Hola holaaa aku up lagi nih guysssss..
Maaf ya buat kalian yang baca dan menantikan up nya akuuu🙏🙏🙏
Belakangan ini aku sibuk sama urusan yang lainnn...
Aku nggak bisa janjiin kapan aja up nya..
Tapi sebisa mungkin aku bakalan up kok....
Happy Reading and dont forget vote and comment okeeee👌👌👌
Typo bertebaran dan harap maklumm......
⚔️⚔️⚔️⚔️⚔️⚔️⚔️⚔️⚔️⚔️⚔️
Pagi ini Aurora dkk berangkat bersama ke sekolah namun di dalam perjalanan mereka dihadang oleh sekelompok orang orang berbaju hitam yang memakai topeng..
"CK ganggu aja tu tikus segala pake topeng lagi" dumel Alisha..
"Kita hajar aja habisin sekalian" sahut Adella
Tanpa mengatakan apapun mereka pun turun dari mobil dan mulai menyerang para pria bertopeng itu selama beberapa menit mereka terlibat baku hantam akhirnya para pria tersebut pun tumbang
Setelah dirasa tidak ada yang menghalangi jalan mereka lagi keempat gadis itu pun pergi meninggalkan tempat tak lupa mereka juga menelfon orang suruhan mereka untuk membereskan kekacauan ini bisa berabe kalau tidak segera di bereskan..
Selama beberapa menit berkendara akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan..
Kedatangan mereka memang selalu mendapatkan pusat perhatian tapi mereka tidak peduli dan mengabaikan tatapan tidak berguna para murid.
Bagi mereka di hina atau pun di puji itu tidak penting karena keduanya tidak menghasilkan uang..
"Kalian ke kelas duluan aja gue mau ke toilet bentar" kata Aurora
"Mau di anter nggak"tawar Amora yang di jawab gelengan oleh gadis tersebut
Merekapun berpisah di tikungan koridor Aurora yang berjalan ke arah toilet dan para sahabat nya yang berjalan ke arah kelas..
Setelah selesai dengan urusan toilet Aurora pun keluar dan berjalan ke arah kelas nya tanpa di sangka gadis itualah bertemu dengan Devan yang memang sedang sendirian
"Abis dari mana???" Tanya Devan
"Toilet" jawab Aurora..
"Gausah ke kelas kita udah pinter ke gudang aja" kata Devan yang di angguki oleh Aurora.
Mereka pun berjalan ke arah gudang,,mungkin bagi murid lain ruangan itu adalah gudang ,,nyatanya ruangan itu adalah sebuah kamar yang sangat luas lengkap dengan king size nya ada tv dengan ukuran besar juga sofa empuk yang bisa di jadikan kasur,kamar mandi,walk in closet,dapur mini,dan kulkas dengan isi makanan yang sangat lengkap
Bukan hal yang sulit bagi Devan untuk membuat hal tersebut karna ketika uang sudah berbicara semua pun tunduk..
Kedua sejoli itu pun dudu di sebuah sofa dan menyalakan televisi,,Aurora menyenderkan kepala nya di bahu Devan
Dan Devan dengan senang hati mengelus lembut rambut gadis nya..
"Aku ingin darah" kata tersebut keluar dari bibir cantik Aurora,,mungkin jika manusia biasa yang mendengarnya itu terasa mengerikan tapi berbeda jika pasangan itu yang membahasnya..
Devan mengecup sekilas rambut Aurora saat ini gadis nya sedang ingin menyiksa orang..
"Apa perlu aku Carikan mangsa untuk mu??" Tanya Devan yang di Jawab gelengan oleh Aurora
" Berada di sampingmu membuatku jauh lebih tenang" ujar Aurora sambil memeluk Devan dari samping.
Devan tersenyum mendengar penuturan Aurora..
"Kalau begitu aku akan berada di samping mu seharian ini" kata devan
Terlahir sebagai Raja dan Ratu kegelapan mereka di takdirkan untuk mempunyai darah pembunuh,
Membunuh adalah cara untuk terus menjaga keseimbangan raja dan ratu ada cara lain untuk menjaga keseimbangan raja dan ratu yaitu mereka harus tetap bersama..
Dengan begitu kondisi mental mereka akan tetap waras..
Kedua nya sama sama diam tanpa kata tanpa ucap tapi mampu mewakili perasaan kedua sejoli itu duduk berdua walaupun hanya saling diam pun sudah cukup mewakili perasaan mereka berdua untuk saling mencintai...
KAMU SEDANG MEMBACA
Mafia Girls
Novela Juvenil"siapapun yg berani ganggu gw dan org2 yg gw sayangi,,,maka hanya ada satu jalan bagi ny..yaitu MATI"_Aurora Aurora Syifania Adhitama Seorang gadis cantik yang memiliki paras bak dewi yunani dan wajah yg polos,,,namun,siapa sangka jika di bali...
