Relationship : Fine

3K 245 29
                                        

Keesokan harinya, Jisoo masuk kelas pagi seperti biasanya. Namun bedanya, kini Jisoo memakai pakaian serba tertutup.

Jika biasanya dia menggunakan kaos pendek atau tank top yang dibalut dengan cardigan, maupun jaket. Serta bawahan yang sering dia pakai adalah rok selutut ataupun celana ketat panjang. Dia suka dengan pakaian yang membentuk tubuhnya

Namun kini, Jisoo justru menggunakan sweater rajut panjang dan longgar dipadukan dengan celana panjang longgar berwarna hitam. Bukan penampilan Jisoo yang biasanya. Ditambah lagi gadis itu mengenakan masker dan kacamata hitam layaknya idol yang sedang berpergian.

"Lo kenapa sih, Soo? Kayak Idol takut keciduk dating aja." tanya Chan yang duduk disamping Jisoo.

Kelas baru usai, dan yang semakin membuat Chan kebingungan adalah Jisoo mengaku sakit sehingga tak bisa melepas maskernya saat ditanya oleh sang dosen. Padahal saat Chan dengan iseng menyentuh kening Jisoo, tak terasa suhu panas dari tubuh gadis disampingnya itu.

"Enggak papa, Gue cuma lagi alergi." jawab Jisoo seraya merapikan buku dan laptopnya.

"Alergi? Lo bilang kalo Lo enggak punya alergi apapun?" selidik Chan.

Jisoo terlihat gelagapan, hingga tanpa sadar punggungnya mengenai sandaran kursi dibelakangnya membuat dia sedikit meringis.

"Kenapa?" tanya Chan panik.

Beruntung wajah Jisoo tertutup oleh masker dan kacamata hitam, jadi raut wajahnya tak terlalu terlihat.

"Enggak papa, Gue duluan ya. Kebelet." pamit Jisoo buru pergi setelah memasukan barangnya ke dalam tas.

"Aneh." gumam Chan seraya mengikuti Jisoo.

Dia harus mencari tahu. Bukan hanya sekedar ingin tahu saja, tapi dia yakin sikap Jisoo hari ini pasti gara-gara Seokmin, kakak tirinya.

Chan menunggu didepan toilet wanita, saat tadi melihat Jisoo memasuki toilet wanita diujung koridor.

Semalam dia tahu bahwa kakaknya tidak pulang ke apartemennya apalagi ke rumah. Dan dia yakin bahwa Seokmin justru pulang ke apartemen Jisoo. Dan Chan yakin, pasti terjadi sesuatu tadi malam.

"Huwaa."

Jisoo terkejut mendapati Chan bersandar ditembok samping pintu toilet.

Gadis itu menghela nafas, "Ngapain Lo disini?!" pekik Jisoo.

Chan mengintai Jisoo dari atas sampai bawah, hingga dia menemuka lebam di pergelangan tangan gadia itu, saat Jisoo tak sengaja menyingkap ujung lengan sweaternya.

Jisoo menyadari arah pandang Chan, dia segera menurunkan dan menutupi pergelangan tangannya.

"Abis ini masih ada kelas, kan? Ayo." ajak Jisoo gelagapan, mencoba mengalihkan pembicaraan.

Chan mengikuti langkah Jisoo menuju lantai 4, menuju kelas dimana mata kuliah selanjutnya akan dilaksakan.

Dari belakang, Chan melihat Jisoo gelagapan dan berusaha terus menutupi bagian kulit tubuhnya. Gadis itu terlihat membenarkan maskernya berulang kali, dan menarik ujung lenga sweaternya supaya menutupi kedua tangannya.

Saat tiba dilantai 4, Chan dengan sengaja menekan pelan punggung Jisoo tapi itu berhasil membuat Jisoo meringis.

"Awkh."

Jisoo berbalik menghadap Chan, pria itu kini tengah menyelidiknya bak seoranv detektif.

Jisoo semakin gelagapan, dia berusaha untuk kabur tapi Chan dengan cepat mencegat langkahnya.

"Diapain Lo sama Seokmin?" tanya Chan.

Jisoo menggeleng hendak membantah dan mengatakan alibi.

"Gue tahu itu bukan karena jatuh dari motor, Soo."

RELATIONSHI(T)P I SVT GSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang