Tapi, sebelum Wonyoung dan kedua teman nya sampai di kelas Yujin dan Rei, mereka di hentikan oleh gerombolan geng yang paling Wonyoung benci. Kenapa geng yang berisi 12 anggota itu Wonyoung benci? Karena, salah satunya ada yang menyukai Wonyoung, dan dia bertingkah laku seperti orang yang baru keluar dari rumah sakit jiwa. Lelaki itu benar-benar tergila-gila dengan Wonyoung. Tapi, kali ini hanya berisi 9 orang. Dan ketiga anggota geng itu yang tidak ada di hadapan Wonyoung adalah sahabat nya.
"Ck, ngapain sih lo orang kesini? " Tanya Wonyoung dengan sebal
"Ya ketemu kamu dong, buat apa lagi? "Tanya orang itu balik
"Haruto, gue ada urusan. Gue gak ada waktu buat ngeladenin lo" Ucap Wonyoung ketus sambil mengibaskan tangan nya menyuruh Haruto dan teman-teman nya pergi.
"Pasti lo mau ketemu si human sok jagoan itu, kan? Halah, percuma lo kesana. Jelas-jelas dia tuh selingkuh dari lo" Ucap Haruto penuh penekanan, terutama dalam mengucapkan kata selingkuh.
"Lo bukan siapa-siapa gue. Gak usah ngatur! Gue yakin kok itu cuma salah paham doang! " Jawab Wonyoung dengam tegas
"Eh, dengerin gue. Percuma lo perjuangin cowok yang sifat nya gaada perasaan sama lo. Buat apa lo perjuangin itu? Gak berguna lo tau?! Cowok tuh gak cuma Jisung doang. Banyak, Won. Di luaran sana, banyak yang suka sama lo, termasuk gue. Buat apa lo perjuangin lelaki brengsek kek Jisung?! " Tanya Haruto dengan suara lantang dan deep voice nya
"Won, gue bisa kok kasih lebih dari si Jisung itu" Kali ini suaranya lebih pelan dan lembut, dan Haruto sambil memegang tangan perempuan yang ia sukai. Tetapi, tiba-tiba ada sebuah pukulan mengenai pipinya sampai ia tersungkur ke lantai.
"Kak Jisung!?!? Kakak ngapain?! " Teriak Wonyoung panik sambil menatap Jisung nanar. Teman-teman Haruto membantu nya untuk berdiri.
"Huh, napa lo? Lo gak waras? Lo kesindir sama ucapan gue tadi? " Seperti nya Haruto tidak kapok
"Maksud lo apa ngomongin kayak gitu ke Wonyoung, hah?!?! Lo kira lo lebih baik dari gue?! Malahan yang ada lo lebih bangsat dari gue!!" Jawab Jisung dengan teriakan lantang nya
"Lo yakin? Dasar lelaki berwajah dua. Di luar sok cool, eh di belakang rupanya tukang selingkuh. Semua orang tau kali kalo lo nerima Wonyoung jadi pacar lo karena terpaksa, tapi emang nya harus banget ya selingkuh sama sahabat nya? Buset, playboy kelas atas ya lo" Ucap Haruto dengan nada mengejek. Haruto dan Jisung tidak peduli bahwa sekarang mereka menjadi tontonan banyak siswa yang ada di sana. Tapi, kenapa tidak ada yang melaporkan ini ke guru? Karena para guru sedang berada di pemakaman semua. Ada salah satu sanak saudara guru yang meninggal dunia.
"Lo kalo gak tau yang sebenarnya gak usah sok tau, njing! " Elak Jisung
"Loh, bukannya benar semua ya yang gue katain tadi? " Tanya Haruto dengan ejekannya
"Iya kan sayang? Jisung kan selingkuh dari kamu, kan? " Tanya Haruto dengan menyentuh tangan Wonyoung dan sedikit menarik nya agar Wonyoung lebih mendekat ke dirinya bukan ke Jisung. Dan langsung pipinya merasa panas lagi karena mendapat tamparan dari Jisung.
"HAK LO APA HAH?! " Tanya Jisung dengan teriakannya. Haruto yang tidak terima dengan pukulan itu pun membalas Jisung balik. Dan pukulan nya tepat sasaran Haruto. Dan di sanalah mereka saling adu kekuatan di depan seorang gadis cantik yang benar-benar frustasi melihat apa yang terjadi di depan nya ini. Apalagi ia melihat luka memar merah darah yang berada di dekat bibir kekasih nya itu.
"Hey, stop! " Wonyoung mencoba memisahkan keduanya dan teman-teman yang lain juga membantu menghentikan pertarungan itu. Tetapi pemikiran mereka tetap kekeh dan tidak sama sekali berubah, hanya musuh yang ada di hadapan mereka. Dan pukulan keras dari Jisung tidak sengaja mengenai gadis yang berstatus sebagai kekasihnya itu. Dan seketika pertarungan di antara mereka berdua pun berhenti seketika.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Girls
RomanceMy Girls Menceritakan cinta sepihak, seorang gadis menyatakan perasaan nya kepada lelaki yang ia sukai. Tidak di sangka, lelaki itu menerimanya. Mulai saat itu, mereka terikat dengan hubungan tersebut. Tetapi, gadis itu baru menyadari bahwa sebenar...
