Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Jam pulang sekolah tiba, Aran melangkahkan kakinya terburu-buru menuju motornya. Tadi Aran mendapat telpon dari Ibunya bahwa alergi Arka kambuh.
Sialnya Aran harus menghadiri rapat Bahasa di sekolahnya membuat dirinya tidak bisa langsung menyusul keluarganya.
"Buru-buru banget pak" ucap Dimas yang sudah bersama Chika
"Iya" balas Aran
Aran menaiki motornya dan memakai helmnya. Saat dirinya akan menyalakan motornya, Aran terdiam sejenak lalu menatap Chika.
"Arka sakit, alerginya kambuh sekarang di rawat di Rumah Sakit" ucap Aran pada Chika
Aran menyalakan motornya dan langsung pergi meninggalkan parkiran sekolah.
Aran pikir, Chika juga harus tau tentang kabar anaknya. Chika sendiri sangat sayang dengan anaknya jadi Aran memberitahunya.
"Arka anak kecil yang waktu itu?" Tanya Dimas
"Iya"
"Dim ikutin motor Pak Aran cepet, gue mau nengokin Arka" ucap Chika dengan raut wajah khawatirnya
Dimas mengiyakan ucapan Chika. Dengan cepat mereka berdua menyusul Aran.
Selama di jalan Aran terus saja khawatir dengan anaknya itu. Arka alergi dengan udang, selama ini Aran sangat memperhatikan makanan anaknya itu.
15 menit kemudian, Aran tiba di rumah sakit. Sisca sudah mengirimkan nomer kamar inap Arka. Dengan langkah terburu-buru ia menyusuri lorong rumah sakit.
Setelah tiba di depan kamar inap Arka, Aran langsung masuk ke dalam ruangan. Ia membelakkan matanya karena melihat mantan istrinya duduk dikursi sebelah bangsal anaknya.
Aran menolehkan kepalanya pada ibu bapak dan kakaknya. Mereka bertiga kompak menggelengkan kepalanya. Ia memilih mendekati bangsal anaknya. Aran mengusap kepala Arka lalu mengecup kening anaknya.