5: Di hari setelah badai 🌞⛅😯

782 96 13
                                    

Setelah angin kencang dan hujan yang mengguyur tiada henti kemarin hari ini pagi terlihat cerah dengan langit yang bersih dari awan-awan kelabu yang menyeramkan. Haruto dan Junkyu masing-masing sibuk membersihkan halaman rumah yang kotor karena dedaunan atau sampah yang terbawa oleh angin kemarin. Bibi Lim yang seharusnya datang hari ini terjebak dalam perjalanan menuju rumah keluarga Watanabe karena jalanan tertutup oleh tanah longsor.

Sejak pemberitahuan akan adanya badai tempo hari lalu Haruto pun meliburkan kantornya mengindari kecelakaan kerja pada karyawannya jika tetap nekat mengharuskan para karyawan untuk bekerja pada cuaca yang buruk. Tiga jam terhitung pasangan suami-istri itu membersihkan area yang paling parah kerusakannya.

"Ayah- bunda~"

Junghwan kecil mengintip dari balik pintu kaca, melihat daei tampang nya bocah itu baru saja habis bangun dari tidur pulas nya. Kedua orangtuanya pun melirik ke anak mereka bersamaan. Ayahnya yang lebih dekat dengannya menaruh selang air yang ia pegang dan menghampirinya.

"Kenapa sayang?"

"Hwan lapar ayah~"

Oh ya ini sudah hampir jam 12 siang yang artinya waktu makan siang sebentar lagi. Keduanya terlanjur sibuk di halaman sampai tak ada yang ingat untuk menyiapkan makan untuk mereka bertiga.

"Hwan tolong ambilkan handphone ayah ya"

Junghwan menuruti perkataan ayahnya dan mengambil handphone sang ayah yang berada di kamar atas.

Setelah Junghwan memberikan handphone nya Haruto membuka aplikasi untuk delivery makanan. Namun tak lama setelah melakukan pemesanan ia mendapat telepon dari pihak restoran.

"Halo dengan tuan Watanabe?"

"Ya benar ada apa?"

"Begini tuan karena badai kemarin stok bahan baku makanan kami di sini hampir habis dan truk yang mengantarkan bahan bakunya terjebak longsor dalam perjalanan kemari, kemungkinan kami tidak bisa menerima pesanan dari tuan kami mohon maaf atas ketidaknyamanan nya"

"Wah sangat disayangkan, tidak apa tak perlu meminta maaf"

Setelah di tolak restoran sebelumnya Haruto mencoba lagi memesan dari restoran lain yang sayangnya ditolak oleh hampir lima restoran dengan alasan sama yang akhirnya membuat Haruto menyerah. Sepertinya ia harus turun tangan memasak di dapur.

"Kamu kenapa?"

Junkyu bertanya karena melihat suaminya yang kebingungan.

"Sudah siang dan Junghwan lapar, aku mencoba delivery ke lima restoran namun di tolak karena bahan baku mereka tak ada"

"Astaga kenapa kamu tidak memberi tahu ku?"

Junkyu membersihkan tangan dan kakinya yang kotor sebelum melangkah ke dalam rumah. Ia berjalan menuju dapur, mengecek persediaan di dalam kulkas yang bisa ia olah. Ada berbagai macam makanan beku yang cara penyajiannya tinggal di air fry atau goreng degan minyak.

"Aish sudah berapa lama kau ada di kulkas?"

Memang karena Junkyu sendiri yang membiasakan keluarga mereka untuk tidak sering makan yang cepat saji. Makanan bungkusan seperti ini memang di beli hanya untuk keadaan genting saja seperti kondisi sekarang namun Junkyu tidak menyangka jika hampir sebulan bisa menyimpannya di dalam kulkas. Junkyu merobek bungkusan itu dan mencium aromanya untuk memastikan layak atau tidak.

"Hm masih baik, sayang juga jika di buang"

Setelah memastikan hidangan utama aman Junkyu menyiapkan alat air fry dan memanaskan ayam itu. Selanjutnya ke peran utama "Nasi" Junkyu agak ragu karena ia tidak tau takaran untuk porsi 3 orang. Alternatif nya Junkyu juga memanfaatkan teknologi untuk menelpon ibunya sendiri.

Random story of Watanabe familyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang