Perjalanan membawa mereka ke tempat yang jauh lebih ekstrem sebuah gunung berapi raksasa yang asapnya selalu mengepul ke langit, tanah di sekitarnya panas, berbatu, dan berwarna merah kecokelatan. Bagi orang biasa, tempat ini adalah neraka, tapi bagi Naruto dan Sasuke, tempat ini terasa pas karena kekuatan mereka, kekuatan Rubah dan kekuatan Uchiha, sama-sama lahir dari api dan kekuatan dahsyat.
Naruto sangat bersemangat di sini. Energi alami yang panas di sekitar membuat darahnya mendidih, membuat naluri buasnya bangkit kembali dengan lebih kuat. Ia melompat-lompat di bebatuan dengan kecepatan yang sulit dilihat mata, tertawa suara tawanya lantang, bergema di lembah gunung sebelum akhirnya ia kembali mendarat tepat di depan Sasuke, yang berdiri tenang di atas tebing yang menghadap ke kawah yang memancarkan cahaya merah menyala.
"Tempat ini panas, sama seperti dalam dadaku sekarang," kata Naruto, matanya bersinar berwarna emas terang, bercahaya di tengah kabut asap. Ia mendekat, tangannya mencengkeram pinggang Sasuke, menariknya mendekat hingga tidak ada ruang sedikit pun di antara tubuh mereka. "Sasuke kamu lihat itu? Api di sana sepanas rasa ini. Sejak kita berangkat dari padang bunga, aku tidak berhenti menginginkanmu lagi. Kenapa? Kenapa setiap kali melihat mu, aku selalu ingin menyentuhmu, memilikimu, sampai aku merasa melihatmu saja tidak cukup?"
Sasuke menatap lurus ke manik mata kekasihnya itu, tahu betul bahwa perubahan pada tubuh Naruto juga mengubah cara kerjanya keinginan dan kebutuhan akan pasangannya menjadi jauh lebih intens, hampir tak terpuaskan. "Karena kita berbagi nyawa, Naruto. Apa yang kamu rasakan, aku juga rasakan. Keinginanmu adalah keinginanku juga."
Tanpa kata lain, Naruto mengangkat tubuh Sasuke seolah mengangkat benda yang tak berbobot, membawanya ke celah bebatuan yang terlindung namun tetap hangat oleh panas bumi. Di sana, dengan latar belakang cahaya merah lava dan suara gemuruh perut bumi, Naruto melepaskan segala hasrat yang terpendam. Gerakannya cepat, kuat, penuh tuntutan, seolah ingin membuktikan kepada seluruh alam semesta bahwa Sasuke adalah miliknya.
"Kamu milikku selamanya," geramnya berulang kali di sela-sela napas berat, setiap sentuhan dan gerakan membawa tanda kepemilikan yang mendalam. Ia mencium dengan rakus, memeluk dengan kekuatan yang cukup untuk meremukkan batu, namun selalu berhenti tepat sebelum melukai Sasuke. Di tempat yang keras dan berbahaya itu, persatuan mereka terasa seperti perjanjian abadi dua kekuatan besar yang bertemu, melebur, dan menjadi satu kekuatan yang tak tertandingi. Di puncak gunung itu, mereka tahu bahwa tidak ada bahaya apa pun di dunia ini yang bisa menakuti mereka, selama mereka saling memegang satu sama lain.
Melintasi benua, mereka sampai di ujung utara dunia, tempat di mana matahari hampir tidak pernah bersinar terang, dan segala sesuatu tertutup lapisan es tebal serta salju putih bersih. Suhu udara di sini jauh di bawah titik beku, cukup untuk membekukan darah makhluk biasa dalam sekejap. Namun bagi Naruto, yang kini memiliki tubuh yang tahan banting dan hangat bagai api hidup, dingin hanyalah hal sepele. Bahkan, ia merasa senang karena ini berarti Sasuke akan sangat bergantung padanya untuk mendapatkan kehangatan.
Mereka berlindung di dalam sebuah gua es yang berkilauan indah seperti kristal raksasa. Naruto menciptakan dinding api kecil di sekeliling mereka menggunakan chakra alaminya, menjaga suhu di dalam tetap nyaman. Sasuke duduk bersandar, sedikit menggigil karena udara dingin yang menembus celah pakaian, namun dalam sekejap, Naruto sudah ada di sana, memeluknya erat dari belakang, membungkus seluruh tubuh Sasuke dengan tubuhnya yang besar, hangat, dan penuh bulu halus yang lembut.
"Dingin..." gumam Naruto, menempelkan dagunya di bahu Sasuke, napasnya yang hangat menerpa kulit leher kekasihnya. "Tubuhmu dingin. Biarkan aku hangatkan. Aku bisa membuatmu selalu hangat. Selalu." Ia memutar tubuh Sasuke agar berhadapan dengannya, tangan besarnya mengusap lengan, punggung, dan wajah Sasuke, mentransfer kehangatan tubuhnya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nanadaime's LOVE ( Complete)
Fanfictionupaya penyelamatan sang sahabat berujung terkuaknya sebuah rahasia...
