Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

🌾1.Figuran🌾

311 115 70
                                        

Happy reading

Materi sejarah membuat beberapa murid muak dan benci dengan mata pelajaran satu ini, membahas masa lalu sebuah negara itulah kebanyakan yang akan dipelajari.

Shimâ murid pindahan dari Jepang yang baru saja pindah beberapa bulan yang lalu. Sosoknya yang cantik berkulit putih, mata sedikit sipit, memiliki rambut hitam panjang sepinggang, membuat sosoknya terlihat sedikit mencolok diantara teman-teman sekelasnya maupun murid-murid disekolah.

Awal dari kepindahannya dua bulan yang lalu disekolah membuat namanya menjadi topik hangat dan menarik perhatian selama dua minggu pertama setelah kepindahannya.

Banyak para siswa yang mengakui kecantikan yang dimiliki oleh Shimâ, tak ayal begitu banyak anak perempuan yang ingin dekat dan berusaha berteman dengannya begitu juga dengan teman laki-laki dikelasnya.

Hingga tak terasa dua bulan berlalu setelah kepindahannya, Shimâ dinilai oleh para siswa dan siswi sebagai pribadi yang dingin, cuek, kurang peduli, dan jarang berbicara ataupun tersenyum, kata mereka pribadi Shimâ cukup aneh dan membosankan.

Perlahan semua orang yang berusaha dekat dengan Shimâ satu persatu mulai menyerah sehingga Shimâ tidak mempunyai teman, tentu tidak berlaku untuk satu orang yang telah berhasil menjadi teman Shimâ, dia adalah Gisha satu-satunya orang yang berhasil menjadi teman Shimâ.

Bel istirahat telah berbunyi menandakan pembelajaran sejarah telah selesai, disana dibangku pojok kelas terlihat Shimâ tengah membereskan buku-buku pelajaran miliknya hingga tak lama kemudian disusul dengan datangnya Gisha, gadis berambut sebahu yang menghampiri meja Shimâ.

"Shimâ, ke kantin yuk gue dengar hari ini ada menu baru, demi apapun gue excited banget pengen nyoba.." ucap Gisha sambil bertepuk tangan heboh.

"Iya, mari ke kantin" balas Shimâ, Gisha yang mendengar persetujuan dari Shimâ langsung saja menyambar tangan temannya itu dengan semangat.

"Jalannya pelan-pelan saja.." ucap Shimâ disela langkah cepat miliknya dan milik Gisha.

"Nggak bisa Shimâ! yang ada gue sama elo enggak sempat kebagian, gue takut kita kehabisan makanya harus gercep gerak cepat.." ucap Gisha.

Lalu tidak lama kemudian mereka berdua pun telah sampai di depan kantin dengan perhatian yang langsung tertuju pada satu stand yang dipenuhi murid yang mengantri cukup panjang.

"Yahh kita telat udah banyak yang ngantri ternyata, Shimâ elo gimana mau ikut ngantri nggak? kalo gue sih jelas bakal ikut ngantri.."

Melihat antrian yang cukup panjang didepannya membuat Shimâ enggan untuk ikut mengantri, lebih baik dirinya membeli makanan di Stand yang lain dibanding harus berdiri lama menunggu, dia sangat malas untuk hal satu itu.

"Aku tidak mau, aku ke Stand yang lain saja Gisha.." Ucap Shimâ. Setelah mendengar jawaban dari Shimâ Gisha pun mengangguk mengiyakan, setelahnya ia berlari sekencang mungkin menuju stand incarannya untuk ikut mengantri bersama para siswa yang lainnya.

Beberapa waktu kemudian..


PRANGG!!!

Atensi semua murid dikantin tertuju pada satu titik, tiga siswi perempuan beserta satu perempuan yang telah terjatuh duduk dilantai.

EDELWEISSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang