Warning
Boyslove
Narusasu
Mk sensei sama punya
Canon
Angin kencang berhembus menerpa wajah-wajah yang pucat dan hancur.
Di bawah kaki mereka, hamparan awan putih yang biasanya terlihat damai dan indah.
Kini terlihat seperti kain kafan raksasa yang menutupi bumi.
Tidak ada suara tawa.
Tidak ada suara obrolan.
Hanya ada deru angin dan suara hati yang pecah berkeping-keping.
Mereka terbang rendah.
Seolah-olah takut jika terbang terlalu tinggi, angin akan merebut kembali apa yang tersisa dari mereka.
Di tengah formasi itu,
terhampar sebuah panggung pasir yang luas, halus, dan berwarna keemasan. Bukan lagi senjata mematikan, bukan lagi perisai pertahanan. Hari ini, pasir itu berfungsi sebagai tandu.
Tandu termegah dan termahal yang pernah dibuat oleh Kazekage.
Dan di atas pasir itu terbaring tenang sosok yang tak pernah terbayangkan akan terbaring seperti ini.
UZUMAKI NARUTO.
Sasuke Uchiha duduk bersila di kepala tandu pasir itu. Tangan kanannya mencengkeram erat tangan kiri Naruto. Tangan yang biasanya hangat, kasar karena sering memegang kunai dan membentuk Rasengan, serta selalu siap memberikan jabat tangan persahabatan, sekarang terasa sedingin es, lemas, dan tidak memberikan respon sedikitpun.
Sasuke tidak menangis. Tidak ada teriakan histeris. Tidak ada amarah yang meledak.
Dia hanya diam membisu menatap wajah pasangannya itu tanpa berkedip. Sejak keluar dari gua sampai sekarang, bibirnya tidak pernah terbuka. Seakan-akan kata-kata telah hilang dari kamus hidupnya selamanya.
Matanya Rinnegan yang biasanya memancarkan aura dingin dan mematikan itu sekarang kosong.
Seperti dua lubang menganga yang menampakkan kehancuran di dalam jiwanya.
'Naruto...'
'Lihat aku...'
'Kau bilang kita akan melindungi dunia bersama-sama...'
'Kau bilang kita akan melihat anak kita tumbuh besar menjadi ninja hebat...'
'Kenapa kau diam sekarang? Kenapa kau tidur selamanya?'
Hati Sasuke terasa seperti ditusuk ribuan kali oleh pedang es, sangat sakit.
Tapi sakit itu tidak keluar, melainkan tertahan di dalam, menggenang, dan perlahan-lahan membekukan seluruh aliran darahnya.
Dia menundukkan wajahnya, menyandarkan dahinya di atas punggung tangan Naruto yang dingin itu. Bahunnya tidak bergetar.
Tidak ada isak tangis yang terdengar.
Tapi siapa pun yang melihatnya akan tahu, pria bernama Uchiha Sasuke ini sudah mati bersama dengan orang yang terbaring di depannya. Yang tersisa hanyalah tubuh kosong yang membawa duka abadi.
"Dasar pembohong" bisiknya sangat pelan, hanya angin yang mendengar.
Di sisi kiri tandu,
Gaara melayang dengan ekspresi yang sulit digambarkan. Kedua tangannya tetap fokus mengendalikan pasir agar perjalanan ini semulus mungkin, agar orang yang terbaring itu tidak merasakan guncangan sedikitpun.
Tapi matanya tidak bisa mengalihkan pandangan dari wajah Naruto.
Rasa tidak percaya masih memenuhi seluruh pikirannya.Bagaimana bisa?
Bagaimana bisa orang sekuat Naruto,yang dianggap sebagai pilar dunia ini, yang selalu tersenyum dan berkata "Aku tidak akan kalah!"
Berakhir seperti ini?
Gaara mengingat masa lalu.
Saat dia masih menjadi monster yang dibenci semua orang. Saat dia merasa hidup tidak ada artinya.
Dan Naruto lah yang datang menghajarnya habis-habisan, lalu mengulurkan tangan dan menyelamatkannya dari kegelapan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nanadaime's LOVE ( Complete)
Fanfictionupaya penyelamatan sang sahabat berujung terkuaknya sebuah rahasia...
