Selamat welcome
Kali ini aku bawa tukang kopi
Cobain kuy!...
Berawal dari ketuker,
The baby finally my boyfriend!Malam yang indah,saatnya rebahan,semoga dia ga—
"NANA!!!,BELIIN KAKAK BOBA."
-ngidam lagi.
Ribet emang itu orang,dia kakak ipar gue. Baru kawin eh nikah sama abang gue,baru hamil juga,ngidamnya aneh—suka nyuruh-nyuruh gue,beliin ini lah beliin itu lah,ambilin itu ambilin ini,masakin itu masakin ini,heuhhh meresahkan .Semoga aja anaknya nanti kalo udah lahir akhlaknya baik,gak kek emaknya.
"Aku tydack dengarrr~."
Brakkk
Pintu kamar gue didobrak.
"Budidayakan ketuk pintu sebelum masuk, sahabat." ujar gue dengan muka datar, cape sama dia,dia labil.
"Beliin kakak boba di depang gang itu buruan ih!." ujar kak Alsa.
"Cakep doang beli boba depan gang."
"Buruann!!, Kakak traktir kamu deh." Ucapnya sambil ngedipin mata ala Jungwon ENH-.jijik si liatnya,tapi penawaran yang menarik, boleh ughaa.
"Yaudah iya! Sini mana duitnya!."
"Uangnya kakak pegang aja,nanti bayar disana, kakak mau ikut sekalian Refreshing." Alah represing represing,sampe sana gue takutnya dia labil milih rasanya, but isoke lah demi boba.
"Yaudah Nana ganti baju dulu".
"Gausah!. Nanti keburu tutup warungnya". Ngebet banget istrinya Jamal.
"Kak!, ini gue cuma pake celana pendek ama kaos doang."
"Gapapa,keren kok." Matamu!.
"Yaudah a-
Kak Alsa lari sambil narik gue sampe depan pintu.
"Kak gausah lari napa sih! Ntar kalo ponakan gue kenapa napa gimane!."
"Hey,kalian mau kemana? Gausah lari-lari!." Noh kan si Jamal ngomel.
"Mau ke warung depan,sayang!."
"Mau traktir ade kamu boba!."
"Dia ngemis boba ke aku tadi!.""HEH! APA BANGET, DUSTA!"
"Yaudah aku berangkat ya, sayang."
"Iya sayang. Hati-hati."
Drama lagi
Abis pake sendal,yaudah kita ke tukang bobanya. Untung deket, lagi ga rame juga.
Asik gak ngantri."Bang!. Bobanya dua. Satu rasa matcha satu lagi—"
"Lo rasa apa kak?."
"Jeruk."
"Mangga aja deh,"
"Emm, Tapi Mint choco keliatannya enak,"
"Red velvet juga menarik,"
"Cokelat juga menggoda,"
"Gimana dong!?,"
"Tapi kakak juga pengen yang matcha,"
"Yaudah samain ama kamu deh." tuhkan labil,mana abis ngomong gitu dia langsung duduk di kursi pojok terus maen hape.Gue natap dia jengah.
"Alah sia neng!."
"Matcha dua bang!."
"Cappuccino satu!.""Gue duluan ya,kan lo baik."
Siapa si dia?,so kenal banget.
"Enggak,gue jahat,bang bikinin dulu yang matcha." Gue langsung ngambil hape gue yang tadi sempat gue taruh di meja bartender terus nyusul Kak Alsa duduk.

KAMU SEDANG MEMBACA
┈ 𓈊 𓈒 ˲ Just Read and Enjoy The Story : )!
RastgeleJust read, Baru pertama kali bikin cerita,jadi yaaa maklumin aja. Nana bakal berusaha buat yang lebih bagus lagi,bantu dukung Nana ya!,, Sama sama