Wanita yg mulia yaitu dia yang mampu menjaga semua yg ada pada dirinya termasuk rasa malunya.
Menaruhrasa.
"ih kok sendal syah gaada ya,kemana sih tega banget yang ambil" rengek aisyah,"Huss gaboleh ngomong gitu syah,siapa tau ketuker atau orangnya salah pake" nasehat husna
"Iya tuh syah,sendalny saamaan mungkin," ucap alisya membenarkan ucapan husna
" Masa iya syah harus nyeker,tega banget sih yang ngambil baru aja 2 hari syah dipondok "
"Ada apa ini "
" sendal syah hilang,masa iya syah harus nyeker ke asrama, padahal baru juga 2 hari syah bawa send...." Ucapan aisyah terpotong lantas tau siapa lawan bicara yang menanyakannya.
"Astaghfirullah maaf ustadz maaf" tunduk aisyah
"Asrama kamu dimana" tanya adnan
"Di-di lantai atas ustadz" jelas aisyah gugup
"Pakai sendal saya saja,cukup jauh untuk ke atas sana,rumah saya juga dekat dari musholla" ujar adnan sambil meletakkan sendal khas pria miliknya dihadapan aisyah
Aisyah cukup terheran
Sebelum menerima tawaran ustadznya Aisyah memandangi kedua sahabatnya.
Tidak ada jawaban yang Aisya temukan,hanya kedipan bahu dari sahabatnya.Hah ayolah untuk sekarang berbicara saja ,aisyah sudah mau mati rasanya, bagaimana jikalau ustadz ini tau?atau ingat?aisyah pernah mengomelinya waktu itu?
"Tidak usah ustadz,syah bisa jalan nyeker saja lagian syah juga pakai kaos kaki " tolak aisyah halus
"Gunakan ...
Saya pergi
Assalamualaikum" setelah mengatakan itu,adnan pergi.
Aisyah kembali menatap adnan ,berjalan tanpa ber alaskan apapun."Yaammpun syahhh....guz adnannn lohh tumben bangeet "heboh alisya
"Aduhhh lisya jangan heboh dulu dehh,masa iya syah harus pake sendal ustadz itu"
"Guz adnan syah" , timbal husna
"Ha?Guz adnan? " Tanya aisyah kebingungan
"Iya syah ,yang tadi kamu bilang ustadz,disini dipanggilanny G U Z ,atau biasanya dipanggil guz adnan,gaada yang manggil ustadz" jelas husna
"Jadi syah salah ngomong tadi"? Tanya Aisyah memastikan.
"Iya,syah" ujar alisyah
"Yaudah syah pake aja dulu sendal guznya,nanti sampai di asrama Syah balik in ke Rumah abah umi " ujar husna meyakinkan aisyah
"Yaudah Bismillah" aisyah berusaha meyakinkan dirinya
"Siapa tau kecantol jodoh ya gak na" goda alisyah sambil menyenggol bahu aisyah
"Apaansih ustadz sendiri juga,yaudah ayok ke asrama" ajak aisyah sembari memeluk lengan kedua sahabatnya .
Di asrama🛏️
"Akhirnyaa ,untung aja belum mulai belajar,jadi masih bisa istirahat sebentar" ujar alisyah sambil merebahkan diri ke kasur pribadi miliknya.
"Aisyah,dan husna yang membereskan lemarinya hanya menatap alisyah dengan senyum"
"Astaghfirullah sendal ustadznya belum syah kembaliiin" seketika aisyah teringat sendal sang ustadz dibawah lemarinya.
"Yaallah syah baru aja 20 menit dipinjem" ujar husna
"Tapi tetep aja siapa tau ustadznya ada perlu" ujar aisyah
"Yasudah pulangin gih" (ujar husna"
"Eits untuk kali ini sendiri dulu syah kita mau istirahat,kamu mah enak tadi sudah tidur" tambah husna

KAMU SEDANG MEMBACA
MENARUH RASA (Tahap Revisi)
RomanceKemauan kita memang segalanya Tapi kemauan orang tua?lebih utama pastinya. Aisyah mulai membiasakan dirinya untuk berbaur dengan semua perihal agama, Dengan mondok adalah salah satu rumah,untuk seorang aisyah bisa istiqomah Berjauhan dari sang ayah...