Relationship : Hospital

3.1K 256 37
                                        

Rumah sakit menjadi tempat pertama yang Chan datangi pagi ini. Tentu, hal itu berkaitan dengan urusan magangnya.

Chan sudah hampir 1 jam lebih berbincang dengan staf rumah sakit, untuk konsultasi lebih dalam lagi mengenai rencana magangnya.

Tanpa terasa, jam sudah menunjukkan pukul 11 siang, dia harus segera kembali ke kampus karena akan ada jam kuliah setelah makan siang.

Namun, sebelum benar-benar pergi, Chan tak sengaja melihat seseorang yang berada diatas kursi roda, memasuki salah satu ruang rawat yang ada disana.

"Wonwoo?" gumam Chan menyipitkan pandangannya.

Dia mengikuti langkah perawat yang mendorong kursi roda yang Wonwoo duduki. Memasuki ruang rawat yang memiliki 4 ranjang yang masih kosong.

"Wonwoo." panggil Chan membuat sang perawat juga sang pemilik nama menengok.

"Eoh, Chan." sapa Wonwoo.

Dia beranjak dari kursi roda dan menaiki salah satu ranjang yang dekat jendela. Secara naluriah, Chan segera membantu Wonwoo untuk bisa naik san berbaring dengan nyaman diranjang pasien.

Perawat pamit setelah memastikan kondisi Wonwoo baik-baik saja.

"Lo kenapa?" tanya Chan setelah perawat itu menutup pintu.

Wonwoo menyandarkan tubuhnya dengan nyaman kepada sandaran ranjang yang dibuat agak tinggi itu.

"Aborsi." jawabnya santai.

Chan mengernyit, memastikan pendengarannya tidak salah.

"Aborsi?" beo pria itu diangguki Wonwoo.

Wonwoo masih banyak diam akibat rasa tak nyaman pada bagian vaginanya juga bagian rahimnya.

"Lo hamil?"

Wonwoo kembali mengangguk.

"Anaknya Mingyu?"

Wonwoo terlihat ragu, "Gue juga enggak tau."

Chan tersenyum miris, bagaimana bisa dia terlihat santai setelah melakukan aborsi bayi yang bahkan tidak dia ketahui ayahnya.

"Won, Gue serius." ujar Chan.

Wonwoo merotasikan bola matanya, "Ya Gue juga serius Chan. Awalnya Gue pikir itu anaknya Mingyu, soalnya Gue enggak pernah main lagi setelah pacaran sama dia. Tapi ternyata usia bayi itu lebih tua dari usia hubungan Gue sama Mingyu." jelas Wonwoo.

"Jadi selama sebulan ini Lo enggak tahu kalo Lo lagi hamil?"
Pertanyaan Chan lagi-lagi diangguki Wonwoo.

"Terus kenapa Lo aborsi?"

Wonwoo mendengus mendengar pertanyaan Chan terus menerus. Dia seperti sedang diwawancarai oleh stasiun berita yang sedang menggali isu hangat selebriti.

"Karena itu bukan anaknya Mingyu. Lagipula kalaupun anak itu anaknya Mingyu, Gue bakal tetep aborsi." jawabnya kelewat.

"Sadis Lo." sahut Chan tak percaya.

Dia sudah melihat berbagai jenis gadis nakal disekitarnya. Mungkin seks bebas sudah biasa Chan lihat, tapi untuk masalah aborsi, dia baru melihatnya.

Dan dia semakin terkejut dengan sikap santai Wonwoo, seolah tak bersalah sama sekali setelah membunuh anak kandungnya sendiri.

"Tapi Mingyu tahu?"

Wonwoo mengangguk, "Tahu."

"Dan dia setuju?"

Kali ini Wonwoo menggeleng, "Enggak."

Chan semakin menatap Wonwoo tak percaya.

"Jadi Lo lakuin ini tanpa persetujuan cowok Lo?"

RELATIONSHI(T)P I SVT GSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang