Ribuan tahun yang lalu, sebuah ras lahir saat adanya kristal quartz yang mengalami mutasi. orang-orang itu terlahir dengan sel-sel berbentuk kristal quartz yang membuat mereka dapat meregenasikan diri mereka dengan sangat cepat. mereka juga berumur...
Yashiro berjalan menuju akademi. Hari ini moodnya sedang sangat-sangat buruk. Informasi soal misi kemarin pasti sudah tersebar disekolah.
"Ughhh, Pasti aku akan di ejek hari ini" gerutu Yashiro.
Ia mencaci dirinya dalam hati. Mengapa aku selemah ini? Batinnya.
Di tengah perjalanan menuju akademi, Ia melihat seseorang yang familiar di depannya. Lelaki bersayap naga dengan rambut hitam bergradasi biru yang agak berantakan. Itu adalah Tsukasa.
"Eh? Tsukasa! Selamat pagi!" Yashiro berlari dan menyapanya. Sekarang posisi mereka sejajar.
Tsukasa menoleh dan tersenyum hangat "Pagi Yashiro!".
"Eh! Rumahmu berada disini?"
Lelaki itu menggeleng "Tidak, rumahku tidak disini. Ngomong-ngomong, ayo berlomba! Yang terakhir sampai di akademi adalah telur" tantang Tsukasa.
"Ayo! Siapa ta—" Sebelum Yashiro menyelesaikan kalimatnya, Tsukasa lebih dulu melesat dengan cepat.
"HEI! ITU CURANG!" Yashiro berlari menyusul Tsukasa yang mulai samar dari pandangannya.
***
Jam istirahat di Akademi Quartz. Para murid pergi mengobrol ataupun membeli makanan. Ada juga yang masih dikelas, mengobrol.
Yashiro duduk dikursi, bingung mau melakukan apa di jam istirahat ini.
"Yashiro!" Tsukasa mendekati meja Yashiro. Ia habis ngobrol barusan.
Yashiro merubah posisi duduknya "Iya?".
"Mau ke kantin? Aku traktir hari ini!" ucapnya riang.
Para murid cewek dikelas menoleh, menatap tajam Yashiro. Yashiro terdiam melihat teman-temannya yang menatapnya tajam.
Yashiro merunduk "Boleh-boleh saja." ia berdiri dari tempat duduknya.
Tsukasa tertawa kecil "Kalau begitu ayo! Kita pergi ke kantin sekarang!" Tsukasa menarik tangan Yashiro, membuatnya hampir terjatuh.
"E-eh! Eh! Tunggu!" Yashiro berlari— lebih tepatnya ditarik— bersama Tsukasa menuju ke kantin akademi.
Sesampainya di kantin, Tsukasa dan Yashiro mengantri di barisan murid-murid yang hendak membeli makanan maupun minuman. Sesekali murid-murid perempuan melirik mereka berdua dan berbisik-bisik.
"Kau ingin beli apa Yashiro? Nasi Padang? Ramen? Es jeruk?" Tsukasa menoleh kearahnya.
"Ummm.... Aku ingin...."
Ucapan Yashiro terhenti saat ia melihat seorang lelaki yang menyibak kerumunan, membuat murid-murid lain ngeri melihatnya. Wajahnya suram dan dingin. Rambutnya yang berwarna ungu berantakan dengan beberapa helai rambut berwarna hitam legam. Ia memakai jaket hitam panjang dengan kaos ungu yang terlihat gelap. Tingginya sama seperti Tsukasa. Matanya Heterochomia, Hitam dan ungu.
[Jangan peduliin pakaian yang gak sesuai sama deskripsi TnT]
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.