4: Masa Lalu

38 1 0
                                        

Malam ini udara sedikit dingin padahal gelap belum terlalu jauh. Gadis yang mengenakan gaun berwarna krem itu bersenandung. Ia melewati pintu penghubung koridor dan mendapati dua penjaga di sana. Emily menundukkan badannya dan dibalas hal yang sama oleh dua penjaga tersebut.

Emily merasa ia sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya. Dia cukup senang mengetahui fakta bahwa menjadi Culous di Trania akan dihormati seperti ini. Tidak bisa dipungkiri memang, Culous adalah kebanggaan Raja, pasukan elit yang diberkahi kekuatan. Culous adalah orang-orang terpilih yang bertugas untuk mengabdi pada kerajaan. Sangat sesuai dengan apa yang didapatkan, kehormatan, tempat tinggal yang bagus serta fasilitas yang cukup, dan jaminan kehidupan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Sebut saja mutualisme.

Emily sedang melewati koridor luar yang langsung menampilkan taman istana. Tempat itu tidak terlalu ramai, hanya terdapat beberapa pelayan yang mungkin sedang beristirahat. Emily berpikir untuk singgah sejenak menikmati langit malam yang cerah. Ia berjalan menuju kolem ikan yang berada lumayan jauh dari pelayan-pelayan itu.

Terdapat undakan yang digunakan untuk memberi makan ikan. Emily duduk di sana lalu memandangi bintang-bintang. Mendadak ia merindukan sang nenek.

"Harusnya aku membawa nenek kemari," dia bergumam dengan raut sendu.

Neneknya pasti tidak menyangka ia akan berada di istana megah ini bahkan menjadi bagian dari orang istimewa. Emily membayangkan tugas pertama apa yang akan ia kerjakan. Maka tugas apapun itu Emily berharap bisa melakukannya dengan baik.

Emily ingat, neneknya pernah menceritakan soal sejarah Trania yang terpisah menjadi Trania Barat dan Trania Timur. Perpecahan itu disebabkan oleh insiden mengerikan 22 tahun lalu.

Dahulu, klan merah dan klan biru menjadi satu di wiilayah Trania, mereka bersosialisasi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Dahulu, klan merah dan klan biru menjadi satu di wiilayah Trania, mereka bersosialisasi. Tak sedikit klan merah dan klan biru yang menikah lalu melahirkan anak yang mempunyai darah campuran. Mereka menyebutnya Blessy. Blessy mempunyai bola mata berwarna ungu. Konon katanya, para Blessy adalah berkah dari Dewa.

Banyak pernikahan klan berbeda yang gagal menghasilkan anak. Hal itu menyebabkan bahwa kelahiran seorang Blessy adalah keberuntungan.

Namun itu tidak berlaku saat serangan ungu terjadi.

Serangan dari para Blessy yang berubah menjadi makhluk bersayap dan memporak-porandakan Trania, membunuh warga tak bersalah, juga menghabisi anggota kerajaan. Tragedi itu terjadi selama dua bulan. Selama itu orang-orang dihantui rasa takut. Raja meninggal karena ulah Blessy, begitu juga dengan anggota kerajaan lain.

Rumah-rumah hancur, banyak mayat tanpa jantung yang mati tak terurus. Semua kacau, sampai perdana menteri saat itu mengeluarkan perintah untuk menghabisi semua Blessy tanpa sisa. Rakyat Trania menyetujui itu demi terhentinya penderitaan tersebut, tentu saja dibantu oleh para Culous. Tanpa belas kasihan, mereka membunuh para Blessy.

Klan merah dan klan biru yang menikah dipaksa bercerai, bayi-bayi berdarah campuran itu pun dibunuh. Siapapun yang membantah akan dihabisi. Pembersihan Blessy berlangsung selama satu tahun.

Selama periode itu, tahta kerajaan Trania kosong. Seluruh anggota kerajaan beserta keturunannya dibabat habis oleh makhluk bersayap itu. Sehingga dengan terpaksa, Holmes Clarkson yang saat itu menjabat sebagai perdana menteri sekaligus orang yang mengeluarkan perintah untuk menghabisi Blessy, menjadi Raja atas keinginan rakyat Trania.

Holmes adalah orang kepercayaan keluarga Aiden, keluarga kerajaan. Itulah yang menyebabkan rakyat percaya padanya.

Kemudian Trania kembali tenang, namun klan merah dan klan biru enggan bersatu. Mereka sangat trauma dengan tragedi mengerikan itu sehingga klan merah memutuskan untuk memisahkan diri dari klan biru. Hal itu dilakukan demi mencegah terlahirnya kembali Blessy, yang kemudian julukan itu berubah menjadi Cursy.

Tak ada lagi istilah Blessy. Darah campuran adalah kutukan. Mereka adalah Cursy, iblis pengincar jantung yang tidak berbelas kasih. Rakyat Trania percaya bahwa serangan Cursy adalah teguran dari Dewa karena pada saat itu banyak terjadi kriminalitas, aliran sesat di mana-mana, dan juga perbudakan di Trania.

 Rakyat Trania percaya bahwa serangan Cursy adalah teguran dari Dewa karena pada saat itu banyak terjadi kriminalitas, aliran sesat di mana-mana, dan juga perbudakan di Trania

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Untungnya itu terjadi 22 tahun lalu, tahun ketika Emily belum lahir ke dunia.

Emily menjadi ngeri sendiri setelah mengingat-ingat cerita tragedi itu. Trania tidak sedamai kelihatannya, Trania menyimpan rahasianya sendiri.

Tanpa sadar taman semakin sepi. Saat ini tidak terdapat pelayan di sana. Hanya ada Emily yang masih setia duduk di pinggir kolam ikan, juga empat penjaga jauh di sana yang sepertinya sedang bergantian tugas.

Srek srek...

Gadis yang tengah mengusap-usapkan kedua telapak tangan itu terdiam. Ia memerhatikan semak-semak di dekatnya itu bergerak.

Emily takut? Ya, dia takut. Tapi entah kenapa tungkainya malah berjalan menghampiri semak-semak itu. Ia penasaran. Dalam benaknya Emily berpikir itu adalah kucing atau kelinci yang sedang bermain, karena sebelumnya ia pernah melihat kelinci-kelinci berlarian di taman ini.

Sampai di depan semak-semak, Emily memberanikan diri untuk membawa tubuhnya melihat dari sisi samping semak-semak itu. Alangkah terkejutnya ia menemukan hal yang tak terpikirkan olehnya.

"Tuan, apa yang Anda lakukan di situ?"







hehe🤍🤍

Trania: Blessed or CursedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang