Huang Renjun- Celengan Rindu II

1 1 0
                                    

Hai! Apa kabar?
Kamu sedang apa?
Aku sedang sakit perut ketika menulis :D!
Mau tau kenapa?
Nana makan nasi+ikan goreng+cabe setan ±10-15 buah.

Jangan ditiru dirumah ya bestie:)

Selamat membaca!

𓈉

Dan tunggulah, aku disana
Memecahkan celengan rinduku
Berboncengan denganmu
Mengelilingi kota
Menikmati surya perlahan menghilang
Hingga kejamnya waktu, menarik paksa
Kau dari pelukku, lalu kita kembali
Menabung rasa rindu
Saling mengirim do'a
Sampai nanti, sayangku.

...

"Kau tinggalkan aku, saat ku sedang sayang-sayangnyaaa,"

"Hingga ku ta'kan bisaaa! Tuk terbang tinggi lagi, mencari bintang yang dapat-

"Salah serper, goblok!." ujar Davin seraya memukul kepala Reyhan.

"Tau!. Dateng-dateng rusuh!." ujar Dilan yang membuat Reyhan agak pundung.

Alana tertawa,"Udah eh, kasian, takut nangis."

Mendengar itu, Reyhan malah makin pundung. "Jahat lu, Si-Alan."

"Alana! A nya tiga!." koreksi Alana.

"Lanjut Lan." ujar Sena.

Dilan mulai memetik gitar dipangkuannya dan kembali bernyanyi,"Salahkah bila aku mencintaimu~,"
"Dan berharap engkau, kan, jadi milikku."

Reyhan menyambar,"Walau banyak yang bilang kau tak pantas untukku!~"

Jihan menyeletuk,"Yaiyalah gak pantes."

"Mbak crush nya gud luking, spek bidadari gitu, lo nya apaan?." lanjut Alana, kemudian mereka semua tertawa mengejek Reyhan.

"Aku salah apa ya kak? Di buli mulu perasaan." dengus Reyhan.

"We're just friend? What are you saying," celetuk Dilan tiba-tiba.

Davin menggerakan alisnya turun naik,"Kode keras nih sepertinya, ya gak eh?."

Reyhan menyenggol lengan Alana,"Buat lo kali."

Alana mendelik,"Enggak ya! Apaan coba."

Alana tiba-tiba tertawa membuat Jihan terlonjak seketika.

"Anjir! Kesurupan lagi!." ujarnya seraya memegang Alana agar tidak kabur kemana-mana.

Alana melepaskan lengan Jihan yang ada di bahunya,"Kaga elah! Gue keinget kelakuan Dilan kemaren. Parah banget lo Lan."

Dilan hanya tersenyum.

"Emang kalian ngapain?," tanya Jihan penasaran, Sena pun sama. Mereka memasang wajah serius menanti Dilan ataupun Alana menjawab.

Dilan menghela nafas,"Sebenernya, ............", memasang wajah sedih, lalu menunduk.

Dilan tiba-tiba mendongak,"Ga cukup! Lanjut part dua!!!,"

Sena dan Jihan hampir serangan jantung.

"Si anjing,"- Jihan.

"AbangsatE,"- Sena.

Reyhan juga ikut kesal,"Ngomong napa anj, penasaran nih!,"

Alana tertawa sebentar lalu bersuara,"Haha, kita tuh,

 ┈ 𓈊 𓈒 ˲ Just Read and Enjoy The Story : )!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang