⚠️ DILARANG KERAS PLAGIAT!!
***
Aku salah memilih tempat untuk bahagia.
Bahagiaku bukan di sini, bukan di sana, dan bukan di mana-mana.
Kiraya Qoratu Adilla, sang pemilik paru-paru tidak normal ini harus menjalani hidupnya yang sulit. Mulai dari hub...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
23. Gagal Final?
Pukul 14.55 WIB. Pertarungan antar SMA pada olimpiade sains sedang berlangsung dengan sengit. Saling mengadu otak dalam kecepatan mereka berpikir pada babak semifinal ini.
SMA Thunder yang diwakili Raya, Rafka, dan Vano, kompak membagi tugas masing-masing untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tertulis.
Suasana yang sangat berbeda dibandingkan pada babak penyisihan yang dilaksanakan secara online. Pada babak semifinal ini tentunya mereka harus berpikir lebih keras lagi agar mendapat hasil yang maksimal.
Dengan fokus dan berhati-hati mereka menjawab dengan baik setiap soal yang ada. Jika mereka bisa menempati posisi 5 SMA dengan nilai tinggi, maka mereka bisa lanjut ke babak final.
Terlihat konsentrasi dan fokus pada wajah masing-masing peserta dari berbagai SMA. Waktu terus berjalan. Para siswa ambis yang bertarung untuk mengharumkan nama sekolah membuat atmosfer sekita terasa kian memanas.
Suara MC menggelegar pada mikrofon yang mengatakan bahwa waktu tinggal 10 menit lagi. Dengan sigap, seluruh peserta mengeluarkan kemampuan kilatnya masing-masing.
Raya mengecek kembali jawaban Rafka dan Vano yang sudah selesai mereka kerjakan. Jantungnya berdegup kencang, takut jika ternyata mereka tidak dapat melanjutkan ke babak final.
Satu soal yang membuat Raya ragu dengan jawaban yang sudah tertulis. Salah satu saja, maka berkurang pula poin mereka.
Melihat Raya yang tak yakin membuat Rafka dan Vano ikut tidak yakin. "Aku ragu," ucap Raya.
Rafka menarik napasnya. "Harus yakin, ya? Kita udah ngerjain yang terbaik," ujar Rafka.
Vano mengangguk. "Iya, Ray. Salah atau bener gue yakin kita bisa masuk final," balas Vano.
Benar ucapan kedua laki-laki yang duduk di sampingnya itu. Dengan hati yang tadinya ragu, kini Raya yakin dengan usahanya.
Detik demi detik, menit demi menit. Berakhir juga waktu yang sudah ditetapkan selama kurang-lebih 70 menit untung saling mengadu kepintaran.
Kini waktunya untuk istirahat dan menunaikan ibadah shalat ashar sebelum MC mengumumkan finalis olimpiade dari berbagai bidang berhubung hari ini adalah olimpiade terakhir sebelum final besok.
Selesai menunaikan shalat ashar, tim olimpiade sains dari SMA Thunder berkumpul kembali. Dalam hati mereka berdoa agar bisa lanjut ke babak final.
Begitu besar harapan Raya untuk bisa ke final. Jalannya menuju kasih sayang Fidya sudah dekat. Fidya akan bangga dan sayang padanya jika ia berhasil memenangkan olimpiade ini. Ia akan merasakan kasih sayang seorang ibu untuk pertama kalinya.