SPORADIS
Serupa elegi pagi
Membangunkanku dari lelap yang baru sebentar
Semalam sampai insomnia
Kopiku terlalu pekat rupanya
Di mimpiku kau datang bertamu
Membawakan setangkai mawar biru
Memporakporandakan segala upayaku
Melupakanmu..
Memoriku menarik mundur peristiwa
Moment tanggal dua puluh lima
Hingga drama sehabis hujan di sudut kota
Potertmu abadi lewat sepasang netra
Ku tetap rupawan seperti pertemuan kita kali pertama
Aku terjebak di belantara gersang
Terpasung sesak di ruang paling kenang
menyesatkanku dari jalan menuju pulang
'Mengapa harus kamu ?'
Pada tumpukan buku-buku kusam berdebu
Tak jua ku temuai jawab atas tanya itu
Seperti bait-bait yang tercipta paling melankolis
Bagiku kau hanya sebatas sporadis -
KAMU SEDANG MEMBACA
Konspirasi Rasa
PoezjaTentang bahagia dan air mata. Tentang cinta yang tak pernah terbalaskan dan tak pernah terungkapkan. Ajari aku bagaimana cara merangkai kata. Bagaimana caraku menyatakan segalanya. Aku tak mampu mengakuinya. Aku hanya manusia yang tak tau diri. Meng...
