Merasa Diabaikan

1.5K 133 53
                                    

"Sebenarnya raja iblis itu apa, kenapa dari tadi kamu mengatakan itu.. "

Ehhhhhhhh
Baik Rimuru dan Milim terkejut mendengar pertanyaan itu.

"Kau tidak tahu apa itu raja iblis?? "Milim bertanya dengan heran. Bagaimana mungkin seorang manusia bisa-bisanya tidak tahu mengenai sosok raja iblis. Penguasa kegelapan yang dulu pernah menghancurkan kerajaan manusia.
'Apa mungkin dia tidak tahu kisah tersebut.Tapi mustahillah, semua manusia pasti tahu. Kecuali kalau dia... "
Milim berpikir sambil menunggu Naruto menjawab.

"Raja iblis itu apa sama dengan hokage?? " Kata Naruto balik tanya.

"Hokage, apa itu?? "
Sekarang gantian Milim yang bingung. Dia tidak tahu apa yang dimaksud dengan Hokage.

"Ehhh...Kau tidak tahu soal Hokage, tidak mungkin!!padahal semua yang ada disini tahu, nona kecil kamu sebenarnya tinggal dimana" Kata Naruto masih berpedoman pada cerita karangan yang Rimuru sampaikan. Dia masih percaya jika Sasuke pernah datang ke dunia ini lalu menulis sebuah buku tentang kisah hidupnya kemudian menyebarkannya keseluruhan pelosok dunia ini.

'Dasar bodoh, kau masih percaya dengan itu'batin Rimuru ingin sekali memukul kepala Naruto karena merasa jengkel tapi juga gemas disaat yang sama.
"Naruto sebenarnya, itu"
Rimuru ingin jujur tapi sayang kesempatannya untuk jujur harus terpotong saat Milim menjawab.

"Ceritakan padaku soal Hokage?? Apa dia sangat kuat, apa dia lebih kuat dari raja iblis?? "Tanya Milim dengan rasa penasaran tinggi.

Naruto berfikir sebentar sebelum menjawab.
"Tentunya lebih kuat emmm "
Naruto berhenti dan kembali berfikir. Milim tidak sabar menunggu karena ia sungguh sangat penasaran dengan Hokage yang disebutkan oleh Naruto.

Tetapi bukannya mendapat jawaban, dia malah melempar pertanyaan itu pada Rimuru.
"Rimuru-chan menurutmu mana yang lebih hebat?? "Tanya Naruto. Dia masih tidak tahu sebenarnya raja iblis itu sosok seperti apa. Makanya dia bingung mau memberi jawaban.

Rimuru berkeringat mendengarnya.
'Kenapa malah tanya sama aku bodoh, yang ditanya itu kamu'batinnya kesal. Tapi disatu sisi ia juga merasa bersalah, karena sumber kesalahpahaman ini berasal dari dirinya.

"Hey kenapa malah dia yang harus menjawab, "
Milim kesal karena dia ingin mendengar langsung dari mulut Naruto.

"Ya karena Rimuru-chan adalah penggemar beratku sekaligus calon istriku" Jawab Naruto percaya diri.

'J-jangan membahas hal itu dulu bodoh'batin Rimuru ingin mengubur dirinya kedalam tanah karena malu dengan perkataan Naruto yang terlalu blak-blakan.

Tapi berbeda dengan Milim,
"Maksudmu berkata begitu??"
Raut muka Milim berubah datar.
Kenapa Naruto malah membeberkan hubungannya pada dia. Apa dia bermaksud mau pamer dan menunjukan kalau dia sudah lebih unggul karena mempunyai pasangan, tidak seperti dia yang masih single abadi.

Deng

'Kenapa suasana hatinya tiba-tiba berubah'
Batin Rimuru merasa ada yang aneh dengan Milim. . Rimuru tidak tahu kenapa dia tiba-tiba mengeluarkan aura naga sekuat itu. Apa ucapan Naruto tadi ada yang salah,tapi sepertinya tidak.
'Aneh-'

Puk

"Ayo Rimuru-chan katakan padanya, aku juga ingin tahu"kata Naruto tersenyum sambil menepuk dan mengelus kepala Rimuru dengan lembut.

"N-naruto, sudah kubilang jangan melakukan itu"kata Rimuru memerah.
Bukannya dia tidak mau, tapi dia sangat malu jika ada orang lain yang melihat.

"Ah iya, maaf, hehe"
Naruto mengangkat tangannya dari kepala Rimuru.
"Habisnya kamu imut sekali Rimuru-chan jadi aku tidak tahan(ingin mengelus)"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 20, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Naruto TempestTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang