Dia yang hilang

407 50 17
                                        

Suasana mencekam menyelimuti seluruh desa. Di area pemakaman, kerumunan warga membludak, namun mereka terdiam mematung melihat pemandangan di depan mata.

Makam Naruto Uzumaki, yang baru saja ditutup tanah semalam, kini terdapat lubang besar di sana. Pasir dan tanah berserakan, batu nisan bergambar lambang Hokage terguling miring, dan yang paling mengerikan peti mati itu terbuka lebar dan kosong

Berita menyebar bagai api di rerumputan kering. Seluruh Konoha gempar. Rasa sedih atas kehilangan pahlawan mereka bercampur dengan rasa ngeri dan marah yang luar biasa. Jejak chakra di lokasi samar namun terasa sangat jahat, menunjukkan bahwa pencurian ini dilakukan oleh ahli yang sangat berbahaya.

Suasana di ruangan tertutup ini jauh lebih berat daripada medan perang. Shikamaru Nara, yang kini memegang tampuk kepemimpinan, duduk di kursi Hokage dengan wajah pucat namun matanya tajam menyala. Di sekeliling meja panjang, duduk Sakura, Kakashi, Sai, para kepala klan, dan tetua desa.

"Jadi benar-benar hilang?" tanya Shikamaru, suaranya rendah namun bergetar menahan emosi.

"Benar, Hokage-sama," lapor petugas keamanan dengan kepala tertunduk. "Musuh menembus penghalang dengan sangat mudah.Dia tidak terdeteksi oleh para Shinobi yang berjaga, juga tidak ada keanehan tadi malam. Seolah tahu persis di mana letak makam itu."

BUK!

Salah satu tetua memukul meja dengan keras. "Ini penghinaan terbesar! Mereka tidak hanya mencuri mayat, mereka menginjak-injak kehormatan Konoha! Kita harus mengerahkan seluruh pasukan segera!"

" Apa yang kamu katakan memang benar, kita akan memilih Shinobi khusus untuk menjalani misi tingkat S ini."

Kakashi menganggukkan kepala dan Shikamaru menunduk sedikit untuk memikirkan rencana dalam kepalanya.

"Tapi kemana kita akan mencari? Wilayahnya terlalu luas!" sahut yang lain. "Dan kita tidak tahu kekuatan apa yang musuh miliki!"

Perdebatan mulai memanas. Satu sisi ingin bertindak cepat, sisi lain takut salah langkah memicu bencana.

Tiba-tiba...

CREKK!

Pintu ruang rapat didorong terbuka dengan kasar, tidak ada ketukan, tidak ada izin. Semua kepala menoleh.

Di ambang pintu berdiri Sasuke Uchiha. Wajahnya dingin seperti biasanya, tapi ada aura gelap yang mengelilinginya. Ia berjalan masuk dengan langkah lebar dan tegas, langsung menuju meja rapat.

"Sasuke?!" seru Sakura kaget. "Kamu kenapa di sini? Kamu seharusnya."

"Kalian kira aku akan diam saja mendengar hal ini?" potong Sasuke dingin, matanya menatap lurus ke arah Shikamaru. "Mayat Naruto hilang. Aku akan pergi mencarinya."
Ucapan itu sontak membuat ruangan gaduh.

"Tunggu, Uchiha!" seru salah satu penasihat dengan nada keras. "Kamu sadar apa yang kamu katakan? Kondisi kamu sekarang tidak memungkinkan!"

"Apa maksudmu?" tanya Sasuke mendengus.

"Kamu baru saja menjadi ayah, Sasuke!" kali ini Sakura yang angkat suara, wajahnya cemas setengah mati. " Tubuhmu belum pulih sepenuhnya! Chakra kamu masih belum stabil dan belum kembali ke kondisi maksimal setelah masa pemulihan itu! Bayi itu butuh kamu!"

"Benar," tambah Shikamaru dengan tegas namun berusaha tetap tenang. "Kita tidak bisa mengirimmu dalam kondisi seperti ini. Risikonya terlalu besar. Jika kamu memaksakan diri dan terjadi sesuatu padamu."

"kalian takut aku gagal?" tantang Sasuke, suaranya mulai meninggi.

"Bukan begitu! Kami takut nyawa kamu melayang sia-sia karena memaksakan tenaga yang belum pulih!" bantah Kakashi yang selama ini diam. "Misi ini berbahaya, kamu butuh seluruh kekuatanmu."

Nanadaime's LOVE ( Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang