7: Latihan Pedang

34 1 0
                                        

Sudah dua hari berlalu semenjak pertemuan Emily dan Juna malam itu. Sampai sekarang pun Emily tidak lagi bertemu dengan Sang Pangeran, meski dirinya juga tidak ingin bertemu kembali. Pasalnya, Emily kerap kali diserang panik karena gemar membayangkan wajah garang Juna. Dia juga tidak tahu kenapa hal itu terjadi.

Sehingga gadis itu menyimpulkan bahwa ia hanya penasaran terkait sikap aneh Juna. Bukan, bukan adegan mengambil daun, melainkan pemuda tersebut yang lebih dulu mengetahui nama Emily sementara gadis itu tidak pernah berkenalan secara resmi dengannya.

Ya, hanya itu. Tetapi Emily selalu kepikiran.

Srang..

Emily terkejut bukan main karena suara pedang yang beradu itu melintas di depannya. Rupanya Steve dan Jake yang tengah berlatih pedang. Dua pemuda itu tak sadar jika mereka keluar dari arena, sebab terlalu berambisi saling mengalahkan.

Mengabaikan pertarungan sengit yang menjadi tontonan para Culous, Emily memilih untuk berjalan sambil celingukan mencari eksistensi sahabatnya, Gwen.

Saat ini mereka sedang berada di lapangan Blue Hall untuk berlatih pedang. Emily dan Gwen datang berbarengan tadi, kemudian Gwen pergi untuk menghampiri tutornya dan menyisakan Emily yang berdiri sendirian di tengah-tengah orang berlatih sembari memegang pedang besar di tangan mungilnya itu.

Seseorang menepuk pundaknya. "Hei, apa yang kau lakukan di sini?"

"Aku mencarimu, Gwen!" Sungut Emily masih kesal dengan kemunculan Gwen yang membuatnya kaget. Gadis itu memang mudah sekali terkejut.

Gwen mengamit lengan kirinya dan menuntun Emily menuju kerumunan Culous. "Kau tidak boleh melewatkan kesempatan ini, di sana..." Gwen menunjuk ke arah kerumunan tersebut, "Ethan sedang unjuk kemampuan bermain pedang."

"Sepertinya dia menguasai semua keahlian, ya," ujar Emily ketika dirinya dan Gwen sudah menemukan tempat untuk menonton pertarungan pedang. Mereka duduk di paling depan, tentu saja Gwen yang menerobos hingga menabrak Culous lain untuk mendapatkan tempat itu.

"Exactly!"

Suara Gwen yang lebih terkesan berteriak itu cukup menarik perhatian di sekitarnya. Semua menoleh pada sumber suara, tak terkecuali pemuda yang sedang mengusap mata pedang dengan ibu jarinya di depan sana. Netranya yang sebiru lautan itu menatap Emily sekilas.

Degup jantung Emily berirama cepat, entah karena menjadi pusat perhatian atau karena tatapan Ethan. Ia menggelengkan kepala, lalu kembali melihat Gwen yang sedang meminta maaf kepada para Culous.

Emily menyikut pinggang Gwen agak keras. "Memalukan sekali," ucapnya dan Gwen hanya meringis.

"Tidak usah heran," sebuah suara dari arah belakang menginterupsi. "Dia memang titisan keledai, terkadang aku ingin menyumpal mulutnya yang barbar itu dengan kaus kakiku."

Steve menerima tonjokan di perut setelah mengatakan itu. Gwen tidak terima sebab dirinya menjadi bahan tertawaan. Emily yang menyaksikan dua sejoli hobi bertengkar itu tak bisa menahan tawanya. "Keledai ha.ha.ha," ejeknya.

"Diam kau!"

Gwen menekuk bibirnya, kesal. Sedangkan Emily masih berusaha meredakan sisa-sisa ketawanya. Ia menoleh ke belakang dan ber-tos ria dengan Steve. Semakin kesal saja Gwen.

Baiklah, kembali lagi pada arena.

Di sana, ada Ethan yang berjalan memutari arena sembari mengatakan banyak wejangan pada para Culous yang melingkarinya. Dia melakukan itu setelah berhasil mengalahkan salah satu Culous. "Perlu diingat, pertarungan ini adalah cara untuk mengetahui perkembangan kemampuan kita. Anggaplah kalian sedang melawan musuh. Laki-laki atau perempuan, siapapun yang ingin mengukur sejauh mana kemampuan kalian, silakan berdiri!"

Trania: Blessed or CursedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang