Warning
Boys love
Narusasu
MK sama punya
Canon
Suara gemuruh pertarungan mengguncang seluruh isi gua.
Batu-batu besar berjatuhan dari langit-langit, debu beterbangan memenuhi udara.
Di bawah sana, Gaara dan Shikamaru berjuang mati-matian menahan serangan Satoshi yang brutal, sementara Akari dengan santainya bermain-main dengan kekuatan Otsutsuki-nya, seolah semua serangan musuh hanyalah mainan anak kecil.
Dan di udara, tepat di samping dinding batu...
SASUKE UCHIHA masih memeluk tubuh lemas Naruto.
Wajahnya panik luar biasa, tangannya sibuk menekan luka di bahu dan perut Naruto yang masih mengucurkan darah segar.
"Naruto! Bangun! Tolong bangunlah!" desak Sasuke, suaranya pecah menahan tangis dan ketakutan.
"Anak kita... mereka mau bunuh anak kita! Naruto, tolong sadar!!"
Tangisan bayi yang terdengar dari bawah makin keras dan menyayat hati.
Suara itu... suara kecil yang penuh ketakutan itu...
Seperti lonjakan listrik yang menyambar langsung ke otak Naruto.
KEMBALINYA KESADARAN 👁️💥
"NGHAAAAA!!"
Naruto mengerang keras.
Kelopak matanya yang berat terbuka lebar secara paksa.
Pandangannya kabur, berputar-putar, tapi indranya bekerja cepat.
Yang pertama dia rasakan: SAKIT.
Sakit yang luar biasa.
Seperti seluruh tulang dan ototnya diremukkan satu per satu.
Yang kedua dia rasakan: KOSONG.
Sangat kosong.
Di dalam dirinya, tempat di mana selama ini ada lautan chakra emas yang tak habis-habisnya...
Sekarang kering.
Gersang.
Kurama diam total.
Bahkan detak jantung sang Rubah Ekor Sembilan pun tidak bisa dia rasakan lagi.
"Chakranya... habis..." bisik Naruto parau, matanya membelalak menyadari kondisinya sendiri.
"Mereka hisap semuanya... Aku... aku lemah..."
Tapi sebelum rasa putus asa itu sempat menguasainya,
matanya menangkap sosok di bawah sana.
Di altar.
Di tengah segel ungu yang makin menyusut.
"ANAKKU!!"
Teriakan itu meledak dari tenggorokannya.
Bukan teriakan Hokage.
Bukan teriakan Shinobi terkuat.
Tapi teriakan seorang AYAH yang melihat nyawanya mau direnggut!
"LEPASKAN ANAKKU!!"
Naruto berusaha berdiri.
Kakinya gemetar hebat, hampir roboh.
Darah membanjir turun dari lukanya, membuat pandangannya makin gelap.
Tapi dia tidak peduli.
Dia tidak boleh jatuh.
Belum saatnya.
Sasuke langsung menyangga tubuh Naruto, matanya berkaca-kaca melihat wajah pasangannya yang pucat pasi tapi matanya menyala api kemarahan.
"Naruto, kondisimu parah! Jangan di paksa!" Cakranya habis Kurama nya tak terdengar.
"Diam kau, Sasuke!" potong Naruto cepat, suaranya serak tapi tegas.
"Itu anak kita di sana! Mau biarkan dia mati?!
Aku tidak butuh Kurama!
Aku tidak butuh chakra sebanyak lautan!
Selama ada napas ini, selama kaki ini masih bisa melangkah...
AKU AKAN HANCURKAN MEREKA!"
"SATOSHI! JANGAN BIARKAN MEREKA GANGGU!" teriak Akari dengan suara manis namun mengerikan.
Dia masih berdiri tenang di samping altar, tangannya terus membentuk segel untuk memacu ritual.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nanadaime's LOVE ( Complete)
Fiksi Penggemarupaya penyelamatan sang sahabat berujung terkuaknya sebuah rahasia...
