part 2. Lembaran Baru

420 46 53
                                    

Sesudah bertemu dengan ayahnya, kini Raka memutuskan untuk pergi ke clubbing untuk menghilangkan rasa penat. Aneh ya, penat kok ke clubbing.

"Tumben lo bro kesini?" tanya Angga -sahabat Raka- yang heran melihat Raka di tempat ini. Pasalnya Raka tidak pernah lagi menginjakkan kaki di tempat ini setelah membangun perusahaannya itu. Jika kesal, marah, setres ia akan melampiaskannya dengan kerja, kerja, dan kerja. Ya gila kerja!

"Gak boleh?" tanya Raka sembari mengambil tequila yang telah ia pesan lalu meminumnya.

"Ye tumben aja gitu lo kemarin lagi setelah puluhan tahun," sahut Fatur -sahabat Raka juga- anak dari pemilik clubbing yang sedang mereka tempati.

"Masalah cewek lagi?" Tanya Angga yang sudah apal dengan masalah Raka. Angga yang paling dewasa dalam hal apapun, hal itu membuat Raka betah berteman dengan Angga.

"Bokap ikutan," balas Raka sembari memijat keningnya.

"Wah, om Herman ikut ngejodohin lo juga?" Tanya Fatur menatap Raka antusias, "bakal punya kakak ipar nih gue" tambahnya. Fatur paling muda diantara mereka, karna itu Fatur menganggap mereka abangnya. oiya Fatur dan Angga sudah memiliki istri, tinggal Raka saja yang masih setia menjomblo.

"Nyuruh gue cari istri, bukan ngejodohin," balas Raka sewot.

"Sama baek. Yaudah tinggal lo cari aja cewek yang mau ama lo!"ucap Fatur.

"Yang mau ama gue banyak!"sombong Raka.

"Ck, banyak yang mau tapi kok masih jomblo," sahur Fatur.

"Bacot jing" umpan Raka. Fatur hanya terkekeh kecil.

"Othman Models jadi?" Tanya Angga yang sedari tadi asik dengan vodka nya.

Raka mengangguk, "jadi!"

"Nah lo cari istri di situ, pasti kan mantep mantep," sahut Fatur heboh, "kenapa gak dari dulu lo bangun Othman Models coba" imbuhnya.

"Gak usah macem-macem lo!" ucap Angga yang mengerti arah pikiran Fatur.

"Cuma satu macem bang," sahut Fatur terkekeh.

"Gak mungkin lah, gue nikah ama karyawan gue sendiri," ucap Raka.

"Nikah ama modelnya lah anjing!"balas Fatur kesal.

"Model," beo Raka.

"Iya model," ulang Fatur sedikit geram.

"Udah lah, ntar kalo jodoh juga ketemu. Mau model apa mau karyawan terserah tuhan itu. Gue balik dulu," pamit Angga setelah selesai menengguk vodka nya hingga tandas.

"Buru buru amat?" tanya Raka.

"Yoi, adek gue minta di puasin nih," balas Angga dengan senyum bangganya. Raka melirik jijik ke arah celana Angga yang menggembung.

"Mangkanya cari istri biar enak kaya kita," sahut Fatur melirik Raka.

"Duluan bro!" pamit Angga sekali lagi lalu pergi dengan terburu buru.

"Gue keatas, kalo lo mau cari cewek silahkan ntar gue siapin kamar VIP!" ucap Fatur tertawa.

"Sialan!"
•••

Setelah sampai di terminal Bandung Tania segera menuju rumah neneknya tercinta. selama perjalanan Tania terus melihat-lihat sekeliling. ternyata gak berubah, pikir Tania.

"Ini mang," ucap Tania memberikan uang kepada mang ojek.

"Makasih atuh neng," balas mang ojek, Tania menggunakan mengiyakan.

Mas CEOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang