Siang hari dilapangan parkir Fakultas Ilmu Komunikasi, gadis itu dengan kaki yang menghentak kesal berjalan dan memasuki salah satu mobil yang ada disana.
Dia masuk dengan wajah ditekuk, tapi justru pria yang ada didalam mobil itu memandangnya tajam penuh selidik.
"Kenapa?" tanyanya galak pada pria yang berstatus sebagai kekasihnya itu.
"Kamu ngapain berduaan sama cowok di sekre Hima?" tanya pria itu tajam.
Seungkwan, gadis itu berdecak sambil merotasikan bola matanya. "Pardon? You know I'm the administrator of the association, so i'm definitely there."
"But you're alone with a guy over there!"
"Jangan sok tahu deh!"
"I know cause I saw it!"
Seungkwan mendengus dan kesal ketika kekasihnya mulai menunjukkan sisi posesifnya. Seharusnya dia paham bahwa Seungkwan merupakan sekretaris himpunannya, otomatis dia akan banyak berhubungan dengan sang ketua himpunan yang merupakan seorang pria.
Vernon dan Seungkwan sudah menjalin hubungan sejak SMA, sekarang mereka sudah berada di semester 5 dengan jurusan yang berbeda. Jika Vernon mengambil jurusan Arsitektur, maka Seungkwan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi.
Namun, semakin lama Vernon menjadi semakin posesif dan tak terkendali. Dia tidak dapat mentolerir jika Seungkwan ada berhadapan dengan pria lain. Bahkan hanya sekedar saling sapa, Vernon akan marah besar pada kekasihnya itu.
Semakin lama, cinta yang Vernon tunjukkan untuk Seungkwan semakin menjurus pada obsesi. Posesifnya sangat berlebihan, dan tak jarang Vernon akan bermain tangan saat dia marah pada kekasihnya.
Namun Seungkwan bukanlah gadis ayu yang diam saja dengan tingkah kekasihnya. Dia acap kali melawan dan mendebat Vernon, meskipun pada akhirnya dia juga yang kalah.
"Aku enggak berduaan sama dia, Vernon. Ada Eunbi dan yang lainnya juga disana." ucap Seungkwan selembut mungkin.
"I know you lie, love." ujar Vernon.
Seungkwan mendengus. "Yang, please ya jangan membuat aku semakin kesal hari ini." seru Seungkwan.
Pasalnya hari ini banyak sekali masalah menghampirinya, meskipun hari ini masih sampai pada setengah hari. Tadi pagi dia terlambat masuk kelas karena Vernon semalaman mengurungnya, membuat dia harus berhadapan dengan dosen galak yang mengampu mata kuliah pagi itu.
Usai masalah dengan sang dosen, Seungkwan di amuk oleh manager akademik perihal proposal kegiatan himpunan, setelah itu dia disuruh merevisi tiga proposal kegiatan dalam waktu satu minggu oleh sang Kahim. Sial bukan harinya hari ini.
Dan sekarang? Ditambah lagi dengan sikap posesif kekasihnya. Tuhan, lengkap sudah penderitaan Seungkwan hari ini. Bahkan selangkangannya saja masih ngilu akibat perbuatan pria yang menyandang status sebagai kekasihnya itu.
"Jangan mengalihkan pembicaraan! Kamu ngapain aja sama dia di sekre himpunan tadi?" tanya Vernon.
Seungkwan menghela nafasnya. "Tadi tuh cuma ada beberapa masalah aja di proposal kegiatan himpunan, dia cuma nyuruh aku buat revisi dan ngasih beberapa note buat bahan revisinya." jelas Seungkwan mencoba menjawab dengan tenang.
Dia tak ingin membuat harinya semakin buruk dengan kemarahan sang kekasih jika dia menjawab dengan kasar.
"Cuma itu? Lalu kenapa kamu seperti cape gitu? Kesal? Marah?" cecar Vernon.
"Ini juga salah kamu sih! Tadi pagi aku kesiangan di matkul Prof. Jung, kamu tahukan dosen aku yang itu galaknya kayak gimana? Terus tadi juga sempet dimarahin sama Pak Namhyuk gara-gara proposal yang minggu kemarin." jawab Seungkwan mengeluh.
KAMU SEDANG MEMBACA
RELATIONSHI(T)P I SVT GS
FanfictionApa sih yang orang-orang harapkan dari sebuah hubungan? Cinta? Kebahagian? Kesempurnaan? Tapi bagaimana kalau hubungan itu yang justru malah menghancurkan dirimu, batinmu, hingga jiwamu. Apakah kau akan bertahan dengan hubungan itu? Adult story...
