akhir yang harus diperjuangkan

505 45 10
                                        

Saat mereka melangkah melewati gerbang desa, keheningan menyelimuti seluruh Konoha. Para penjaga gerbang terbelalak, senjata mereka nyaris terlepas dari genggaman. Warga yang kebetulan lewat berhenti mendadak, wajah mereka pucat pasi, perlahan mundur menjauh.

"Naruto ?" bisik salah satu warga dengan suara gemetar.

"Lihat wujudnya, itu bukan Naruto yang kita kenal lagi."

"Dia bangkit dari kematian? Tapi lihat matanya dia terlihat seperti akan memakan siapa saja "

Naruto menggeram rendah di tenggorokannya, suara berat yang menggetarkan tanah, saat melihat orang-orang mundur ketakutan. Ia melangkah maju sedikit, menegakkan tubuh besarnya, aura kekuatan dahsyat milik Rubah Ekor Sembilan yang kini menyatu sempurna dengan nyawanya sendiri menyembur keluar, membuat daun-daun di sekitar berterbangan kacau. Ia siap mengamuk, siap mencabik siapa saja yang berani menatap Sasuke dengan pandangan aneh atau berniat buruk. Namun, genggaman tangan Sasuke mengerat, menariknya mundur dan mendekat ke tubuhnya.

"Diam, Naruto. Tenang," bisik Sasuke pelan, hanya terdengar oleh keduanya. Suaranya menjadi kunci ajaib yang langsung meredakan amarah di dada Naruto. Mata keemasan itu seketika melembut, kepala besar itu menunduk, mengusapkan wajahnya ke leher Sasuke, mencari kenyamanan dan kepastian.

"Orang-orang ini takut padaku," gumam Naruto dengan nada sedih dan bingung. "Mereka bukan musuh, kan? Tapi kenapa mereka menjauh?"

Sesampainya di kantor utama, suasana semakin tegang. Di sana sudah berkumpul para tetua desa, para pemimpin pasukan ANBU, Kakashi, Sakura, Shikamaru, dan para penasihat. Semua mata tertuju pada sosok Naruto yang berdiri tegak di samping jendela, tubuhnya menutupi sebagian cahaya matahari, menciptakan bayangan besar yang mencekam.

"Oh, kamu sudah naik jabatan ya,Shika!" Celetuk Naruto dengan suara beratnya. Lalu berjalan mengelilingi Sasuke dan duduk di sebelahnya.

Shikamaru menghela nafas di kursi kebesarannya, beberapa pasang mata tidak lepas dari sosok Naruto yang cuek dan liar.

"Jelaskan, Uchiha," suara salah satu tetua memecah keheningan, nadanya tegas namun bergetar menahan takut.

" Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ini Naruto? Atau makhluk lain yang mengambil alih tubuhnya?" Kakashi ganti berkomentar santai sambil menginspeksi wujud Naruto di depannya.

Naruto terkekeh lalu menanggapi komentar itu dengan santai. " Coba tebak siapa aku, Sensei!"

Mendengar ledekan yang keluar nari mulut Naruto, mata Kakashi menyipit sejenak. Dia memang mantan muridnya yang sudah mati.

Sasuke menarik napas panjang, lalu menegakkan punggungnya, menatap satu per satu wajah di ruangan itu dengan pandangan dingin dan serius. Ia mulai bercerita, suaranya tenang namun penuh beban, menciptakan narasi yang ia susun matang-matang sepanjang perjalanan pulang sebuah cerita yang akan melindungi Naruto, melindungi ikatan mereka, dan membuat desa tidak berani mengganggu mereka.

" Ketika melacak Cakra Naruto waktu itu, aku menemukan mayatnya yang akan dibangkitkan oleh sisa sisa dari anggota Pain, mereka berusaha membangkitkannya dengan Edo Tensei seperti membangkitkan kakakku dan para hokage terdahulu dengan tumbal mayat orang lain." Jelas Sasuke dengan mantap.

" Walau mereka kuat, tetapi tidak sebanding dengan kekuatan Rinnegan, sayang ketika proses itu digagalkan, jiwa yang akan dibangkitkan akan retak dan kemungkinan akan hancur. Jadi," sasuke menghela nafas dan menatap Naruto lama

" Jadi, .." kali ini Sakura yang penasaran dengan penjelasan sang Uchiha.

" Jadi aku sendiri yang membangkitkan diri Naruto dengan mempertaruhkan nyawaku. Nama jutsu ini Inochi Bunshi no jutsu atau teknik klon nyawa. Di mana Naruto akan tetap hidup selagi aku hidup, tetapi jika Naruto mati, aku juga akan mati." Jelas Sasuke yang membuat seisi ruangan tercengang.

Nanadaime's LOVE ( Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang