tenang, karena bosnya yang menatapnya tajam menusuk, bagaikan pisau yang baru saja di asah. 'Aduh kok gak ada orang yang masuk ke toilet lagi sih?', batin Tania cemas.
Bukannya menjawab, Raka malah berjalan menghampiri Tani sembari membuka kancing di lengan kanan dan kirin bergantian lalu menggulunya hingga siku.
'OMGT MAS CEO NGAPAIN!!' batin Tania histeris.
"Gak mau keluar?" tanya Raka sembari menganggat alisnya.
"Emm enggak, eh iya sebentar lagi ini," sahut Tania gugup karena jarak dirinya dengan Raka hanya berjarak 5 cm saja.
'Cantik' batin Raka.
Tania dengan cepat mencuci tanggan dan merapihkan bajunya, dia sudah tidak kuat menahan nafas dan gugup saat bosnya ini berdiri di dekatnya.
Raka terus memperhatikan apa yang Tania lakukan, hingga pandangannya berhenti di bibir merah, yang menurut Raka sangat menggoda. Ingin sekali Raka menggigit bibir merah itu.
"Shit!" Raka menggeleng pelan kepalannya guna menghilangkan pikiran liarnya. Dia bukan lelaki brengsek!
Tania menggerutkan alisnya saat melirik bosnya seperti menahan sesuatu. Mungkin mau pup, pikir Tania.
"Saya duluan pak," pamit Tania lalu berjalan dengan cepat.
Raka terus memperhatikan punggung kecil Tania hingga bener benar hilang di balik pintu.
***
"Kenapa Tan, kok kamu kaya orang linglung gitu?" tanya teh Mela.
"Itu teh masa ada cowok aneh di kamar mandi," sahut Tania dengan berbisik.
Teh Mela melihat pintu kamar mandi perempuan dan laki-laki secara bergantian.
"Mana tadi di dalam aku sendirian lagi," ucap Tania sembari bergidik ngeri.
"Kamu masuk kamar mandi laki-laki?" tanya teh Mela.

KAMU SEDANG MEMBACA
Mas CEO
General FictionRaka Emilio lelaki gila kerja yang sudah cukup umur untuk menikah, membangun rumah tangga. Tapi hingga 1 tahun ke depan tak kunjung menikah juga, dia bahkan sempat dikira tidak normal oleh sahabat dan orang tuanya. Sampai akhirnya dia tidak sengaja...