⚠️Violence⚠️
Malam hari Jeonghan baru selesai dengan kegiatan himpunannya. Dia melangkah dengan lunglai menuju parkiran FMIPA, dan begitu memasuki mobil dia langsung menjatuhkan tubuhnya di jok kemudi.
Dengan hembusan nafas lelah Jeonghan meregangkan tubuhnya. Rasa pegal karena seharian banyak sekali aktivitas di kampusnya. Kelas pagi, praktikum, dan diakhiri oleh rapat koordinasi dengan himpunan dan BEM fakultas.
"Oke, saatnya pulang dan luluran, Jeonghan." gumamnya seraya menyalakan dan melajukan mobilnya.
Jalanan masih terbilang cukup ramai meskipun hari sudah larut. Karena kawasan yang dekat dengan Universitas, tentu saja banyak kosan ataupun apartemen tempat tinggal para mahasiswa. Apalagi di kota besar seperti Seoul yang tak pernah sepi oleh pengunjung.
Jarak antara rumah Jeonghan dan kampus sebenarnya cukup jauh, tapi dia tempuh karena sedang dalam mood ingin pulang ke rumah. Meskipun sebenarnya dia memiliki apartemen di dekat kampus.
Memasuki kawasan yang cukup lengang, Jeonghan mulai merasakan ke anehan pada mobilnya. Dia segera menepikan mobilnya yang begitu berhenti langsung mati, bahkan ketika dia menstaternya mobil itu tak ingin hidup kembali.
"Kenapa sih?" dengusnya kesal.
Dia beranjak keluar untuk mengecek mesin mobilnya, dan begitu kap mobil terbuka asap langsung mengepul keluar dari bagian mesin itu.
"Ini berapa lama dah Gue lupa servis?" gumamnya.
Jeonghan tak mengerti masalah permesinan, sehingga dia memilih kembali menutup kap mobil itu dan memutuskan untuk mengambil barangnya lalu pulang dengan taksi online.
Belum sempat Jeonghan membuka pintu mobilnya, empat orang pria dengan dua motor besar menghampirinya.
Jeonghan mengernyit dan bersiaga ketika kedua motor itu berhenti didepan mobilnya. Empat pria itu turun dan melepaskan helmnya mendekati Jeonghan.
"Hai cantik, kenapa mobilnya? Mogok?" tanya salah satu dari mereka.
"Kenapa? Tukang bengkel yang enggak sengaja lewat Lo?" jawab Jeonghan galak.
Keempat pria itu terkekeh. "Jangan galak-galak dong. Kita bantuin deh, tapi harus bayar."
"Bayar dengan tubuh Lo, seksi juga tubuh Lo, lumayan." ucap yang memakai jaket abu-abu.
"Jaga mulut Lo, itu termasuk pelecehan verbal." ujar Jeonghan setenang mungkin.
"Oh, jadi Lo lebih suka dilecehin secara fisik ya? Dengan senang hati." sahut salah satu pria itu disambut tawa oleh ketiga rekannya.
Jeonghan mulai melangkah mundur, bersiap untuk lari jika mereka mulai macam-macam. Melihat Jeonghan yang mulai mundur, mereka semakin tertawa dan senang melihat gadis itu merasa terancam.
Mereka mulai mendekat, tapi begitu si jaket abu-abu hendak menangkap Jeonghan, satu tendangan tepat mengenai dadanya hingga membuat pria itu mundur dan terbatuk karena tendangan keras itu. Membuat gadis itu menyunggingkan senyum kecilnya.
"Wah berani juga ternyata." sahut si jaket hitam melihat temannya mundur sambil terbatuk.
Jeonghan tersenyum miring. "Maju Lo kalau berani."
Dalam hitungan detik, ketiga pria itu langsung menyerang Jeonghan secara bersamaan. Jeonghan berhasil menghindar dan melawan mereka.
"Cupu Lo, lawan cewek aja keroyokan." sindir Jeonghan setelah melayangkan kembali satu tendangan di wajah pria berjaket hitam itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
RELATIONSHI(T)P I SVT GS
FanfictionApa sih yang orang-orang harapkan dari sebuah hubungan? Cinta? Kebahagian? Kesempurnaan? Tapi bagaimana kalau hubungan itu yang justru malah menghancurkan dirimu, batinmu, hingga jiwamu. Apakah kau akan bertahan dengan hubungan itu? Adult story...
