Suasana hati Junkyu sangat tidak baik sehabis ditegur oleh ibunya yang pagi ini tiba-tiba datang berkunjung di saat ia sedang memarahi Junghwan.
Yang membuatnya jengkel adalah ketika Junghwan tau neneknya datang ia mengadu dan menangis sejadi-jadinya di dekapan ibundanya.
Kim Jisoo, ibu dari Junkyu sebenarnya baru kali ini menegur langsung anaknya. Sebelum-sebelumnya ia hanya membiarkan saja Junkyu berlaku seperti itu dan mengawasi cara didik anaknya itu ke cucunya. Namun sepertinya tidak berlaku lagi untuk hari ini, sebagai seorang ibu yang pernah merasakan mengurus dan membesarkan anak-anaknya dulu ia harus mengoreksi tindakan anaknya itu.
"Junkyu kau tau sebagai orangtua kita memang harus pintar-pintar memilih apa saja yang boleh dan tidak untuk anak kita. Tapi kamu itu terlalu mengekang anak mu sendiri"
"Bu...kalau aku tidak tegas Junghwan tidak akan disiplin nanti!"
"Mengajari anak disiplin juga kamu perlu paham fase nya. Junghwan baru saja masuk TK jangan di samakan cara mendisiplinkan nya seperti orang yang baru masuk akademi militer"
Jujur Junkyu mengiyakan semua perkataan ibunya itu. Ia rasa selama ini memang ia terlalu keras dengan anaknya sendiri. Junghwan juga kurang dekat dengan Junkyu karena dalam mindset anak itu ia merasa kurang bebas dan takut membuat bunda nya marah. Katakanlah Junghwan itu 'anak ayah' karena nyatanya perilaku Junkyu sendiri yang membuat Junghwan jadi jauh lebih dekat dengan ayahnya yang sangat memanjakan nya sedari bayi.
"Belajarlah pelan-pelan, kalian baru menjadi orangtua. Perjalanan kalian membesarkan Junghwan masih sangat panjang. Ibu percaya kamu akan menjadi bunda yang sangat di sayangi Junghwan. Seperti kamu yang menyangi ibu"
Perkataan ibunya berhasil meruntuhkan tembok keras di hati Junkyu. Ia menangis karena merasa begitu bersalah dengan Junghwan.
Ibunya memeluk Junkyu, menenangkan anak itu dengan usapan-usapan sayang di punggungnya.
Di tempat lain Junghwan terlihat tidak semangat di kelasnya. Matanya masih memerah sehabis menangis saat tadi pagi dimarahi bundanya. Kalau gurunya bertanya kepadanya ia hanya menggeleng dan semakin ingin menangis.
Saat jam pulang sekolah seperti biasa Pak Shin akan menunggu tuan mudanya. Ia melihat Junghwan yang berjalan dengan lesu menghampiri ke arah mobilnya.
"Tuan muda ada apa? Kenapa terlihat sedih?"
"Hiks...Pak Shin Hwan mau ke ayah hiks ..."
"Tapi...tadi pagi ibunda tuan menyuruh saya untung langsung mengantar ke rumah"
"TIDAK MAU! HIKS HWAN GAK MAU PULANG HIKS"
ah sudahlah Pak Shin lebih baik mengantar Junghwan ke kantor ayahnya saja daripada nanti bocah itu berteriak-teriak di dalam mobil. Pak Shin sebenarnya tau tadi pagi tuan muda nya habis di marahi ibundanya. Lalu tak ada lagi percakapan dan pak Shin melajukan mobil menuju kantor Haruto.
Sesampainya di kantor Junghwan pun di antarkan pak Shin sampai ke ruangan ayahnya. Orang-orang kantor yang melihat Junghwan menyapa anak itu dengan riang tapi Junghwan malah mengacuhkan mereka. Semakin dekat dengan ruangan ayahnya Junghwan kembali sesenggukan.
Begitu pintu ruangan terbuka barulah tangis Junghwan meledak membuat ayahnya dan sekertaris Yoon yang sedang mengobrol di buat kaget.
"HUWAAAAAA!"
"Junghwan? Ada apa Pak Shin? Apa ada yang menjahilinya di sekolah?"
"Tidak tuan... Tadi pagi tuan muda habis di marahi ibundanya"
Ah Haruto mengerti sekarang. Tadi pagi ia berangkat lebih dulu jadi sehabis sarapan ia langsung menuju kantornya. Ia kira istri dan anaknya baik-baik saja saat ia sudah berangkat pagi tadi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Random story of Watanabe family
General FictionHalo para pembaca! Buku ini di buat khusus untuk keluarga harukyuhwan karena saya gemes sama mereka bertiga. Cerita ini mengandung bxb dan missgendering untuk pemanggilan nama karakter. Di harapkan bijak bagi para pembaca untuk vote dan komen sebag...