Seorang gadis berumur 17 tahun terbaring lemah karena peluru yang mengenai tepat di perutnya. Dan sampai sekarang masih saja nyaman dengan tidurnya tanpa memikirkan kekasih dan keluarga keluarga, yang ada di sana dilanda kekhawatiran.
Yap, siapa lagi kalau bukan Na Won Young.
Tak berselang lama, mata indah itu mulai meremang-remangkan pengelihatan nya. Jisung yang melihat mata Wonyoung terbuka langsung menyebut nama gadisnya.
"Wonyoung. Lo sudah sadar kah?" Jisung yang awalnya duduk di samping ranjang Wonyoung lalu berdiri dan menyentuh kedua pundak Wonyoung. Keluarganya juga mendekat untuk melihat kondisi Wonyoung.
"Iya, aku gak apa kok" jawab nya lemah, hampir tidak bersuara. Secara perlahan Wonyoung mengubah posisi nya menjadi duduk di ranjang. Itu juga di bantu kok oleh Jisung.
"Ramai banget di sini''
" Eh, kita nih khawatir sama lo. Makanya kita ngumpul di sini" jawab Jaemin
"Makasih ya udah khawatirin aku" dengan senyum tipis yang melengkapi kata-kata itu
"Won, lo kenapa sih harus ketemu sama Guanlin itu tanpa sepengetahuan gue? "
"..." nah kan bener, Wonyoung yakin kalau Jisung bakal ngomel
"Itu bahaya Wony ku sayang, lain kali jangan gegabah, ya? " tambah Nyonya Na. Oke, sekarang Wonyoung skakmat gak bisa menjawab pertanyaan itu.
"... Kalian bisa keluar sebentar gak? Aku... Mmm.. " karena mereka semua paham dengan maksud Wonyoung, jadi mereka keluar dan meninggalkan Jisung dan Wonyoung di dalam ruang inap itu.
"Kenapa? " tanya Jisung lagi
"Aku ada alasan untuk ketemu sama Guanlin"
"Ya alasannya apa Na Wonyoung?! " kali ini nada bicara Jisung sedikit lebih naik sampai membuat Wonyoung terkejut mendengarnya.
"Aku nggak terima kalau kamu kenapa-napa. Apalagi itu gara-gara aku. Siapa yamg terima kalau orang yang ia cintai terbaring lemah di rumah sakit? " jelas Wonyoung
"Gue paham lo khawatir sama gue, tapi nggak kek gini juga, Won. Hal yang lo lakuin itu salah. Lo seharusnya nggak gegabah. Untung aja lo udah sadar, kalo enggak? Gimana? " tanya Jisung balik
"Gue juga bakal kehilangan orang yang gue cintai" lanjutnya dengan suara yang lemah.
Wonyoung yang pada awalnya menundukkan kepalanya kembali menatap Jisung dengan tatapan tidak percaya? Hei, apakah ini Park Jisung yang Wonyoung kenal?
"Tadi Guanlin cerita sedikit ke gue, dia bilang lo harus putusin gue kalau lo ingin Guanlin nggak sakitin gue kek kemarin. Dan lo nolak, sehingga membuat Guanlin marah ke elo dan melakukan rencana jahat itu" ucap Jisung dan kelanjutan kata-kata itu membuat Wonyoung dilanda dilema.
"Lo nggak bakal putusin gue, kan? "
Sebenarnya Wonyoung cinta sama Jisung, cinta setengah mati pula. Tapi, disisi lain Wonyoung juga nggak mau Jisung terluka, apalagi karena dia. Ya walaupun Guanlin sekarang udah di penjara lagi, tapi Wonyoung takut kalau Jisung terluka lagi seperti waktu itu. Dia nggak mau Jisung terluka, itu saja.
"Kak, maafin aku yah. Tapi, tapi kemarin kakak terluka gara-gara aku. Aku merasa bersalah banget"
"Lupain aja yang kemarin, sekarang Guanlin udah ada di penjara, dia nggak bakal lukain gue ataupun lo. Lo jangan khawatir sama gue"
"Tapi, kita berakhir di sini saja ya. Aku juga nggak mau aku terluka lebih lama"
Perkataan itu seketika menyambar hati Jisung seperti petir. Dia nggak bisa berkata-kata lagi, dan nggak berani menatap Wonyoung. Ternyata, hubunganyang mereka jalanin setengah tahun ini kandas. Ya Jisung sadar kok kalau dulu hubungan ini cuma hanya menghargai seseorang doang, tapi sekarang berbeda. Jisung ikut jatuh sedalam-dalamnya karena Wonyoung. Wanita yang awalnya ia benci, dan sekarang menjadi cinta pertamanya.
"Kakak boleh keluar? " ucapan Wonyoung kembali menyadarkan Jisung
"Aku pengin sendiri"
"Kalau lo beneran mau putus sama gue, ya-yaudah, gue turutin apa yang lo mau" dan akhirnya, Jisung berjalan ke arah pintu dengan perasaan putus cinta, ternyata seperti ini kehilangan seseorang yang ia cintai. Ketika Jisung nyaman, tapi dia pergi.
"Eh, napa lo nangis? "
"Hah? Kenapa? Gue, gue nggak nangis tuh" dengan buru-buru Jisung menghapus air matanya. Di situ Jaemin udah nahan tawa banget, baru pertama kali dia melihat Jisung nangis, apalagi karena putus cinta?
Lah, kok Jaemin tau?
Ya tau lah, kan dia nguping. Tapi, dia juga sadar sih, kalau saat ini bukan saat nya tertawa. Ada dua hati yang sedang terluka. Ya Jaemin berharap aja, itu keputusan yang terbaik untuk keduanya.
"Ck, lo nggak pinter bohong. Ciee yang lagi putus cinta" godanya
"Kok lo tau? Lo nguping ya? "
"Apasih yang gue nggak tau" ucapnya dengan bangga dan hanya dibalas decakan kesal oleh Jisung.
"Ck, udah udah. Jangan berkecil hati kek gitu dong, gue pasti bantu lo buat balikan lagi sama adik gue" sambung Jaemin
"Bener ya, lo? " tanya Jisung memastikan
"Bener dah, gue bantuin. Tapi, enggak sekarang. Wonyoung pasti butuh waktu sendiri untuk saat ini. Biarin dia sendiri dulu" jawab Jaemin meyakinkan.
Beberapa hari kemudian....
"Wonyoung sayang, bangun yuk. Udah siang, kamu kan mau uas hari ini" ucap Nyonya Na kepada putri kecilnya, sudah seminggu Wonyoung libur, dan sekarang ia sudah membaik.
"Iya, ma. Kakak mandi dulu" jawabnya sambil merenggangkan tubuh
"Cepetan yah, abang kamu udah nunggu" ucapan barusan cukup mengejutkan Wonyoung.
"Hah? Serius? Seriusan abang udah bangun?! "
"Iya, tuh abang masih di bawah lagi sarapan sama papa"
"Wah, kejadian langka banget abang bangun pagi" ucap Wonyoung sambil menggelengkan kepalanya .
"Heh! Cepetan ke kamar mandi" ucap Sang Mama sambil memukul putrinya dengan guling
"Eh, iya ma iya. Sabar dong, kakak mau ambil handuk dulu" jawab Wonyoung dengan lari ngibrit ke kamar mandi.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Girls
RomansaMy Girls Menceritakan cinta sepihak, seorang gadis menyatakan perasaan nya kepada lelaki yang ia sukai. Tidak di sangka, lelaki itu menerimanya. Mulai saat itu, mereka terikat dengan hubungan tersebut. Tetapi, gadis itu baru menyadari bahwa sebenar...
