Ghosting 8

18 3 24
                                        

Saya hanya orang biasa yang membuatmu tertawa, namun saya akan pergi jika anda bahagia.
-Zidan Dirgantara.

***

Nampak ada keraguan di wajah Jeysha, karna ia baru berkenalan dan mengenal Adam tapi orang nya sudah baik. Apa ia akan mengantar jeysha pulang dengan selamat atau ada mau nya?

"Rumah lo dimana?" tanya Adam pada Jeysha saat perjalanan.

"Itu di jalan Blintar nomor 69" jawab Jeysha.

"Lah deket dong rumahnya sama rumah gue" ucap Adam kaget.

"Eh beneran?" jawab Jeysha yang tidak percaya.

"Gue keliatan boong ya hahaha, kapan kapan pulangnya bareng gue aja ya" ucap Adam.

"Eh gausaa, takutnya ngerepotin" ucap Jeysha

"Enggak repot kok" jwab Adam

Skip

"Nahh disinii" ucap Jeysha yang sudah sampai dirumahnya.

"Makasi ya bang udah anter gue pulang, hehehe" sambung Jeysha.

"Iyaa sama sama, lain kali pulang jangan malem malem ya, gabaik" ujar Adam.

"Iyaa"

"Okeh, gue pamit pulang dulu" ucap Adam.

"Okeee tiati bangg" ucap Jeysha.

Jeysha pun membuka gerbang rumahnya
Saat memasuki rumah ia melihat Juna dan ayah nya Juna di ruang tamu.

Jeysha hanya tidak peduli keberadaan Juna dan Ayah Juna di ruang tamu sambil mengobrol dengan kedua orang tua Jeysha.

"Jeysha"

Jeysha yang tadi tidak peduli membalikkan badannya kebelakang.

"Iya?"

"Duduk sini" ucap ayah Jeysha.

"Bentar"

Jeysha ke atas untuk meletakkan tas nya di kamar.
Jeysha yang tidak menukar pakaian pun pergi ke ruang tamu.

"Ada apa?" tanya Jeysha penasaran.

"Duduk dulu" ucap bunda Jeysha.

Jeysha menurut perkataan bunda nya

"Jadi gini, saya menemani anak saya untuk mohon minta maaf kepada ananda Kajeysha, anak saya Juna sudah berjanji agar tidak mengulang kesalahannya lagi, saya disini hanya ingin anak saya Juna dan ananda Kajeysha berdamai, ingat loh orang muda jika sedang bercinta itu suka gagal dan salah, wajar kan? Jadi, ayo maafin Juna" jelas ayah nya Juna dengan senyuman.

"Bapak sama anak nya sama aja kang ngemis maaf, BULLSHIT DUDE!!" ujar Jeysha yang langsung berdiri dan berjalan ke atas.

"KAJEYSHA KAMU GABOLEH GITU" triak bunda nya

"Jeysha, ayah nya Juna belum selesai ngomong jangan asal pergi aja." ucap ayah Jeysha.

"Eh maaf ya pak, putri kita seperti nya sedang banyak pikiran jadi tunggu waktu yang tepat aja ya pak" ucap bunda.

"Maaf ya pak, jika perkataan putri kita kurang enak didengar" ucap ayah Jeysha

"Gapapa kok bu, pak" ucap ayah Juna.

Sedangkan Juna? Dia hanya diam mematung.

﹋﹋﹋﹋﹋﹋﹋﹋

"BANGSAT, BRENGSEK, BAJINGAN, TOLOL, GOBLOG AAGHH" ucap Jeysha sambil menendang meja belajarnya.

"Gak gini juga donggg, tomlol bed siiihhh"

"Ah taik"

Jeysha mengcek handphone nya
Sekarang ia mencari chat Zidan sahabat virtual nya.

"LAHHH"

"LAH KOKK"

*Akun Terhapus*

Akun sahabat virtual Jeysha sudah hilang atau sudah dihapus, alhasil Jeysha sudah tidak bisa menghubungi nya lagi, Jeysha menangis dengan deras.

"ANNJJJIIINHHHHH"

"oke fiks gue gaboleh nangis."

"GUE GABOLE NANGIS ANJINKK"

"AH BANGSAD HIKS GABISAK"

Ceklek..

Pintu kamar Jeysha ada yang membuka.

"Apaansih heboh bener" ucap abangnya

"BANGG DIKKKK" rengek Jeysha.

"Paan"

"Gue di gostinkkk"

"WAHAHAHAHHAHA ANJAYYY KASIANNN"

"BANGSAD, PERGI LO BANGG"

"Ga deh, sesekali gue serius" ucap bang Andika

"Cowo mah kalau ga selingkuh ngegosthing" sambung bang Andika.

Perkataan itu membuat Jeysha sedikit tenang.

"People come and people go, wajar" ucap bang Andika

"Apa lagi lo kan virtual ama die, virtual mana ada yang menetap, kalo menetap sih gamungkin banget, udah gausah ditangisin gapenting tau gak" sambung bang Andika.

"Tapi i-ini hiks jeysa udah s-sayang banget sama d-diaa" ucap Jeysha.

"Dia ga cocok buat lo, lo kan udah berdoa kan kalo lo dijauhi sama orang-orang yang ga bener, nah contoh nya dia pergi kan" ucap bang Andika

"Udahlah gausah dipikirin, lo move on sama dia gue ajak lo jalan jalan ketempat yang lo mau" sambung bang Andika

"Serius?" ucap Jeysha yang tidak percaya.

"Iya"

Jeysha pun kembali tenang sekarang ia dibuat senyum oleh abangnya, mulai dari sekarang ia mencoba untuk melupakan nya.

"Btw tadi pulang sama siapa?" tanya bang Andika.

"Itu sama siapa si namanya" ucap Jeysha yang mencoba mengingat

"Itu..."

"NAH, nama nya bang Adam jopanda zikrillah" ucap Jeysha yang sudah ingat.

"Oalaaaa si Adam" ujar bang Andika

"Emang abang tau? Tau darimana?" tanya Jeysha

"Adkel SD abang dulu ituu, rumah nya deket sama kita" ucap bang Andika

"Owww"

"Mungkin dia suka sama lo" ucap bang Andika

"Ihh mana mungkin, baru kenal juga"

"Bisa jadi? Gimana? "

"Jangan, hati ku cuma untuk Choi Yeonjun seorang"

"Nwajis"

"BENERAN"

Jeysha pun dibuat tenang oleh abangnya itu, sunggu abang nya sangat sayang dengan adeknya walaupun sering bertengkar.
Mereka suka bertukar cerita saat tidak ada kerjaan, Jeysha sangat beruntung punya abang seperti Andika.


















Next?

Can I Be The One? Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang