Konspirasi Hujan

21 0 0
                                        

Aku terbangun di suatu pagi. Ialah hari yang kini hampir menjadi rutinitas untuk segera kembali memenuhi kewajiban dibangku pendidikan tinggi.

Aah, rasanya malas sekali. Ternyata sejak pagi buta hujan pun tak kunjung berberhenti, padahal hari itu aku harus berangkat lebih awal dari biasanya. Yahh, memang hampir setiap akhir pekan aku kembali ke rumahku.

Dengan menerobos hujan aku tetap pergi hari itu. Tidak peduli apapun yang terjadi. Setelah menunggu beberapa saat, sebuah bus berhenti dan aku naik segera mencari tempat duduk yang tak berpenghuni.

Aku selalu senang duduk didekat jendela. Hal itu sudah ku lakukakan sejak lama. Hanya untuk bisa melihat keluar dan memanjakan mata dengan keindahan semesta.

Hujan masih tetap turun. Rintik airnya pun jatuh dan mengalir membasahi jendela bus. Aku mulai teringat sesuatu. Hujan yang jatuh di kaca jendela selalu mampu membangkitkan rindu.

Aku rindu banyak hal. Tak terlebih rinduku tentangnya. Rintiknya yang jatuh mengajari tentang bagaimana seharusnya mencintai. Dari hujan pun aku mempelajari tentang bahasa air, bagaimana berkali-kali jatuh dan tak pernah mengeluh pada takdir.

Ada masa dimana harus rela. Ada waktu dimana harus melupa. Ada saat dimana kita harus menerima. Dan pada akhirnya hanya waktu yang punya jawabnya.

Caraku mencintai seperti tetesan hujan yang turun ke bumi. Tak peduli seberapa banyak lagi harus jatuh dan cinta sendiri. Tetap tabah pun senantiasa memberi. Tanpa pernah memperhitungkan apa yang akan diterima pada akhirnya.

Suara hujan pun seperti mengalunkan suaramu. Yahh, mungkin itu hanya imajinasiku. Tersebab aku amat sangat merindu. Hingga berhalusinasi. Ahh, tapi terserah saja apa kata mereka. Aku tidak peduli.

Segala hal tentangnya, apa saja yang berpaut dengannya, sungguh, tanpa sepengetahuan siapapun aku selalu ingin tau. Dari yang ia suka sampai apa yang ia perlu.

Ahh, sungguh aku sampai lupa dan tak sadar. Bus yang ku tumpangi sudah sampai di tujuannya. Ternyata aku menangis sedari awal melihat hujan dikaca,

Sph-Pwt, Nov '18

Konspirasi RasaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang