6: Rahasia?

33 1 0
                                        

Trania, 22 tahun silam

Ada hal menakjubkan lain yang membuat Trania berbeda dari wilayah tetangga, yaitu sesuatu berharga yang mereka sebut ramuan Yuzric. Terletak di dekat pohon Eris, yang berada di lembah gunung Traneesh, wilayah sebelah selatan Kepulauan Breya yang masih menjadi bagian Trania. Gunung itu merupakan milik kedua Trania, timur dan barat.

Tahukah apa yang lebih mengejutkan?

Pohon Eris adalah wujud dari kematian Eris, manusia setengah dewa yang dahulu memakmurkan Kepulauan Breya, termasuk Trania. Dialah yang menciptakan sistem pemerintahan berupa kerajaan, dialah yang mengangkat kepala suku Trania menjadi Raja pertama, dan berkat dia pula Culous ada.

Konon katanya, ramuan Yuzric adalah ramuan milik Eris yang dapat mengubah takdir seseorang. Ya, hanya seseorang. Namun tidak sembarang orang bisa menyentuh ramuan hebat tersebut.

Rakyat Trania percaya bahwa yang bisa menyentuh ramuan itu adalah keturunan murni Eris, mereka menyebutnya dengan si tangan emas. Tetapi rupanya sifat serakah memang sudah mendarah daging sejak dahulu, membuat para keturunan Eris yang jumlahnya tidak seberapa itu dimanfaatkan oleh mereka yang haus duniawi.

Tak terkecuali, sepasang suami istri yang saat ini sedang berdiskusi dengan petinggi kerajaan. Mereka berada di ruang tertutup dengan pencahayaan yang temaram. Sebisa mungkin untuk tidak diketahui oleh orang lain, bahkan prajurit sekalipun.

Lilin-lilin mulai memendek, angin berhembus menggoyangkan apinya. Menyentuh epidermis empat orang di sana. Mungkin tidak, tapi lima orang termasuk bayi mungil di tangan seorang pria paruh baya dan berjanggut panjang. Ia menimang-nimang bayi itu untuk meredakan isak tangis akibat udara dingin yang menyapa kulitnya.

"Apa dia sudah tertidur?" Pria dewasa dengan pakaian khas petinggi kerajaan itu memecah keheningan. Bertanya pada pria berjanggut panjang.

"Sudah, Tuan."

Menanggapi hal itu, sang petinggi mengangguk. Kemudian menatap serius ke arah sepasang suami istri di hadapannya. Berniat melanjutkan diskusi yang sempat tertunda akibat rengekan bayi itu.

"Aku harap kalian berhati-hati dalam menjalankan tugas ini, jangan sampai ada orang yang mengetahui." Petinggi itu menghela napas sejenak, ia menatap serius ke pria dengan fitur wajah tegas yang sejak tadi mengindahkan apa yang dituturkan kerabat kerajaan tersebut. "David, tolong jaga istrimu sampai dia mendapatkan ramuannya."

David menggenggam tangan istrinya yang terasa dingin, meyakinkan bahwa mereka bisa menjalankan tugas ini, bahwa mereka mampu bertahan sampai akhir.

Di ruangan dengan cahaya yang minim, petinggi kerajaan tersebut menoleh untuk memandang bayi mungil yang tengah tertidur dalam damai. Tampak tenang dan nyaman di dalam gendongan pria berjanggut panjang di sana. "Kita tidak boleh membiarkannya terus hidup dalam penderitaan. Apapun yang terjadi, aku akan mempertahankan dia."

Kembali bersua dengan David, ia melanjutkan, "Jadi aku mohon pada kalian untuk mendapatkan ramuan itu, mintalah berkah dari Eris agar apa yang kita lakukan merupakan sesuatu yang benar."

Wanita yang memiliki rambut berwarna cokelat itu memandang sang suami. Mencoba mendapatkan kekuatan darinya. Banyak pikiran berkecamuk di kepalanya, satu sisi dirinya mengiyakan tugas ini, namun di sisi lainnya ada hal yang mencegahnya untuk tidak melangkah lebih jauh.

Ia adalah si tangan emas, dan suaminya yang menjadi Culous itu bertekad untuk menemaninya hingga akhir. "Saya akan menjaga Lily dengan seluruh tenaga dan cinta saya, Yang Mulia Holmes."

"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Trania: Blessed or CursedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang