legenda yang tidur

5.5K 355 129
                                        

Yaoi

Mature

Narusasu

Mk Sensei sama punya

::

::

::

Semua berasa terlalu cepat bagi sang Hokage ketujuh. Bayang manis kenangan indah miliknya tiba tiba berputar dalam memorinya saat ini. Entah kenapa otaknya mengirim sinyal menyenangkan surga dunia yang baru ia kecap. Kidung asmara dana yang begitu indah dikelilingi bunga bunga bermekaran seakan menjadi simbol makna kehidupan.

Amber. Mungkin menggambarkan warna cinta yang indah. Ketika bibit cinta mulai tumbuh menjadi kuncup nan malu. Namun pasti, perlahan dia akan mekar sempurna, indah hingga membuat yang melihat akan merasa kesenangan dan kebahagiaan.

Naruto menanam benih itu sedari kecil, dengan bahagia di pupuk dan dipelihara tanpa pamrih. Tanpa balas, indah sekali yang sayangnya ia belum sadari. Walau dengan sedikit dorongan yang sayang nya berasal dari tamparan keras sang musuh lah rasa dan asa itu ia sadari.

Terlambat daripada tidak sama sekali.

Atau

Indah pada waktunya.

Ah, sayangnya gambaran dikepalanya itu berbanding terbalik dengan situasi tubuhnya yang kaku tak bergerak. Aliran cakra berwarna hitam milik Akari yang membelit tubuh Naruto membuat tubuhnya lemas. Tak berselang lama suara gedebug terdengar seiring dengan bertemunya tubuh dengan bumi.

Sang musuh hanya tersenyum simpul seraya menggumamkan sesuatu yang tetiba membuat tubuh sang pahlawan dunia shinobi itu melayang layang di udara.

" Satoshi, buat array nya sekarang. " titah Akari kepada murid kesayangannya.

Dengan sigap, Satoshi mengambil kunai lalu menggores telapak tangannya sendiri hingga keluar cairan berwarna merah tua dan berbau anyir. Menanti cairan itu mengalir ke bawah, dengan telaten ia membuat lambang array dengan pola rumit dengan diameter sekitar satu meter. Jika itu orang biasa, mungkin ia akan terasa pusing atau bahkan pingsan mengingat cairan yang dibutuhkan untuk membuat lambang itu lumayan banyak. Namun, hal demikian tidak berlaku untuk para shinobi elit yang memiliki cakra tinggi dan kemampuan mumpuni.

Bagi mereka menggunakan cairan pekat berwarna merah itu sudah menjadi makanan sehari hari dalam kehidupan mereka. Kekuatan cakra mereka dalam meregenerasi sel darah merah pun berlangsung dengan lebih cepat dibanding manusia biasa. Bukan hanya sel darah merah, bahkan kemampuan regenerasi sel tingkat tinggi mampu membuat para shinobi elit terlihat jauh lebih muda dari usia mereka sebenarnya, seperti kemampuan yang dimiliki godaime, sang sanin medis legendaris Tsunade Senju.

Butuh waktu hampir 30 menit membuat array yang mereka inginkan. Satoshi terlihat sedikit pucat mengingat cairan pengantar sari - sari makanan ke seluruh tubuhnya perlahan menipis. Keringat dingin perlahan mengalir di keningnya. Penglihatannya pun mulai memburam.

Suara hembusan nafas keras ia keluarkan ketika cairan terakhir itu melengkapi garis lambang terakhir. Bibir pucat itu sedikit melengkung ketika ia berusaha berdiri. Menopang tangan kanan pada lutut dan perlahan menegakkan diri.

Nanadaime's LOVE ( Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang